Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hijab Simbol Terorisme?

Hijab merupakan sebuah identitas seorang muslimah, yang dimana seorang muslimah wajib menutup auratnya dengan sempurna. Perempuan diwajibkan berpakaian menutup aurat secara sempurna, yaitu memakai jilbab. Dalam Kamus Al-Muhith : Jilbab adalah semacam sirdab atau sinmar (terowongan/lorong) atau baju yang luas bagi wanita selain baju kurung atau kain yang menutup pakaian rumahnya.

Oleh: Refi Oktapriyanti (Mahasiswa FISIP Universitas Muhamadiyah Jakarta)

“Maka harus dibalik. Feminisme itu adalah cara berpikir dan juga cara melawan yang tepat untuk mengalahkan semua fundamentalisme, radikalisme, dan lain-lain,” ujar Myra.

Telah terjadi serangan aksi bom bunuh diri, penembakan dan lainnya di Makassar dan Jakarta. Rabu (31/3) (REPUBLIKA.CO.ID). Peristiwa tersebut membuat ketakutan dan presah pada masyarakat. Aksi teror tersebut di duga seorang perempuan muda bercadar menjadi pelaku teror yang meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya agar segera menjauhi riba, demokratis, pancasila dan pemilu.

Tentu saja hal tersebut memberi stigma negatif kepada umat islam yang taat pada syari’at islam. Terutama pada syariat cadar dan jilbab. Pada akhirnya islam yang selalu dijadikan kambing hitam dalam peristiwa seperti ini, seolah-olah mereka yang taat dengan syariat islam, yang berpakaian celana cingkrang, memakai cadar itu dikatakan radikal, teroris, dan lainnya.

Hijab Kewajiban bagi Perempuan

Hijab merupakan sebuah identitas seorang muslimah, yang dimana seorang muslimah wajib menutup auratnya dengan sempurna. Perempuan diwajibkan berpakaian menutup aurat secara sempurna, yaitu memakai jilbab. Dalam Kamus Al-Muhith : Jilbab adalah semacam sirdab atau sinmar (terowongan/lorong) atau baju yang luas bagi wanita selain baju kurung atau kain yang menutup pakaian rumahnya.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

Artinya :

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)

Selain itu, perempuan juga diwajibkan memakai khimar. Khimar yaitu kain yang menutupi dari kepala, dan dihamparkan sampai dada.

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “ Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung “ (QS. An-Nur:31).

Hijab Bukan Simbol Terorisme

Menurut KBBI Terorisme adalah kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan. Hal ini tidak ada kaitannya dengan pakaian seseorang. Sebab, bertindaknya seseorang tergantung pada pemikirannya. Seperti yang disebutkan oleh syaikh Taqiyuddin An Nabhani, pemikiran adalah sumber yang mempengaruhi kahidupan sesorang.

Maka aksi terorisme ini tidak boleh disangkut pautkan dengan pakaian yang diatur dalam islam. Sebab islam pun mengharamkan aksi terorisme. Islam hanya membolehkan jihad. Aktivitas jihad pun tidak boleh sembarang dilakukan. Ada syariat yang mengaturnya, seperti memberi kabar kepada negara yang akan difutuhat. Pertama, negara tersebut mendapat peringatan untuk beriman. Kedua, jika tidak mau beriman, maka diberi tawaran untuk tunduk pada pemerintahan islam yaitu khilafah dengan membayar jizyah. Ketiga, jika tidak berkenan dengan tawaran yang diberikan, maka khilafah akan mengutus pasukan jihad.

Bahkan saat jihad, Allah mengharamkan pasukan jihad untuk membunuh rakyat sipil. Sebagaimana hadis rasulullah yang mengecam keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak (lihat hadis riwayat Bukhari, 314).

Apa yang diberitakan oleh media itu hanyalah narasi yang akan membuat keresahan pada masyarakat. Membuat masyarakat menjadi islamophobia.

Post a Comment for "Hijab Simbol Terorisme?"