Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan biarkan Zionis Yahudi memulihkan kekuatan dibalik istilah gencatan senjata

Kaum muslimin harus banyak mengulurkan tangannya kepada saudaranya di Palestina. Karena mereka adalah bagian terpenting dari sendi-sendi kehidupan Islam. Palestina dan Al-Aqsa tidak boleh lenyap dibumihanguskan oleh kafir penjajah yang biadab. Jika bukan dari dukungan sesama kaum muslimin dari mana lagi mereka

Oleh: Dede Nurmala

Kabar gembira dari saudara kita di Palestina sudah sampai ketelinga beberapa minggu lalu. Kebahagiaan itu terpancar dari beberapa tokoh bahkan kaum muslimin tersendiri khusus yang ada di Indonesia. Itu merupakan suatu kemenangan bagi rakyat Palestina. Kemenangan sementara dari kejinya penjajah. Namun, setidaknya kabar kemenangan itu menenangkan hati bagi kaum muslimin.

Kantor berita negara UEA, Minggu 23/5/2021) melaporkan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al-Nayhan siap mewujudkan perdamaian.

Komentar Sheikh Mohamed datang saat panggilan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Dia memberi apresiasi ke Mesir yang telah berhasil menggerakkan gencatan senjata Israel dan Palestina setelah 11 hari pertempuran. Serambinews.com

Negara-negara Islam salahsatunya Sudan telah mengapresiasi upaya Mesir, regional, dan internasional untuk mencapai kesepakatan. Kesepakatan yang dibuat yaitu untuk tidak melanggar hak-hak warga Palestina. Sekalipun Sudan termasuk negara yang sudah bergabung kepada UEA dan bergerak normalisasi hubungan dengan Israel. www.kumparannews.com (22/5/2021).

Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza terjadi pada Jumat (21/05/2021) dini hari, tetapi masih ada ketegangan di Yerusalem Timur di mana polisi Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina setelah salat Jumat (21/05/2021). cnbcIndonesia.com.

Memang sangat jelas Palestina belum sepenuhnya merdeka dari penjajah. Maka dari itu kaum muslimin dipenjuru bumi harus sadar bahwa ini bukan hanya urusan mereka yang ada di Palestina tapi juga urusan kaum muslim di dunia. Sehingga kita tidak meremehkan masalah yang terjadi kepada mereka saudara seaqidah kita.

Begitupun setelah terjadi gencatan senjata ini. Umat Islam tetap harus memperhatikan mereka yang ada di Palestina. Karena ancaman darah dan nyawa mereka masih diusik Zionis. Sehingga sedikitpun kaum muslim tidak boleh lengah padangan kepada mereka.

Kaum muslimin harus banyak mengulurkan tangannya kepada saudaranya di Palestina. Karena mereka adalah bagian terpenting dari sendi-sendi kehidupan Islam. Palestina dan Al-Aqsa tidak boleh lenyap dibumihanguskan oleh kafir penjajah yang biadab. Jika bukan dari dukungan sesama kaum muslimin dari mana lagi mereka mendapat perlindungan dan bantuan.

Namun, umat Islam tidak memiliki kekuatan sepenuhnya untuk melindungi saudara-saudaranya di Palestina. Apalagi negeri-negeri Islam mulai membuka hubungan diplomatik terhadap Israel. Maka, sangat tidak ada harapan untuk negeri-negeri Islam mampu membebaskan warga Palestina dari cengkraman Zionis.

Warga Palestina butuh kekuatan negara untuk melawan kekejian yang terus dilakukan Zionis. Dan Negara itu adalah Negara yang menerapkan sistem Islam dalam pemerintahannya.

Maka, semoga segera hadir Negara yang menerapkan syari'at Islam dalam segala aspek kehidupan. Agar Palestina terbebas dari jeratan kafir penjajah. Dan Al-Alqsa tetap menjadi masjid milik kaum muslim seutuhnya.

Wa' Allahu a'lam biishowab.

Post a Comment for "Jangan biarkan Zionis Yahudi memulihkan kekuatan dibalik istilah gencatan senjata"