Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gencatan Senjata Membuat Palestina Semakin Menderita

Kiblat pertama kaum muslim banjir darah. Semesta hujan air mata. Peperangan terus terjadi antara Palestina dengan tentara Israel di Jalur Gaza, gempuran rudal-rudal meluluhlantakkan bangunan-bangunan yang ada di Jalur Gaza dari gempuran rudal-rudal tersebut mengakibatkan banyak warga Palestina mengalami luka-luka, dan banyak yang meninggal dunia terutama anak-anak yang tinggal di Jalur Gaza menjadi korban serangan yang dilakukan oleh tentara Israel.

Oleh: Aulia Hanifa (Mahasiswi STEI Hamfara Yogyakarta)

Naas ! Kiblat pertama kaum muslim banjir darah. Semesta hujan air mata. Peperangan terus terjadi antara Palestina dengan tentara Israel di Jalur Gaza, gempuran rudal-rudal meluluhlantakkan bangunan-bangunan yang ada di Jalur Gaza dari gempuran rudal-rudal tersebut mengakibatkan banyak warga Palestina mengalami luka-luka, dan banyak yang meninggal dunia terutama anak-anak yang tinggal di Jalur Gaza menjadi korban serangan yang dilakukan oleh tentara Israel.

Israel terus menerus melakukan serangan kepada Palestina hingga 11 hari berturut-turut yang berada didaerah Kantong yang telah dikepung oleh tentara Israel dan meluncurkan ribuan rudal-rudal ke Palistina, dalam 11 hari seranga tersebut telah membuat warga Palestina merasa khawatir dan ketakutan karna semua harta benda dan sanak saudara terkena imbasnya dari rudal-rudal Israel tersebut, banyak korban dalam serangan tersebut mulai dari laki-laki, perempuan, lansia dan anak-anak.

Banyak korban meminggal dunia adalah anak-anak yang masih dibawah umur, para tentara Israel tidak tangung-tangung terus menerus memborbadir Palestina hingga akhirnya memunculakan sebuah kesepakatan gencatan senjata yang dilakulan oleh Israel dengan Palestina di Jalur Gaza akan tetapi masih terdapat ketegangan di daerah Yerusalem Timur disana para polisi-polisi Israel menuju ke Masjid Al-Aqsa untuk menyerang warga Palestina yang telah selesai melakukan sholat jumat dengan menembakan gas air mata.

Kantor berita Aljazeera melaporkan dari penduduk Yerusalem Timur bahwa penyerangan dari polisi Israel munuju kompleks Masjid Al-Aqsa dilakukan secara tiba-tiba dan memunculkan kerapuhan dari gencatan senjata tersebut, dikatakan oleh Abdel Hamid bahwa "Polisi Israel mengatakan bahwa beberapa pemuda yang berada dikompleks Al-Aqsa melempari polisi Israel dengan batu. Namun warga Palestina mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan sejak dini hari ketika mereka tiba dimasjid. Mereka dikepung oleh polisi Israel dan mereka merasakan tertekan." (CNBC INDONESIA, 22/05/2021).

Dalam hal ini bahwa genjatan senjata ini meninbulkan kerapuhan yang artinya bahwa dengan jelas hamas mengatakan tidak akan lagi terjadi penyerangan yang ada dikomplek Masjid Al-Aqsa oleh Israel akan tetapi ketegangan itu pun masih ada dan tidak tercapai sampai saat ini dan yang lebih fatalnya lagi akan menimbulakn korban jiwa semakin banyak karena permasalahan perebutan tanah yang dilakukan oleh Israel ini kepada Palestina sangatlah kejam.


Dibalik Gencatan Senjata yang Dilakukan Oleh Israel Dengan Palestina

Tanah yang berada di Palestina itu sebagai tanah wakaf yang dimiliki oleh kaum muslimin yang bukan hanya dimiliki oleh bangsa Arab maupuan negara Palestina saja, pada saat penjajahan yang dikalukan oleh Israel terhadap Palestina ini sudah sangat berlangsung lama sekitar 70 tahun yang awal mulanya terjadi peperangan tersebut pada tahun 1948. Pada waktu itu hingga sekarang banyaknya tragedi-tragedi bermunculan yang dialami kaum Muslim yang berada di Palestina tersebut.

Palestina terus menerus mengalami penderitaan hingga banyak korban jiwa berjatuhan dari tahun ke tahun yang dilakukan oleh Zionis Yahudi yang bermula dari awal pendudukan sampai saat ini. Pada saat itu Palestina sudah berada dibawah naungan Islam yang pada saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al-Khaththab yang terjadi pada tahun 15 H.

Khalifah Umar bin al-Khaththab yang terjun langsung dalam menerima tanah dari Syafrunius yang dalam perjanjian "Umariyah", perjanjian itu berisi tentang usulan yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani bahwa "Bagi orang-orang Yahudi tidak diperkenankan untuk tinggal di dalamnya."

Akan tetapi semenjak Khilafah Utsmaniyah mulai runtuh yang terjadi pada tahun 1924 itu lah menimbulkan pergejolakan yang sangat fatal karena wilayah Palestina jatuh ketangan para Zionis-Zionis Yahudi yang kemuadian para Zionis Yahudi ini menduduki kota Palestina sebagai negara Israel yang terjadi pada tahun 1948 dengan menguasai wilayah Palestina sebesar 77% tanah yang berada di Palestina.

Tidak hanya merebut wilayah saja, para Zionis Yahudi ini juga mengusir kaum Muslimin di Palestina yang berada ditanah mereka sebesar 2/3 orang yang di usir. Hingga saat ini peperangan terus terjadi antara Isreal dengan Palestina yang mengunakan rudal-rudal Israel untuk menyerang kaum Muslimin yang ada di Palestina, hingga memakan korban meninggal dunia sebanyak 248 orang dari warga Palestina.

Semua bangunan telah hancur lebur akibat rudal-rudal dari Israel, sedangkan Israel sendiri yang menyerang Palestina dengan rudal-rudalnya menewaskan 12 orang saja, sungguh kejamnya Israel ini telah menewaskan nyawa saudaranya sendiri setiap hari, dihalang-halangi untuk melakukan sholat di Masjid Al-Aqsa, dan rudal-rudal selalu berjatuhan di wilayah Palestina. Palestina harus bangkit dari kekejaman Zionis Yahudi ini.


Hanya Khilafah Solusi Hakiki Konflik Plestina-Israel

Penderitaan yang dialami kaum Muslim saat ini dikarenakan sudah hilangnya Junnah yang ada ditengah-tengah masyarakat yaitu Khilafah Islamiyah, kaum Muslim harus bangkit dan segera mengembalikan Junnah agar Umat bisa terlepas dari kekejaman yang dilakukan oleh para Zionis-Zionis Yahudi.

Junnah ini harus benar-benar diterapkan dimuka bumi ini bukan hanya dipandang sebelah mata saja oleh orang-orang akibatnya jika tidak segera ditegakkan akan terus menerus setiap harinya akan banyak kaum Muslim yang kehilangan nyawanya bahkan keadilan selama hidupnya pun tidak diperoleh, kaum Muslimin berhak mendapatkan keadilan yang hakiki.

Umat Islam harus bersatu agar meraih kemenangan Khilafah Islamiyah dalam Hadits disampaikan oleh Hudzaifah yang dikatakan Rasulullah bersabda:, yang artinya: ”Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan Al-Bazzar)

Ketika Khilafah Islamiyah ditegakan dimuka bumi ini Umat akan dilindungi bagi kaum Muslimin maupun NonMuslim karena itu kewajiban bagi Khilafah Islamiyah untuk menjaga kehormatan, akal, agama, harta, jiwa, keamanan, serta hak-hak mereka dengan demikiran Umat akan merasa ini Negara yang sesungguhnya yaitu Negara yang mementingkan rakyatnya tanpa ada rasa egois,serakah, gila dengan pangkat semua itu sudah diatur oleh Khilafah Islamiyah agar semua Umatnnya merasakan indahnya Negara Islam itu sangat damai.

Negara Khilafah Islamiyah juga telah mengurus bagaimana kekuatan militernya yang tangguh dan sumber daya yang melimpah ruah akan dikelolah dengan baik oleh Khilafah Islamiyah sehingga tidak ada lagi yang merasakan kelaparan,kemiskinan, dan semua negara-negara merasakan aman dibawah naungan Khilafah tanpa ada lagi peperangan serta penindasan yang dilakukan oleh orang-orang Kafir. Jika mereka mau Negara Khilafah Islamiyah ini tegak dimuka bumi, maka semua masalah yang ada didunia ini dapat diselesaikan dengan sempurna.

Wallahu a’lam Bish-showwab.

Post a Comment for "Gencatan Senjata Membuat Palestina Semakin Menderita"