Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harga cabai turun drastis, masihkah impor?

Nasib tragis menimpa petani cabai di kawasan Kalasan Sleman. Petani cabai kawasan ini harus menerima pil pahit lantaran komoditas cabai panenannya yang digadang-gadang harganya bagus ternyata anjlok.

Oleh:Rosalina

Nasib tragis menimpa petani cabai di kawasan Kalasan Sleman. Petani cabai kawasan ini harus menerima pil pahit lantaran komoditas cabai panenannya yang digadang-gadang harganya bagus ternyata anjlok.

Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto mengeluhkan harga cabai di tingkat petani merosot hingga 50 persen dari harga normal. (AyoYogya.com)

Harga normal cabai ada kisaran Rp. 11.000 per kilogram, sedangkan sekarang harga cabai anjlok hanya dihargai Rp5.000 per kilogram. Petani cabai sangat rugi sekali dengan apa yang di ekspetasikan namun berujung kesal.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada bulan Januari-Juni 2021 ini, Indonesia melakukan impor cabai yang mencapai 27.851,98 ton atau senilai Rp8,58 triliun. Adapun India sebagai pemasok paling besar.

Harga cabai turun anjlok sedangkan pemerintah impor cabai di berbagai negara diluar sana, dari sini akan berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi serta tidak ada simpati sama sekali kepada para petani cabai. Bahkan ada seorang petani cabai mengamuk dan merusak kebun cabai miliknya. Dengan cara menginjak-injak tanaman cabai di kebunnya.

Dengan memakai sistem sekuler kapitalisme saat ini akan selalu merugikan masyarakat jadi akan untung di pihak penguasa saja. Hutang negara makin kesini makin bertambah dan sampai 5 tahun kedepan akan terus bertambah jika penguasa tidak mengelola Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam. Padahal Indonesia adalah negara yang kaya akan SDA melimpah, namun sayangnya pemerintah bersikap liberal (Semaunya).

Penanganan dalam setiap masalah nampaknya belum ada yang berhasil, mungkin berhasil hanya berapa persen saja. Dari harga cabai yang menurun dratis bisa menimbulkan kerugian sampai-sampai cabai terbuang dan dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Perjuangan menanam dan merawat tanaman cabai jadi percuma jika pada akhirnya tidak menguntungkan bagi para petani diluar sana. Mereka menjadi tertekan dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam islam ada banyak solusi untuk setiap masala dan kepentingan juga perekonomian rakyat terkendali. Semua aturan sesuai aturan Allah, sehingga jika ada persoalan yang besar akan terpecahkan dengan aturan yang Allah buat. Itu semua akan terwujud dalam sistem khilafah islamiyah secara menyeluruh. Sehingga rakyat tidak dijadikan boneka layaknya permainan yang bisa di atur oleh pemilik semaunya.

Karena pada hakikatnya rakyat juga punya hak dan juga kewajiban yang dimana keduanya harus seimbang bukan malah merugikannya. Siatem khilafah akan memprioritaskan rakyat dan menjamin tersedianya kebutuhan petani cabai seperti benih, pupuk, ladang yang subur serta penyediaan alat" yang digunakannya.

Hanya dengan islamlah kehidupan akan terarah dan kembali kepada aturan Al-Khaliq. Wallahu'alam

Post a Comment for "Harga cabai turun drastis, masihkah impor?"