Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuan Demokrasi: Melenyapkan Ideologi Islam dan Mengeksploitasi Dunia

Setelah tanggal 3 Maret 1924, Ideologi Islam tidak lagi diemban oleh satu sistem kepemimpinan global. Barat dengan congkaknya menganggap bahwa Ideologi Islam telah tiada dan digantikan dengan kapitalisme beserta saudaranya demokrasi.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala

Setelah tanggal 3 Maret 1924, Ideologi Islam tidak lagi diemban oleh satu sistem kepemimpinan global. Barat dengan congkaknya menganggap bahwa Ideologi Islam telah tiada dan digantikan dengan kapitalisme beserta saudaranya demokrasi.

Artinya Barat dengan leluasa menjajah negeri-negeri kaum Muslimin dan mencoba meraup sebanyak mungkin keuntungan dari penjajahannya. Tanpa peduli atas semakin merananya Kaum Muslimin.

Pembunuhan, perampokan, pelecehan, pengerukan secara besar-besaran sumber daya alam merupakan hal yang lumrah bagi imperialis Barat. Dan agar Barat tetap kokoh dalam penjajahannya mencengkram dunia maka Barat harus tetap menyebarkan demokrasi dan melindunginya agar penjajahannya terus langgeng.

Harusnya semakin demokratis suatu negeri Kaum Musllimin semakin berjaya dan lebih baik daripada Khilafah Islam. Sayangnya, demokrasi menjadi bom waktu kehancuran bagi Kaum Muslimin.

Sudah banyak faktanya. Setelah Khilafah runtuh tak ada lagi negara superpower. Meskipun negara itu disebut modern karena menerapkan demokrasi. Turki saja yang sekuler demokratis tak mampunmenggantikan peran penting Khilafah untuk mengalahkan negara-negara Barat.

Turki telah terkunkung dan tak bisa melampaui Khilafah dalam menyatukan negeri Kaum Muslimin. Untuk mengusir Israel dari Palestina pun tak mampu.

Begitu juga dengan negara nation state lainnya. Irak, Suriah dan Afganistan diserang Rusia dan Amerika Serikat. Sedangkan negara-negara kebangsaan lainnya dieksploitasi sumber daya alamnya.

Freeport Mc Morran terus mengeruk ratusan kilogram emas setiap harinya di bumi pertiwi. Ajaran Islam dianggap radikal. Anti keberagaman (baca anti pemikiran Barat atau demokrasi).

Maka semua yang berhubungan dengan Islam harus dilenyapkan. Umat mendapatkan informasi dalam sebuah hadis Shohih yang berbunyi sebagai berikut

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ

تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantunganpada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR. Ahmad– 21139)

Ini terjadi di masa sekarang ketika Khilafah tidak lagi memimpin dunia. Ikatan hukum (baca pemerintahan) telah lenyap sejak Khilafah diruntuhkan di Turki.

Setelah itu banyak ikatan yang dicoba untuk dilenyapkan. Satu demi satu dengan harapan ideologi Islam bisa hilang total. Pakaian yang tidak lagi menutup aurat.

Pergaulan bebas, korupsi, kriminalitas adalah contoh ketika sistem pergaulan dan hukum Islam dicabut. Ketika Khilafah runtuh, sistem ekonomi kapitalis yang dipakai. Riba dan Pajak menjadi penghasilan utama negara yang mencekik leher rakyat.

Perkembangan terbaru adalah adanya usaha untuk melarang pemakaian jilbab. Padahal itu ajaran Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslimah. Adanya usaha penghilangan frasa agama (baca:Islam) dalam pendidikan merupakan upaya sekularisasi sebuah negeri.

Maka jangan heran jika pemerintahan, ekonomi, politik, sosial, pendidikan hingga pakaian yang bernuansa Islam ingin dilenyapkan. Maka bisa jadi ikatan terakhir sholat pun akan dicabut.

Memang dalam demokrasi, orang yang shalat tidak dilarang. Tetapi Muslim yang tidak mau shalat pun dibiarkan walaupun dalam agama Islam mewajibkannya. Walau pun ada konsekuensi di dunia dan akhirat.

Sayangnya dalam demokrasi kebebasan menjalankan keyakinan agama bagi Kaum Muslimin dinilai tidak ada. Barat tahu bahwa (Ideologi) Islam ketika diterapkan secara sempurna oleh Kaum Muslimin bisa jadi ancaman bagi penjajahan mereka.

Ketika Khilafah tegak, Islam akan menghentikan penjajahan Barat. Tidak ada lagi pendudukan Barat untuk mengambil kekayaan alam suatu negeri.

Tidak ada lagi korupsi, kriminalitas dalam jumlah yang besar. Tidak ada lagi budaya Barat yang menghalalkan segala cara.

Ini lah yang ditakuti Barat jika Khilafah atau Ideologi Islam tegak dalam sebuah Sistem Kepemimpinan Global, Barat akan kehilangan pemasukan dari kerjanya menjajah negeri Kaum Muslimin baik secara fisik atau pemikiran. Sekarang saatnya lah Umat sadar dan membalikkan keadaan. Dengan menegakkan Khilafah, dunia akan makmur kembali seperti dulu Khilafah berkuasa.

Dalam kurun waktu 14 abad Khilafah menguasai 2/3 dunia, Manusia hidup dalam suasana toleransi, damai tanpa penjajahan. Tanpa kerusakan sosial dan moral. Semoga dengan tegaknya kembali sistem Islam, kejayaan itu akan terulang kembali. []

Bumi Allah SWT, 10 Maret 2021

#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Tujuan Demokrasi: Melenyapkan Ideologi Islam dan Mengeksploitasi Dunia"