Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tanpa Khilafah, Palestina Terus Dijajah oleh Israel

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Islam, semua bergembira menyambutnya, bersyukur masih dipertemukan oleh ramadhan yang dinanti-nanti untuk fastabiqul khairat. Namun di Gaza Palestina berbeda dengan kita di Indonesi, beribadah, sahur dan berbuka dengan damai sedangkan warga Palestina dalam kebimbangan bahkan makananpun sulit untuk mereka dapatkan.

Oleh : Sasmin (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton)

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Islam, semua bergembira menyambutnya, bersyukur masih dipertemukan oleh ramadhan yang dinanti-nanti untuk fastabiqul khairat. Namun di Gaza Palestina berbeda dengan kita di Indonesi, beribadah, sahur dan berbuka dengan damai sedangkan warga Palestina dalam kebimbangan bahkan makananpun sulit untuk mereka dapatkan.

Selama dua hari berturut-turut polisi israel melarang warga Palestina buka puasa di Masjid AL aqsa, Yerusalem, polisi Israel juga menyerang warga Palestina sepulang dari sholat tarawih di masjid dan melarang azan malam di Masjid Al Aqsa untuk malam kedua berturut-turut.

Ratusan orang yang selesai sholat tarawih diserang oleh polisi saat mereka sampai digerbang Damaskus, salah satu gerbang utama ke kota tua Yerusalem. Polisi menyerang orang-orang Palestina dan melarang mereka duduk ditangga di luar Gerbang Damaskus. Polisi Israil bahkan menembak granat kejut kearah warga Palestina dan menahan lima orang (tempo.co, Jakarta 19/4/2021).

Tembakan roket Palestina mengikuti kemartiran seorang pemuda Palestina oleh seorang penduduk kota. Pemuda tersebut ditangkap dan dibunuh oleh seorang pemukiman Zionis ditimur Nablus, dekat Yerikho (Konfirmasitimes.com jakarta, 16/4/2021).

Kondisi warga Palestina amat miris di saat kita menjalani Ramadhan dengan suka cita namun mereka menjalankan ibadah puasa dibawah penjajahan Israel, meski mendapatkan intimidasi dari penjajahan, tampaknya kaum muslimin diseluruh dunia tidak memiliki kekuatan untuk membela saudara seiman akibat mereka tersekat nasionalisme.

Akibat paham nasionalisme, kaum muslimin dinegeri lain bungkam terhadap kondisi di Palestina, menganggap bahwa urusan orang lain bukan urusan mereka, inilah yang menyebabkan musuh Islam senang dan melancarkan aksinya.

Rasulullah pernah bersabda, “Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh merasakan kesakitan maka anggota tubuh lainnya ikut merasakan (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas adalah gambaran untuk umatnya bahwa tidak ada perbedaan di antara kita selama memiliki iman yang sama sekalipun negara yang berbeda sehingga apa yang dirasakan oleh warga muslim di Palestina adalah pukulan juga buat seluruh umat muslim dunia dan wajib memberikan pertolongan. Amat disayangkan selama khilafah runtuh, umat muslim hari ini terpecah belah, amat bodoh terhadap urusan muslim lainnya dan lebih memprioritaskan keuntungan pribadi.

Di masa kekhalifahan Utsmani, Sultan Abdul Hamid II ketika ditawarkan dinar (mata uang negara islam) oleh seorang Yahudi untuk melunasi utang negara dengan syarat kaumnya bisa menduduki wilayah Palestina, namun balasan Sultan menggagalkan rencananya dan menolak secara tegas.

Hal inilah yang menyebabkan timbulnya rencana penjajahan zionis terhadap Palestina yang dirancang sejak 100 tahun sebelumnya, tetapi keberhasilan tidak pernah diraih sebab negara Islam masih berdiri kokoh dan memiliki pemimpin yang amat cerdas yaitu Sultan Abdul Hamid II.

Sultan Abdul Hamid II menyampaikan kepada pejabatnya bahwa ini bukanlah masalah pribadi melainkan menyangkut rakyat dan negara sehingga mereka harus tetap menjaga walaupun tidurpun tak lelap.

Kedamaian hanya akan bisa tercapai dengan aturan Islam, terjajahnya negara Palestina hanya bisa diatasi dengan penerapan aturan Islam. Adanya pemimpin yang kuat, akan membuat gentar musuh-musuh Islam.

Oleh karena itu aturan Islam harus segera ditegakan dalam bingkai Khilafah agar para penjajah zionis berhenti melakukan kejahatannya.

Wallahu A’lam Bisshawab.

Post a Comment for "Tanpa Khilafah, Palestina Terus Dijajah oleh Israel"