Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SIKAP OPTIMIS PROGRAM VAKSIN SESUAI TARGET DAN SUKSES, AKANKAH TERCAPAI?

kabupaten Bandung sudah kehabisan vaksin untuk vaksin pertama. Sebagai contoh di Baleendah, program vaksin sementara dihentikan dengan alasan stok habis sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sementara target yang digadang gadang akan tembus mencapai 80% itu bisa terealisasi, tapi nyatanya belum di tengah jalan sudah berhenti. Inilah program asal jalan tanpa perencanaan, bermodal semangat untuk menuntaskan herd imunity ternyata tidak didukung dengan sarana vaksin yang memadai. Kenapa demikian, Bisa jadi karena kurang dana. Tapi begitulah konsekuensi diterapkannya sistem kapitalis tidak punya visi dan misi yang jelas, solusi selalu pragmatis dan asal jalan sehingga penyelesaian masalah cenderung menimbulkan masalah baru.

Oleh: Siva saskia

Program vaksin yang akan dijalankan pemkab bandung dengan target 2,4 Juta penduduk, pihaknya optimis bahwa masyarakat akan Ikuti vaksinasi tahun Ini. Pemkab Bandung sendiri akan jamin ketersediaan dosisnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengatakan, pihaknya optimistis bisa mengejar target tersebut, namun dibutuhkan kerjasama seluruh pihak. "Dengan dukungan semua pihak, insya Alloh sampai desember ini 80% masyarakat Kabupaten Bandung sudah divaksin," ujar Grace, Rabu 7 Juli 2021(galajabar.pikiran-rakyat).

Sementara Cucun Ahmad Syamsurizal menuturkan, untuk menarik antusiasme masyarakat, pihaknya telah menyediakan paket sembako. Sembako tersebut, akan diberikan kepada masyarakat yang telah mendapatkan vaksin dalam kegiatan yang digelarnya.

“Sembako ini adalah bagian dari rangsangan. Dengan begitu masyarakat merasa terpanggil dan tidak takut untuk divaksin. Bagaimana pun, penanganan pandemi ini membutuhkan kesadaran dari kita semua, termasuk teman-teman media,” imbuhnya. Cucun mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pemerintah dalam meningkatkan efektifitas pelaksanaan vaksinasi. Target 80% penduduk mendapat vaksin, menurutnya sangat luar biasa.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dalam rangka mewujudkan target tersebut. “Saya sangat mengapresiasi kinerja Pemkab Bandung dalam ikhtiar melindungi warganya. Sebagai wakil rakyat, saya mengajak seluruh lapisan, baik itu DPR maupun pengusaha, untuk mendukung tercapainya target Pak Bupati. Seperti dengan menyiapkan tempat vaksinasi yang representatif, karena jika hanya dilakukan di puskesmas, maksimal per harinya hanya sekitar 20 – 30 orang”ajaknya.

serta masyarakat menjadi tolok ukur keberhasilan target tersebut, artinya kata Grace, masyarakat Kabupaten Bandung harus antusias mengikuti vaksinasi.

"Jangan takut divaksin, ini menjadi ikhtiar kita dalam meningkatkan imun tubuh," katanya. Disinggung ketersedaian dosis vaksin, dia mengatakan bahwa pemerintah pusat baik presiden maupun Menkes sudah menjamin ketersediaan pasokan dosis vaksin bagi seluruh masyarakat.

Jenis vaksin yang akan diberikan, sejauh ini masih sinovac yang akan diberikan kepada masyarakat dengan sasaran usia 18 tahun keatas. "Untuk vaksin anak, masih belum kami dapatkan. Tapi kalau sudah ada, tentu akan langsung kami berikan," tutupnya.

Namun fakta dilapangan, yang katanya akan jamin ketersediaan dosis, nyatanya kabupaten Bandung sudah kehabisan vaksin untuk vaksin pertama. Sebagai contoh di Baleendah, program vaksin sementara dihentikan dengan alasan stok habis sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sementara target yang digadang gadang akan tembus mencapai 80% itu bisa terealisasi, tapi nyatanya belum di tengah jalan sudah berhenti. Inilah program asal jalan tanpa perencanaan, bermodal semangat untuk menuntaskan herd imunity ternyata tidak didukung dengan sarana vaksin yang memadai. Kenapa demikian, Bisa jadi karena kurang dana. Tapi begitulah konsekuensi diterapkannya sistem kapitalis tidak punya visi dan misi yang jelas, solusi selalu pragmatis dan asal jalan sehingga penyelesaian masalah cenderung menimbulkan masalah baru.

Solusi sistemis sebaik apa pun yang dirumuskan untuk melawan pandemi, jika dalam eksekusinya bermasalah, tetap saja konsep tersebut tak akan mampu mengurai masalah secara tuntas. Harapannya bisa teratasi tetapi malah timbul masalah baru. Inilah, jika penguasa di balik skenario penanganan pandemi tidak konsisten. Maka, dibutuhkan penguasa yang bertanggung jawab penuh, berani dan tegas dalam mengambil setiap keputusan.

Perlu juga kita perhatikan, Penanganan pandemi tak hanya membutuhkan penguasa kapabel yang menjalankan fungsinya sebagai pengurus dan pelayan rakyat, namun juga membutuhkan sebuah sistem yang mumpuni dan mampu bertahan di tengah wabah yang mengganas. Tentu saja sistem yang didalamnya islam sebagai landasannya, bukan kapitalisme-demokrasi dengan akidah sekulernya.

Post a Comment for "SIKAP OPTIMIS PROGRAM VAKSIN SESUAI TARGET DAN SUKSES, AKANKAH TERCAPAI?"