Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tetap Bersyukur meski di Tengah Pandemi

Seorang yang beriman kepada Allah semestinya bersikap positif atas ujian yang diberikan Allah dan tidak menjadi strees yang akhirnya menyalahkan ketentuan Allah ini. Naudzubillah

Oleh : Emmy Emmalya (Pegiat Literasi)

Akhir-akhir ini masyarakat semakin jenuh berada dalam situasi pandemi yang entah sampai kapan akan berakhir. Setiap hari kita selalu disuguhi berita yang menyedihkan karena banyak saudara-saudara yang terinfeksi virus covid-19.

Selain karena pengaruh dari ketidaktegasan penyelenggara negara dalam menangani pandemi, juga banyak masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim tidak memahami bagaimana hidup didalam kondisi pandemi.

Padahal dalam Islam ada panduan bagi kaum muslim ketika menghadapi pandemi. Sikap seorang muslim ketika menghadapi musibah wabah adalah dengan bersabar dan terus berikhtiar untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari wabah.

Banyaknya kaum muslim yang tidak memahami sikap yang harus diambil ketika menghadapi wabah ini, berimbas pada sikap mereka yang bertindak berdasarkan asumsinya sendiri sehingga berakibat pada keselamatan jiwanya.

Seorang yang beriman kepada Allah semestinya bersikap positif atas ujian yang diberikan Allah dan tidak menjadi strees yang akhirnya menyalahkan ketentuan Allah ini. Naudzubillah.

Seorang yang beriman kepada Allah hendaknya meneladani sikap Rasulullah Saw ketika menghadapi wabah, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai wabah.

Lalu Rasulullah menjelaskan bahwa wabah merupakan azab yang diturunkan Allah kepada orang-orang yang dikehendaki dan Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Sikap orang yang beriman dalam menyikapi wabah adalah dengan tetap ikhtiyar, langkah antisipiasi, mencari obat, bersabar, mengharap balasan dari Allah dan yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar kuasa dan takdir Allah.

Jika terjadi suatu wabah penyakit, lalu orang yang menetap di negerinya bersabar dan hanya berharap balasan dari Allah, seraya Ia yakin bahwa tidak ada peristiwa yang terjadi kecuali sudah ditetapkan oleh Allah. Maka ia mendapat balasan seperti seorang yang mati syahid.

Dalam kondisi seperti saat ini, seyogya kita harus tetap berhusnuzon kepada Allah Swt. Karena setiap musibah yang menimpa makhluknya pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya.

Tinggal bagaimana kita mensikapinya. Tentu sikap seorang muslim harus sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, selain tetap bertawakal kepada Allah juga senantiasa berdakwah untuk mengajak manusia kembali kepada aturan yang telah digariskan oleh Sang Penguasa Alam Semesta yaitu Allah Swt, ketika institusi itu belum terealisasi saat ini.

Selain itu kita juga harus senantiasa berikhtiar menjaga kesehatan, sebagaimana Rasulullah yang sakit hanya dua kali dalam kehidupannya. Bahkan wasilah sakitnya beliaupun bukan karena terserang penyakit tapi karena diracuni oleh wanita yahudi.

Sepanjang kehidupan beliau, Rasululllah Pernah melakukan peperangan sebanyak 79 kali, berarti dalam setahun 8 kali melakukan peperangan. Tentu dengan banyak peperangan yang dilakukan Rasululllah tersebut, dibutuhkan kondisi fisik yang sehat dan kuat.

Dengan gambaran banyaknya aktifitas Rasulullah dalam melakukan perang, ini berarti beliau memiliki kesehatan fisik yang sehat. Karena Rasulullah harus mengemban risalah maka beliau harus kuat dan berikhtiar untuk sehat.

Banyak sekali referensi-referensi tentang tips sehat ala Rasulullah, kita bisa mengambil contoh dari hal tersebut.

Dengan demikian, maka seorang pengemban dakwah harus sehat baik fisik, intelektual maupun ruhiyah.

Karena apalah artinya cerdas secara intelektual, tinggi dalam ruhiyah tapi selalu sakit-sakitan, akibat lalai dari menjaga kesehatan, yang pada akhirnya tidak bisa berperan dalam dakwah.

Selalu bersyukur meskipun tengah ditimpa musibah, karena bisa jadi di balik musibah ini ada hikmah yang sangat besar untuk seluruh manusia yaitu pertolongan Allah akan kemenangan dakwah Islam.

Pertolongan Allah itu bisa berupa kesadaran manusia bahwa hukum-hukum Islam lebih layak dan mampu menyolusi berbagai permasalahan manusia, sehingga mereka berbondong-bondong untuk mendukung penerapan syari'at.

Tentu hal itu akan bisa tercapai jika dan hanya jika para pengemban dakwah terus menyuarakan Islam di tengah-tengah umat. Semoga hal ini segera terwujud. Aamiin

Post a Comment for "Tetap Bersyukur meski di Tengah Pandemi"