Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menguak Moderasi Islam, Dimana Peran Mahasiswa?

Menyikapi persoalan moderasi tentu ini bukan hal baru namun ditujukan kemana itu yang harus diperhatikan. Moderasi adalah jalan pertengahan dan ini sesuai dengan inti ajaran islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Seperti itu ungkapan maksud dari moderasi islam tersebut.

Oleh: Asma Sulistiawati Mahasiswa (Universitas Muhammadiyah Buton)

Dalam suatu kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam suatu fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan Indonesia akhir-akhir ini menghadapi tantangan berat dalam kehidupan beragama. Selain gerakan transnasionalisme Islam yang memunculkan gerakan radikal, Indonesia juga terus menghadapi ideologi sekuler yang berupaya meminggirkan peran agama dalam bernegara.Dia menjelaskan serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan aksi penyerangan Mabes Polri menjadi bukti nyata bahaya gerakan Islam transnasional. Ironisnya, gerakan yang didominasi pemikiran skripturalis fundamentalisme itu kini telah menghinggapi banyak anak muda (jpnn.com,06/04/2021).

Menyikapi persoalan moderasi tentu ini bukan hal baru namun ditujukan kemana itu yang harus diperhatikan. Moderasi adalah jalan pertengahan dan ini sesuai dengan inti ajaran islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Seperti itu ungkapan maksud dari moderasi islam tersebut.

Namun, dengan adanya moderasi ini untuk menghalau apabila ada perilaku yang dikatakan ekstrim dan tidak sesuai dengan norma yang dimaksud. Tetapi apakah ini solusi apalagi ketika dikonsumsi oleh kaum pemuda atau mahasiswa ?

Karena ketika kita menginginkan Islam yang adil dan tidak memihak itu sebenarnya sudah dilakukan semenjak Rasulallah mendakwahkannya di Mekah pada saat itu. Ketika kita tidak mau Islam yang terlalu kuat atau serius jadi mau yang biasa - biasa saja bagaimana? Sedangkan Rasul dan para sahabat berdakwah dan berIslam secara serius.

Peran Mahasiswa

Kaum agent of change yang akan membawa perubahan dan dapat memajukan dan menggerakan peradaban. Tetapi hening tak bersuara, padahal dulu pernah menggemparkan jagat raya karena persatuan suaranya.

Akibatnya ketika kita bungkam, Islam yang akan selalu digoreng. Tentu dari upaya moderasi ini ada tujuan dan penekanan yang ingin dilakukan. Khususnya kepada kelompok yang berdakwah menyuarakan Islam kaffah. Sehingga ketika ini didiamkan secara terus menurus akan semakin berdampak juga kepada pemuda. Kenapa?

Karena moderasi agama, hakekatnya liberalisasi akidah dan melemahkan keimanan generasi. Moderasi beragama dibutuhkan karena adanya sikap ekstrim dalam beragama. Sementara ekstrem yang dimaksud memiliki 3 patokan yakni, pertama, dianggap ekstrem kalau atas nama agama, seseorang melanggar nilai luhur dan harkat mulia kemanusiaan, karena agama kan diturunkan untuk memuliakan manusia.

Kedua, dianggap ekstrem kalau atas nama agama, seseorang melanggar kesepakatan bersama yang dimaksudkan untuk kemaslahatan; dan ketiga, dianggap ekstrem kalau atas nama agama, seseorang kemudian melanggar hukum. Jadi, orang yang atas nama menjalankan ajaran agamanya tapi melanggar ketiga batasan ini, bisa disebut ekstrem dan melebihi batas.

Bahkan karena moderasi pun dapat menghambat dari penerapan syariat secara total. Pun moderasi juga berdampak dari melemahnya semangat akan menyuarakan Islam. Padahal untuk tugas ini yang paling tegas bergerak harusnya dari kaum muda yaitu dibutuhkan semangat dari mahasiswa untuk tetap maju dan tak gentar. Semakin kita diam sama saja kita membiarkan kemungkaran selalu merajalela.

Hal ini terjadi tidak lain karena sistem sekuler yang diterapkan yaitu kapitalisme yang menggap asas manfaat lebih diutamakan. Bahkan hak dan batil pun tidak menjadi masalah dalam hal ini. Pun sampai setiap penggiringan media bahkan dijadikan aset penguasa untuk tetap berlenggang dalam tahta yang dimilikinya saat ini.

Islam solusi kebangkitan

Tidak ada solusi lain dari pada Islam itu sendiri. Sebab Islam datang dari zat yang pasti shohih yaitu dari Allah Swt. Dalam Islam, pemuda merupakan penggerak penting dalam roda kemajuan umat dan merupakan aset penting yang sangat berharga untuk sebuah peradaban Islam. Hal ini berdasarkan Al-Qur’an dan hadist nabi , mengatakan bahwa masa muda seseorang adalah sebaik-baik masa dalam beramal. Sebagai seorang mukmin senantiasa kita bisa memanfaatkan waktu muda ini dengan sebaik mungkin.

Sejarah telah membuktikan bagaimana peradaban Islam telah menguasai dunia, Salah satunya peradaban Islam di Andalusia yang merupakan lampu penerang bagi masa kegelapan yang menyelimuti Eropa. Selain itu kita juga tidak pernah lupa akan kejayaan Islam pada masa Utsmaniyah, yang telah berhasil menguasai lebih dari sepertiga dunia serta kejayaan Islam pada masa Abbasiyah yang telah melahirkan tokoh tokoh luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan yang telah tersebar di seluruh dunia.

Sumber ilmu pengetahuan berawal dari perkembangan peradaban yang telah diberikan oleh Islam. Hal tersebut sudah cukup membuktikan bagaimana kiprah pendidikan dan pembinaan Islam dalam mendidik para pemudanya untuk menjadi penggerak dalam sebuah peradaban kemanusiaan. Hal inilah yang menjadikan potensi pemuda yang lebih meyakinkan dan cocok untuk mengemban predikat agent of change.

Islam telah menjelaskan bagaimana Allah memberikan kita figur pemuda-pemuda terbaik yang bisa dijadikan sebagai panutan terbaik untuk menghadapi peradaban yang semakin maju. Seperti halnya kisah Ashabul Kahfi, para pemuda tersebut merupakan pemuda yang luar biasa. Mereka telah menyatakan ketakwaan kepada Allah swt.

Ketika mereka ditimpakan suatu ujian yang sangat berat, hadir seorang pemimpin yang zalim, sehingga mereka rela meninggalkan keluarga serta teman-teman mereka demi menyelamatkan akidahnya. Begitu pula dengan kisah Nabi Yusuf as., ketika ia didatangkan sebuah ujian yang sangat besar, dimana ia digoda oleh seorang wanita cantik yang merupakan istri dari seorang raja, akan tetapi ia rela meninggalkannya dan masuk ke penjara demi menyelamatkan akidahnya. Maka dari potret kisah tersebut, dapat disimpulkan bahwa Islam sangat menjaga akidah pemuda.

Sejarah juga telah mencatat, semua perubahan yang terjadi dalam peradaban dipelopori oleh pemuda. Tentunya bukan pemuda yang lemah, bukan pemuda yang malas dan bukan pula pemuda yang mudah terbawa arus zaman. Melainkan pemuda yang mau berjuang sungguh sungguh demi terciptanya peradaban luar biasa.

Tapi sesuai dengan realita yang terjadi, kondisi pemuda saat ini sangat memprihatinkan. Dimana kehidupan akidahnya pun dilirik dan diarahkan untuk berpikir menjauh. Sebagai contoh dikala kaum muslim ingin pakaian pun selalu dianggap seolah itu hal ekstrim dan radikal. Mulai dari celana cingkrang, cadar sampai perihal khimar. Problem lainnya juga ketika ada permasalah dari pelakor sampai bom bunuh diri yang digoreng selalu bersangkut dengan akidahnya yaitu Islam.

Seolah upaya untuk menjadikan Islamophobia adalah target mereka. Sehingga Islam yang sempurna pun jauh dari pemahaman dan keberadaannya dikaburkan. Dari contoh-contoh kasus tersebut, sudah saatnya kita bangun dan mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Kita harus bisa mengembalikan karakter pemuda kepada posisi yang akan menjadi pelopor pembawa perubahan tanpa menyisakan kegersangan spritual. Jadi tidak ada solusi lain, selain dari penerapan Islam yang sudah terbukti pengayomannya.

Wallahu'alam Bisshowab

Post a Comment for "Menguak Moderasi Islam, Dimana Peran Mahasiswa?"