Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Batalnya Pemberangkatan Haji, Mengapa?

Haji adalah kewajiban bagi seorang muslim yang mampu satu kali dalam hidup.  Allah SWT berfirman, yang artinya “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS Ali Imran [03]: 97).  Dalam hadis Nabi SAW bersabda, “Wahai manusia, Allah SWT telah mewajibkan haji kepada kalian, maka berhajilah.”  Namun, kondisi saat ini terjadi pembatalan pemberangkatan haji, patut kita pertanyakan bagaimana komitmen Pemerintah dan negara Indonesia dalam menjamin pelaksanaan ibadah utama tiap-tiap warga negaranya?

Oleh : Nabilah(Penggerak Majelis Ta'lim Muslimah Cerdas)

Bercampurnya rasa kecewa, sedih dan galau itulah yang dirasakan kalangan peserta Haji tahun ini karena mereka batal untuk berhaji. Salah satu alasan pemerintah membatalkan penyelenggaraan haji adalah demi keselamatan dan kesehatan di saat pandemi yang belum berakhir. Walaupun diluar banyak beredar rumpr-rumor yang laen terkait alasan pembatalan penyelenggaraaan haji dari Kemenag. (cnbcindonesia.com)

Haji adalah kewajiban bagi seorang muslim yang mampu satu kali dalam hidup.

Allah SWT berfirman, yang artinya “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS Ali Imran [03]: 97).

Dalam hadis Nabi SAW bersabda, “Wahai manusia, Allah SWT telah mewajibkan haji kepada kalian, maka berhajilah.”

Namun, kondisi saat ini terjadi pembatalan pemberangkatan haji, patut kita pertanyakan bagaimana komitmen Pemerintah dan negara Indonesia dalam menjamin pelaksanaan ibadah utama tiap-tiap warga negaranya?

Kalau alasannya terkait belum ada nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan haji maka sesulit apa hal itu bisa diupayakan? Bukankah seharusnya hal itu bisa diupayakan jauh-jauh hari sebelumnya? Apalagi di era digital maka akses komunikasi sangat terbuka lebar dan mudah. Jika memang ada permasalahan berkaitan dengan kesehatan sebagaimana yang disampaikan oleh pemerintah, maka bisa diupayakan penyelenggaraan dengan tetap menjaga prokes kesehatan. Dengan mengoptimalkan ikhtiyar jauh-jauh hari sebelumnya.

Misal persiapan masker, hand sanitizer, termasuk vaksin yang dijadikan syarat untuk bisa berhaji sesuai standart yang ditetapkan.

Namun sayang pemerintah terkesan terburu -buru membuat keputusan dengan membatalkan penyelenggaraan haji. Ini pada akhirnya membuat rakyat memiliki kesan tersendiri pula bahwa pemerintah punya alasan lain atas pembatalan ini.

Ini berbeda halnya dengan pengadaan ibadah haji di masa khilafah. Sistem pemerintahan Islam sangat menjaga pelaksanaan syariat Islam bagi setiap warga negaranya. Begitupula dengan ibadah haji sebagai bagian dari rukun Islam tentu menjadi prioritas yang akan dijaga pelaksanaannya oleh negara.Dengan kata lain, negara akan melakukan upaya maksimal untuk memastikan terlaksananya kewajiban haji oleh rakyat. Jika pun ada hambatan terkait pemberangkatan jemaah haji, negara akan berusaha menghilangkan hambatan tersebut.

Selain urusan ibadah rakyat, sistem Islam mewajibkan pemimpin negara untuk sungguh-sungguh mengurusi hajat hidup rakyatnya (raa’in), mulai dari urusan pangan, sandang, dan papan. Negara menjamin kebutuhan pokok rakyat, karena itu adalah amanah besar pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak di hari kiamat.

Di dalam hadis disebutkan, “Imam (Khalifah) adalah sebagai Raa’in (pengurus rakyat) dan Ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).

Pada masa Khilafah Islamiyah, terdapat beragam sarana dan bantuan yang disiapkan negara agar sempurna kewajiban haji warga negaranya.

Bagaimana dengan hari ini sistem yang diemban bukan dari Islam, segala pengaturan hidup rakyat tidak mengambil dari hukum-hukum Allah dan mengambil teladan Dari para khulafaur rosyidin terdahulu.

Wallahu a'lam bishowab

Post a Comment for "Batalnya Pemberangkatan Haji, Mengapa?"