Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

GENCATAN SENJATA ISRAEL-PALESTINA DAN POSISI DUNIA ISLAM

Negeri para Anbiya kembali terkoyak darah para syuhada kembali tertumpah. Saat umat Muslim sedang khusuk melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan 1442H para Zionis pengisap darah kembali menyerang membabi buta. Berdasarkan laporan Aljazeera, pengeboman Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, 1900 Orang cedera dan membawa kerusakan luas ke wilayah yang sudah miskin itu. Di pihak Israel, 12 orang, termasuk dua anak, tewas.

 Oleh : Deti Murni, SE (Pegiat Opini dan Literasi Islam)

Negeri para Anbiya kembali terkoyak darah para syuhada kembali tertumpah. Saat umat Muslim sedang khusuk melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan 1442H para Zionis pengisap darah kembali menyerang membabi buta. Berdasarkan laporan Aljazeera, pengeboman Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, 1900 Orang cedera dan membawa kerusakan luas ke wilayah yang sudah miskin itu. Di pihak Israel, 12 orang, termasuk dua anak, tewas.

Uni Emirat Arab (UEA) siap memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel, seusai keduanya sepakati gencatan senjata. Kantor berita negara UEA, Minggu 23/5/2021) melaporkan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al-Nayhan siap mewujudkan perdamaian. SERAMBINEWSCOM, Minggu 23/05/2021

Sudan menyambut baik deklarasi gencatan senjata antara Israel dan Palestina. Dikutip dari Reuters, Kementerian Luar Negeri Sudan juga mengapresiasi upaya Mesir, regional, dan internasional untuk mencapai kesepakatan ini.KumparanNews 22/05/2021

Sikap pemimpin Indonesia melalui juru bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan Presiden Joko Widodo menyampaikan sikap yakni mengutuk tindakan pengusiran paksa warga Palestina dari Shreikh Jarrah, Yerusalem Timur. Serta mengutuk penggunaan kekerasaan terhadap warga sipil Palestina di Masjidil Aqsa. TribunNews.com 21/05/2021

Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza terjadi pada Jumat (21/05/2021) dini hari, tetapi masih ada ketegangan di Yerusalem Timur di mana polisi Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina setelah salat Jumat (21/05/2021). CNBC Indonesia, 22/05/2021

Dimana posisi dunia Islam di saat saudaranya terluka?

Dari An-Nu’man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasullulah SAW bersabda, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mreka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Mslim No 4685)

Melihat sikap para penguasa negeri-negeri muslim khususnya para penguasa Arab hanya mampu menjadi pecundang, hanya pandai bersilat lidah, hanya pintar bermain retorika hanya mampu mengutuk, mengecam bahkan mendukung untuk melakukanperdamaian dan gencatan senjata. Ditambah sedikit bantuan kemanusiaan, itupun sering hanya demi pencitraan. Tak sedikitpun ada kemauan untuk mengirimkan tentaranya untuk berjihad membela kaum Musim di Palestina. Padahal kalau kita lihat yang paling Palestina butuhkan adalah bantuan yang akan membebaskan mereka dari cengkraman penjajah yang seakan-akan menjadi malaikat maut bagi warga Palestina.

Mengapa para penguasa dunai Islam hanya focus kepada korban warga Palestina, tidakkah kita mau belajar dari sejarah. Tidakkah cukup waktu 70 Tahun untuk memberikan solusi tuntas warga Palestina. Kemana suara para pejuang HAM untuk Palestina? Mengapa mereka bungkam. Kemana juga suara PBB, Amerika, Rusia, Eropa ataupun Cina untuk warga Palestina semua bisu, buta dan tuli untuk kekejaman yang terjadi di Palestina.

Mengapa para pemimpin dunia Islam dan kaum muslim tidak merubah focus cara pandang untuk membebaskan Palestina. Sekarang rubah cara pandang kita, akar masalah sebenarnya adalah para penjajah zionis Israel bukankah mereka yang menjadi biang masalah. Senjata lawan senjata barulah bisa dikatakan perang ini seimbang. Bila selama 70 Tahun ini senjata di lawan dengan obat, senjata dilawan dengan pakaian dan selimut, senjata dilawan dengan makanan. Maka tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Bantuan yang paling mendesak adalah bala tentara yang akan membebaskan warga Palestina dari Zionis penjajah Yahudi Israel yang menduduki negeri mereka. Mengusir para penjajah dari negeri Palestina dan memberikan mereka kedamaian. Tidak menafihkan bantuan lain berupa makanan, obat-obatan, pakaian dan lain sebagainya. Apatah artinya kalau mereka makan tapi setelah itu mereka dibunuh, apatah artinya setelah diobati mereka dilukai kembali dan apatah artinya setelah mereka berpakaian rapi mereka dibombardir kembali. Sungguh ironis, sungguh menyedihkan….

Gencatan senjata yang diusulkan berbagai pemimpin dunia Islam hanya menegaskan tiadanya pembelaan sempurna terhadap saudara muslim Palestina, membiarkan zionis berlindung dan memulihkan kekuatan di balik istilah gencatan senjata dan perdamaian. Gencatan senjata adalah strategi Israil untuk memulihkan kekuatan mereka. Ujung-ujungnya jebakan diplomasi, duduk bersama dan perdamaian lagi. Kemudian dibantai lagi.

Tidakkah belajar dari pengalaman, sejak tahun 1948 hingga kini Tahun 2021 bukan waktu yang sebentar 70 Tahun lamanya. Setiap terjadi agresi selalu diselesaikan dengan cara diplomasi dan yang menjadi korban selalu warga Palestina.

Solusi Islam untuk Palestina

Bagaimana Islam memberikan solusi atas tragedi yang menimpa umat Islam di seluruh dunia. Palestina hanya salah satu dari ribuan tragedi yang ada sebut saja tragedi pembantaian umat Islam di Myanmar (Burma), di Xinjiang, Cina, di Kashmir, India bahkan masih berlangsung hingga sekarang.

Allah SWT berfirman yang artinya “siapa saja yang membunuh satu orang, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia (TQS al-Maidah [5]: 32).

Rasulullah bersabda “kehancuaran dunia ini lebih ringan di sisi allah dibandingkan dengan membunuh seorang Muslim (HR at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).

Dari ayat dan hadist di atas Islam mengharamkan menumpahkan darah tanpa haq. Solusinya adalah dengan Jihad fii sabillilah membebaskan kaum muslim dari kebengisan kafir penjajah. Dengan satu kepemimpinan yang dikomando oleh seorang Khalifah dalam bingkai daulah Islam.

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari). Dan Sesungguhnya al-imam (Khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud).

Marilah kita belajar dari sejarah wahai anak cucu keturunan Umar bin Khattab, penerus generasi Shalahuddin al Ayyubi dan anak keturunan Khalifah Sultan Abdul Hamid II yang tegas menyerukan jihad fii sabilillah. Bukankah kita berasal dari generasi pemimpin yang gagah berani. Tidakkah kalian ingin hidup mulia dalam naungan Khilafah min hajjin nubuwah.

Wallahu’alam bish-shawwaf

Referensi:

https://aceh.tribunnews.com/2021/05/23/uni-emirat-arab-siap-fasilitas-perdamaian-palestina-israel-oki-serukan-solusi-dua-negara

https://kumparan.com/kumparannews/sudan-sambut-baik-gencatan-senjata-antara-israel-dan-palestina-1vn6fucKfal

https://www.cnbcindonesia.com/news/20210522050326-4-247509/gencatan-senjata-tapi-polisi-israel-masih-serbu-al-aqsa

Post a Comment for "GENCATAN SENJATA ISRAEL-PALESTINA DAN POSISI DUNIA ISLAM"