Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Israel PM Baru, Solusi Palestina Tetap Jihad dan Khilafah

Tampuk kekuasaan Benjamin Netanyahu hampir 12 tahun lebih di Israel, akhirnya lengser di Juni 2021. Digantikan Perdana Menteri (PM) Naftali Bennet dari partai sayap kanan yang akan menjabat selama 2 tahun. Dengan pergantian ini diyakini banyak pihak, akan menambah rentetan penderitaan rakyat Palestina. Karena rekam jejak politik Naftali Bennet yang benci dan anti kemerdekaan Palestina.

Oleh: Hebi

Tampuk kekuasaan Benjamin Netanyahu hampir 12 tahun lebih di Israel, akhirnya lengser di Juni 2021. Digantikan Perdana Menteri (PM) Naftali Bennet dari partai sayap kanan yang akan menjabat selama 2 tahun. Dengan pergantian ini diyakini banyak pihak, akan menambah rentetan penderitaan rakyat Palestina. Karena rekam jejak politik Naftali Bennet yang benci dan anti kemerdekaan Palestina.

Sebelum berkuasa pun sudah banyak pernyataan maupun tindakan Bennett yang menyudutkan warga Palestina. Tahun 2013, Bennett pernah berpidato dan menyebutkan bahwa warga Palestina teroris harus dibunuh daripada dibebaskan. Saat menjabat sebagai menteri pertahanan Israel era Netanyahu, Bennett menentang penghentian rencana aneksasi Tepi Barat, Palestina. Bahkan dalam wawancaranya dengan The Time of Israel Februari lalu terkait prospek berdirinya negara Palestina, Bennett menegaskan bahwa selama punya kekuasaan dan kontrol, tidak akan menyerahkan satu sentimeter pun lahan tanah Israel (www.cnnindonesia, 14/06/2021).

Amerika Serikat, dengan kekuasaan baru ini tetap on the track sebagai partner sejati Israel. Presiden AS Joe Biden mengatakan tetap berkomitmen untuk keamanan Israel. Serta akan bekerjasama dengan pemerintah baru untuk memperkuat semua aspek hubungan yang erat dan langgeng antara kedua negara (www.kabar24.bisnis.com,14/06/2021). Maka dipastikan ke depan, setiap Israel membombardir Palestina, AS akan mengulang lagu lamanya dengan menganggapnya sebagai tindakan bela diri Israel. Pun sama dengan PBB yang bukan rahasia umum lagi di bawah ‘kendali’ AS. PBB tetap tak berkutik dengan membabi butanya penjajahan Israel, kecuali hanya kecaman dan diplomasi usang.

Semakin ironi jika melirik ke negeri-negeri muslim sendiri. Sikap dan tindakannya tak jauh beda dengan PBB. Dalam rentang puluhan tahun penjajahan, hanya sekadar mengutuk, mengecam dan mengirim bantuan kemanusiaan. Padahal publik pun tahu bahwa Palestina tak hanya butuh itu. Karena semua itu tak akan bisa menghentikan penjajahan. Tak ada inisiatif para pemimpin sekuler untuk memobilisasi pasukan militer melawan penjajah Israel. Ya tak dipungkiri sekat nasionalisme dan ketergantungan akut pada Barat, membelenggu pemimpin negeri-negeri muslim hari ini.

Jihad dan Khilafah Solusi Tuntas

Hubungan ‘romantis’ AS Israel terbukti yang melanggengkan penjajahan terhadap tanah suci Palestina. Narasi di publik seolah AS juru selamat perdamaian, tapi kenyataannya sponsor utama penjajahan terhadap kaum muslim. Tak hanya di Palestina tapi negeri-negeri muslim lainnya. Ini semakin menunjukkan bahwa tak pantas lagi kaum muslim mengharap solusi tuntas Palestina dari AS atau negara Barat atau PBB. Pun termasuk pemimpin negeri-negeri muslim hari ini.

Solusi tuntas Palestina hanya dapat dilakukan dengan dua langkah. Pertama langkah praktis. Penjajah Israel pengecut, yang berperang di balik tank dan benteng, harus dilawan dengan jihad fisabilillah. Harta dan nyawa taruhannya. Dengan dorongan iman dan keyakinan akan pertolongan Allah SWT, beratnya medan jihad akan menjadi taman syurga bagi para mujahid di Palestina.

Kedua langkah ideologis. Yaitu menumbuhkan kesadaran di tubuh kaum muslim, urgensi keberadaan junnah (perisai) bagi mereka. Junnah tersebut adalah kepemimpinan global (khilafah) yang menyatukan seluruh negeri muslim yang tercerai berai hari ini dengan asas ideologi Islam bukan demokrasi sekuler. Karena sejarah mencatat, penjajahan terhadap Palestina dimulai sejak runtuhnya khilafah Turki Ustmani.

Merupakan keniscayaan adanya perisai ini yang akan memukul dan membungkam jumawanya penjajah Israel. Tak hanya itu akan menghilangkan intimidasi dan penjajahan terhadap muslim di belahan bumi lainnya. Serta mengemban Islam rahmatan lil ‘alamiin. Mengapa? karena khalifah yang ideologi Islam mengalir dalam akal dan jiwanya lah yang akan mendidih darahnya dengan tumpahan darah air mata kaum muslim. Serta yang merindukan penegakan syari’at Islam kaffah untuk ‘izzah Islam dan kaum muslim.

Wallahu a’lam bish-shawabi.

Post a Comment for "Israel PM Baru, Solusi Palestina Tetap Jihad dan Khilafah"