Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bts Meal : Potret Menghamba Idola?

Siapa yang tak kenal dengan BTS, boy grup asal Korea Selatan yang tengah naik daun hingga saat ini, yang fansnya atau biasa dikenal army, ada hampir di seluruh penjuru dunia. ARMY adalah sebutan bagi penggemar boy group Korea Bangtan Boys (BTS). Army ini tidak hanya ada di korea saja, tapi ada di beberapa negara, seperti Thailand, Vietnam Mexico, Taiwan, U.S.A., Brazil, Malaysia dan Indonesia dan negara lainnya. Indonesia termasuk salah satu dengan jumlah army yang cukup besar.

Siapa yang tak kenal dengan BTS, boy grup asal Korea Selatan yang tengah naik daun hingga saat ini, yang fansnya atau biasa dikenal army, ada hampir di seluruh penjuru dunia. ARMY adalah sebutan bagi penggemar boy group Korea Bangtan Boys (BTS). Army ini tidak hanya ada di korea saja, tapi ada di beberapa negara, seperti Thailand, Vietnam Mexico, Taiwan, U.S.A., Brazil, Malaysia dan Indonesia dan negara lainnya. Indonesia termasuk salah satu dengan jumlah army yang cukup besar.

Jika dilihat dari nama fandom tersebut memiliki arti tentara yang bermakna mereka adalah tentara-tentara BTS. Para army-army ini yang akan melindungi dan mendukung BTS sampai kapanpun. Sebagai penggemar berat BTS, kurang lengkap rasanya jadi ARMY tapi tak mengoleksi karya serta merchandise atau pernak-perniknya,. Mulai dari album lagu, photobook, ARMY bomb, poster, dan lainnya. Beberapa merchandise asli pun harganya tak murah. Tak hanya itu, para army ini juga akan mengikuti setiap kegiatan mereka di social media dan menonton konsernya dimanapun itu. Tak ayal banyak kaum remaja yang berangan-angan untuk menjadikan BTS sebagai pacar atau suami atau yang dikenal dengan istilah “halu.”



Seperti yang terjadi saat ini, BTS bekerja sama dengan perusahaan makanan, McDonald's meluncurkan BTS Meal dengan warna kemasan ungu, yang merupakan warna fandom BTS. BTS meal ini dijual dari harga ratusan hingga jutaan, bahkan bungkusannya saja bisa di banderol dengan harga tujuh ratus ribu rupiah. Hal ini membuat para army di Indonesia tak ingin ketinggalan dengan membeli makanan tersebut via online hingga menimbulkan kerumunan di beberapa tempat McDonald's yang menjual bts meal.

Meskipun harganya mahal dan terbatas, serta pembelianya di tengah pandemic yang pasti menimbulkan kerumunan tak membuat para army ini patah semangat dan tetap akan membeli bagaimanapun kondisinya. Tak perduli bahaya yang bisa ditimbulkan. Yang lebih parah, mereka membeli BTS meal hanya karena ingin mendapatkan bungkusannya yang berlogo BTS untuk dijadikan penambah barang koleksi dan pajangan sang idola.

Pemuda Target Empuk bagi para Kapitalis Sekuler

Banyak para army ini beralasan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah sebagai bentuk loyalitas /kesetiaan mereka pada BTS. Sebagimana yang dilansir oleh detikcom army menganggap bahwa dengan membeli BTS meal merupakan bentuk loyalitas mereka pada BTS.

Kata loyal dalam KBBI bermakna setia. Kesetian mereka pada idola itu sangat besar dan mereka rela melakukannya dan itu merupakan suatu kebanggaan tersendri bagi mereka. Dalam hal ini Korea Selatan dengan kesungguhan meraka telah berhasil menancapkan eksistensi meraka pada pemuda muslim. Pemuda muslim tak lagi mengenal sosok yang seharusnya mereka jadikan idola dan pada siapa mereka harus melabuhkan kesetiaan.

Pemuda muslim sengaja dibuat terlena dengan kesenangan dunia yang fana, terbuai dengan wajah tampan nan mempesona. Mereka diarahkan untuk betul-betul totalitas dalam mencitai idola. Bangga berbuat maksiat yang layak dipublikasikan ke sosial media yang akan menegaskan bahwa merakalah sang army sejati. Bahkan gaya hidup mereka sangat tergantung idola mereka, mulai dari makanan, pakaian, dan juga cara pandang. Tanpa mereka sadari meraka telah terjerumus dalam penghambaan kepada manusia, jatuh pada kesyirikan, tenggelam dalam lautan dosa besar. Sedangkan, bagi para kapitalis sekuler meraka bagaikan tambang emas yang akan mendatangkan keuntungan yang besar, potensial sebagai pasar konsumsi.

Sungguh ironis, begitu antusiasnya kita terhadap hal-hal duniawi yang amat kita idolakan atau cintai. Betapa banyak diantara kita yang rela begadang atau bangun dini hari hanya untuk menonton film-film yang disukai, mengeluarkan uang banyak hanya demi bungkusan makanan. Akan tetapi, berapa banyak yang rela bangun dini hari untuk solat tahajud?

Padahal semua itu akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Allah berfirman:“Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (TQS. al-An’am: 32).

Islam Pencetak Generasi Terbaik

Jauh berbeda dengan kehadiran islam kaaffah dalam bingkai negara khilafah yang menghasilkan generasi terbaik dengan penghambaan total kepada allah, setia menjalankan syariat islam dan menjadikan nabi Muhammad dan sahabat sebagai idolanya. Menjadikan islam sebagai ideologinya.

Negara khilafah tidak akan menjadikan pemuda islam sebagai obyek penghasil keuntungan, akan tetapi mendidik mereka untuk menjadi khoiruh ummat, menjadi sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan dan yang paling penting adalah menyadarkan status mereka sebagai hamba allah bukan hamba dunia.

Sebagimana pada masa khilafah islam lahir para pejuang agama-agama allah. Ada kholid bin walid, sang pedang allah, hamzah, sang singa allah, Sholahuddin Al Ayyubi sang pembebas Palestina dan seorang pemuda yang disabdakan sebagi pemimpin terbaik bagi pasukan terbaik yang menaklukan keangkuhan dan kepongahan Konstantinopel.

Tentunya para pejuang ini, tidak akan lahir dari system sekularisme kapitalis dan asas kebebasanny.a yang menjadikan manusia menghamba manusia, tetapi para pejuang ini akan lahir di tengah penerapan islam secara kaaffah dalam naungan negara Khilafah.

Oleh karena itu, harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terkait sistem kehidupan dan harus ada yang memperjuangkan penerapan islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan dengan tegaknya daulah khilafah ‘ala minhaji an-nubuwwah sebagai institusi pencetak generasi pejuang agama Allah.

Zahratunnisa (Aktivis Mahasiswi Kendari)

Post a Comment for "Bts Meal : Potret Menghamba Idola?"