Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Idul Fitri Menjadi Hari Kesedihan tanpa junnah


Hari raya idul fitri menjadi hari dimana kebahagiaan mengalir penuh dengan rasa aman dan tenteram. Namun beda untuk mereka-mereka yang tengah dijajah keluarganya, tempat tinggalnya, negaranya, bahkan nyawanya pun akan menjadi sasaran empuk. Contohnya di Palestina yang berpuluh tahun lebih merasakan penjajahan yang luar biasa dilakukan para laknatullah tentara zionis israel. Zionis israel tidak lagi memandang apapun untuk melakukan perbuatannya dengan umat islam yang ada di palestina.

Oleh : Rosalina Nuning Sari

Sebuah sudut kota Hotan, Xinjiang, China, kini berisi tumpukan puing-puing bangunan. Sudut itu, dulu adalah lokasi Masjid Heyitkah yang kemudian dirobohkan dan jadi puing di tempatnya pernah berdiri.(Jakarta, CNN Indonesia)

Sejumlah gambar satelit dan analisis visual oleh Earthrise Alliance kepada AFP menunjukkan ada 36 masjid dan bangunan keagamaan lainnya yang diruntuhkan atau dihapus oleh pemerintah setempat sejak 2017.

Sedangkan pada masjid yang masih berdiri, para jemaat harus melewati metal detector untuk melaksanakan kewajiban mereka kepada Yang Maha Kuasa, atau sekadar menjalankan keyakinan mereka.

"Situasi di sini amat ketat, membuat saya deg-degan," kata seorang Muslim yang meminta disamarkan demi alasan keamanan. "Saya tidak pergi ke masjid lagi. Saya takut,"

Banyak sekali penindasan yang dilakukan oleh mereka-mereka yang berkuasa sesuka hati untuk berbuat kejahatan dan menghancurkan agama islam. Contohnya negara Kashmir, Uighur, Rohingya, Palestina dst, semuanya diperlakukan tidak adil sehingga untuk melakukan ibadah harus butuh pengorbanan dan keberanian melawan para penghancur umat islam ini.

Hari raya idul fitri menjadi hari dimana kebahagiaan mengalir penuh dengan rasa aman dan tenteram. Namun beda untuk mereka-mereka yang tengah dijajah keluarganya, tempat tinggalnya, negaranya, bahkan nyawanya pun akan menjadi sasaran empuk. Contohnya di Palestina yang berpuluh tahun lebih merasakan penjajahan yang luar biasa dilakukan para laknatullah tentara zionis israel. Zionis israel tidak lagi memandang apapun untuk melakukan perbuatannya dengan umat islam yang ada di palestina.

Sistem kapitalis inilah yang menjadikan hidup tidak bisa hidup bebas beragama karena mereka para kapitalis hanya menuruti hawa nafsunya saja dan bersifat material. Sehingga kepedulian tidak lagi dipandang, jika menurut mereka tidak layak untuk dipertahankan pasti mereka akan menenggelamkan dari arah manapun. Kepuasan yang semata mata hanya karena materi tidak pantas untuk diterapkan di berbagai penjuru dunia karena jika itu sampai terjadi kejahatan akan terus bertambah dan akan lebih parah lagi seiring dengan berjalannya waktu.

Sudah saatnya muslim sedunia butuh junnah yakni khilafah untuk memberi jaminan rasa aman dan perlindungan dari beragam serangan, ancaman dan memberikan kesejahteraan. Sistem khilafah akan memunculkan keamanan serta mengatasi berbagai problem kehidupan di seluruh dunia. Kekacauan akan diselesaikan sesuai dengan syariat agama islam sehingga berjalan dengan sangat baik.

Dalam naungan khilafah islamiyah tadi akan menjadikan seluruh kaum muslim bersatu dan bersama-sama untuk memperjuangkan kedzoliman yang ada di muka bumi ini dan tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan as sunnah. Kehidupan akan terarah dan para kapitalis-sekulerisme ini tidak akan melakukan perbuatan yang kejam terhadap semua umat. Atas izin Allah sistem khilafah ini akan hadir di tengah-tengah umat islam dan mencapai titik dimana semua akan berpegang pada aturan Allah.

Wallahu'alam bishowab

Post a Comment for "Idul Fitri Menjadi Hari Kesedihan tanpa junnah"