Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa Penistaan Agama Islam Makin Merajalela?

kasus Zoseph P.Z ini merupakan penistaan agama. Hal tersebut mengarah kepada satu hal, yaitu Islamophobia, dan yang tertuduh adalah Allah Swt. Hal ini disebabkan karena negara gagal melindungi agama. Bahkan UU penodaan agama yang telah dicanangkan tidak efektif dalam kehidupan. Penista agama masih dibiarkan begitu saja berkeliaran aktif dalam menjelek-jelekkan agama.

Oleh: Annisa Al Hafidz (Mahasiswi STEI Hamfara Yogyakarta)

Akhir-akhir ini, kasus penistaan agama terus terjadi berupa penghinaan terhadap ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Allah, Rasulullah SAW., dan para ulama beserta para jajaran nya. Baru-baru ini kita dihebohkan oleh pernyataan Jozeph Paul Zhang, seorang youtubers, terdapat dalam video viral yang diunggahnya di akun youtube nya. Video tersebut dibuat dalam forum diskusi zoom. Yang berdurasi 3 jam 2 menit yang dia beri judul "Puasa Lalim Islam" (inews.id, 17/04/2021).

Jozeph mengawali perbincangan dengan menyapa peserta zoom yang diklaim berasal dari seluruh dunia, seperti Indonesia, Eropa, Amerika, Kanada, Australia. Dalam diskusi tersebut Jozeph P.Z menistakan agama Islam dengan mengaku sebagai nabi ke 26 dan menghina Allah Swt., Tak hanya itu, Jozeph menantang untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian sebagai penista agama.

Zoseph menghina Allah Swt., bahwa Allah sedang dikunci di ka'bah hingga mengatakan umat Islam hanya dibodoh-bodohi oleh ulamanya, salah satunya mengenai tindakan rudapaksa. Mengapa perbuatan rudapaksa di Arab Saudi hanya minim kasusnya. "Makin beragama makin tinggi pemerkosaannya, cuma bedanya kalo di Arab datanya kecil kenapa? Karena kalo kamu lapor kamu yanh dicambukin" ucapnya lagi di potongan videonya.

Joseph juga mengatakan bahwa mereka yang membodohi umat islam yaitu para ulama nya sendiri, bahkan Joseph menuding Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin membodohi dan menipu umat Islam, "orang yang pintar, orang Islam yang pintar kemudian menipu kalian yang goblok, kayak Sandiago Uno dan Ma'ruf Amin" katanya. Sungguh dia adalah manusia yang akan dilaknat oleh Allah (fokusatu.com, 18/04/2021).

Dari beberapa pemaparan diatas, kasus Zoseph P.Z ini merupakan penistaan agama. Hal tersebut mengarah kepada satu hal, yaitu Islamophobia, dan yang tertuduh adalah Allah Swt. Hal ini disebabkan karena negara gagal melindungi agama. Bahkan UU penodaan agama yang telah dicanangkan tidak efektif dalam kehidupan. Penista agama masih dibiarkan begitu saja berkeliaran aktif dalam menjelek-jelekkan agama.

Beraninya ia menista agama Islam di negeri dengan mayoritas muslim, seolah mengetahui bahwa umat Islam tidak akan bertindak serius padanya. Setiap kalimat yang dilontarkannya menggambarkan citra buruk umat dan ajaran Islam. Inilah babak baru kasus penistaan agama dalam sistem sekuler demokrasi.

Lebih mirisnya, pemimpin juga tidak berkata apa-apa, pun dengan aparat yang maju mundur dalam menyikapi kasus penistaan agama. Walaupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU) telah mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas, faktanya publik hanya dipertontonkan omongan-omongan kosong tanpa aksi nyata.

Negara Tidak Menjadikan Islam sebagai Sumber Peraturan

Kasus demi kasus penistaan agama bak tumpukan berkas kosong yang menggunung entah kapan dituntaskan. Akan selalu terjadi sepanjang zaman.

Aturan kehidupan yang diterapkan atas masyarakat di negeri ini tentu sangat memengaruhi cara pandang penguasa dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi. Apabila masih menggunakan aturan selain Islam, wajar saja tidak akan didapatkan sebuah keadilan dan keamanan bagi warga negaranya.

Ketika umat Islam menuntut keadilan dari pemerintah atas apa yang dilakukan oleh para penista, hal ini dianggap terlalu berlebihan/fanatik. Ya, beginilah jika negara tak menjadikan Islam sebagai sumber aturan. Semua masalah sulit untuk diselesaikan, serba salah.

Jika mengambil sikap diam, tentu salah, karena diam apabila agama dihinakan termasuk dosa. Sementara, kalau bersuara, dianggap tidak bersabar dan dikatakan bahwa muslim diajarkan untuk memaafkan sesama.

Sesungguhnya penistaan agama ini tidak akan terjadi jika negara mampu bersikap dengan jelas dan tegas sesuai hukum yang berlaku. Hanya saja negara ini menganut asas sekularisme, dan itulah yang menjadi akar permasalahan. Sekulerisme adalah pemisahan agama dari kehidupan. Terdapat empat hal yang menjadi dasar sekulerisme, yaitu kebebasan berakidah, kebebasan berpendapat, kebebasan berperilaku.

Maka dari itu solusi nya ialah perubahan sistem yaitu sitem Islam yang menyeluruh dan paripurna, yang mana Islam berasal dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sumber dari segala aspek kehidupan. Sehingga penista agama dibungkam dengan fakta mengenai Islam secara sempurna. Dan memperbaiki pemahaman Islam terhadap masyarakat, seehingga menciptakan masyarakat yang tidak mudah terdoktrin pikiran nya dari hal-hal yang meresahkan.

Post a Comment for "Mengapa Penistaan Agama Islam Makin Merajalela?"