Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tanpa Khilafah Umat Hilang Hak-haknya

Berbagai kondisi sudah dirasakan umat di berbagai negara termasuk Indonesia. Meninggalkan sejuta duka yang mendalam. Ya, tidak adanya suatu naungan yang dapat melindungi, melayani dan memfasilitasi segala kebutuhan dengan baik. Siapakah naungan tersebut? Daulah Islam, dialah yang mempunyai 3M tadi membuka peluang besar untuk kesejahteraan umat. Naungan daulah Islam 13 abad begitu lamanya menjabat sebagai pemimpin dunia, 2/3 dunia dikuasai untuk memberikan kesejahteraan bagi kehidupan umat.

Oleh Muzaidah (Aktivis Muslimah)

Berbagai kondisi sudah dirasakan umat di berbagai negara termasuk Indonesia. Meninggalkan sejuta duka yang mendalam. Ya, tidak adanya suatu naungan yang dapat melindungi, melayani dan memfasilitasi segala kebutuhan dengan baik. Siapakah naungan tersebut? Daulah Islam, dialah yang mempunyai 3M tadi membuka peluang besar untuk kesejahteraan umat. Naungan daulah Islam 13 abad begitu lamanya menjabat sebagai pemimpin dunia, 2/3 dunia dikuasai untuk memberikan kesejahteraan bagi kehidupan umat.

Bagaimana dengan kondisi sekarang? Jangan ditanya lagi, karena sangat kacau bersamaan sistemnya juga. Sistem yang berbasis kapitalisme selalu menafikan eksistensi Allah sebagai pengatur terbaik bagi manusia. Sistem ini mengandalkan asas manfaat jika ada kepentingan diambil jika tidak ada maka akan ditinggalkannya begitu saja. Dengan begitu tidak lagi mementingkan umat dengan memenuhi segala kebutuhan yang seharusnya dipenuhi untuk hidupnya. Tapi bukan hanya kebutuhan jasmaninya saja yang harus dipenuhi namun juga mengenai ketakwaannya harus dijaga seerat mungkin. Ibaratkan berlian yang sangat berharga, seharusnya pemimpin sekarang seperti itu peran pentingnya sangat dibutuhkan. Mau atau tidak ia harus mengikuti kepemimpinan Rasulullah Saw lakukan. Sebagai pembawa risalah kebenaran untuk kesejahteraan seluruh umatnya didunia ini.

Padahal Rasulullah Saw telah bersabda:

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

“Sungguh Imam/Khalifah adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya.” (HR. Muslim).

Jadi seorang pemimpin yang benar amanah dan bisa diandalkan untuk umat sangat diperlukan untuk saat ini. Bukan sekedar menampakkan popularitas semata atau sekedar menjabat saja tanpa tidak mau tahu pentingnya mengurus umat dengan memenuhi kebutuhannya juga. Kepekaan ini selalu dilakukan dulu oleh pemimpin atau khalifah lainnya dimasa Abu bakar sampai masa Muhammad Al-Fatih. Di mana mereka sangat menjaga Aqidah Islamnya juga, sehingga ketika menjabat yang ditakuti itu karna tidak amanahnya. Dengan demikian khalifah Islam tersebut selalu mendahulukan urusan umat dari pada pribadi maupun keluarganya.

Sekarang Umat tidak bisa mendapatkan pemimpin seperti itu, sebab khilafah atau dikenal dengan daulah Islam itu tidak ada lagi. Dia sudah runtuh sejak masa kepemimpinan Muhammad Al-Fatih di Turki Utsmaniyah sejak tahun 1924 yang dirusak oleh musuh Islam yakni Mustafa Kemal Ataturk yang bekerja sama dengan antek Inggris. Sejak saat itulah umat tidak mendapatkan perlindungan bahkan kesejahteraan hidupnya, maupun penjagaan keimanan yang seharusnya hingga sekarang ini masih bisa dipertahankan jika Mustafa Kemal tidak merusaknya.

Imam Al-Ghazali mengungkapkan pentingnya kekuasaan dan negara, “Agama dan kekuasaan ibarat saudara kembar. Agama adalah fondasi dan kekuasaan adalah penjaga. Sesuatu yang tanpa fondasi niscaya runtuh dan sesuatu tanpa penjaga niscaya lenyap.” (Al-Ghazali, Al-Iqtisha fi Al-I’tiqad).

Begitulah sangat diharapkan kembali dari usaha umat untuk mengembalikan kekhilafah tersebut. Untuk kesejahteraan umat yang berlandaskan Aqidah Islam yang kokoh, serta mentauhidkan Allah tanpa mementingkan keserakahan terhadap dunia yang hanya mementingkan harta dan tahta sehingga tidak peduli dengan hak umat lainnya.

Rasulullah Saw telah bersabda:

اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّارِ

“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu air padang rumput dan api.” (HR. Abu Dawud dan Ibn Majah).

Dengan demikian Sederet bencana diterima umat Islam tanpa Khilafah Islam tercerai-berai, negeri-negeri muslim terpisah-pisah atas dasar nasionalisme menjadi lebih dari 50 negara, kaum muslim menjadi lemah meski secara jumlah sangat besar.

Begitu mudah bagi kafir penjajah menjadikan kaum muslim sebagai santapan empuk mereka. Palestina, Kashmir, Suriah, Yaman, Afghanistan, Irak, Rohingya, dan wilayah lainnya menjadi bukti kerakusan dan kekejaman imperialis Barat atas umat dan negeri Islam.

Hilangnya perisai umat maka hingga sekarang ini haknya sangat melambung jauh, sehingga tidak ada harapan untuk menggapainya. Inilah beberapa kerugian yang akan didapatkan jika umat tidak dinaunginya oleh khilafah yakni:

1. Ridho Allah SWT dapat dicapai dengan mengikuti seluruh hukum dan aturan-Nya dengan penuh ketaatan sebagaimana dipraktikkan oleh nabi kita Muhammad saw.

2. Hilangnya Imam atau Khalifah atau Amirul Mukminin, banyak yang hilang ketika kaum muslim kehilangan legitimasi kepemimpinan ini dan kehilangan lainnya menyusul seperti bola salju.

3. Hilangnya rasa aman dan jaminan keamanan yang menyebabkan ketakutan.

4. Hilangnya ilmu pengetahuan, pendidikan dan kepedulian yang lahir dari kepribadian Islam. Hal ini disebabkan oleh begitu dominannya kebodohan dan buta huruf yang diakibatkan oleh kemiskinan dan kepribadian yang goyah.

5. Hilangnya kekuatan dan Jihad yang disebabkan kelemahan dan kekalahan.

6. Hilangnya kekayaan yang disebabkan kemiskinan.

7. Hilangnya pencerahan dan pedoman yang benar yang disebabkan kegelapan dan pedoman yang salah.

8. Hilangnya kehormatan dan martabat yang disebabkan penghinaan.

9. Hilangnya kedaulatan dan ketergantungan dalam membuat keputusan politik akibat ketundukan kepada negara-negara penjajah kafir barat dan timur.

10. Hilangnya keadilan yang disebabkan penindasan dan ketidakadilan.

11. Hilangnya keimanan dan keikhlasan yang disebabkan pengkhianatan penempatan orang yang salah pada tempat yang salah.

12. Hilangnya sikap dan moral yang terpuji yang menyebabkan kejahatan dan sikap yang tercela.

13. Hilangnya negeri-negeri Islam dan tempat tinggal, tidak hanya Palestina tetapi juga Andalusia (sekarang yang disebut Portugal dan Spanyol), wilayah yang luas di Asia Tengah dan Timur Jauh, Kosovo, Bosnia, Kashmir dan yang lainnya, yang menyebabkan jutaan imigran, gelombang pengungsi dan pendeportasian.

14. Hilangnya tempat suci dan akibatnya adalah kaum muslim dilarang shalat di Masjid Al-Aqsa selama 50 tahun sampai saat ini. Kami juga menyesalkan untuk mengatakannya pada Anda bahwa dua masjid lainnya pun yaitu Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Nabawi tidak di dalam kondisi yang diinginkan.

15. Hilangnya kesatuan dan integritas yang diakibatkan terpecahnya negeri kaum muslim menjadi 56 bagian yang tidak sah, dan AS tengah bekerja keras menciptakan bagian ke 57 di Palestina, ke 58 di gurun Afrika barat dan ke 59 di Timor Timur.

Maka dengan itu mari bersama-sama berjuang untuk menegakkan kembali kejayaan Islam yang Rasulullah Saw perjuangkan, sampai runtuhnya di turki yang dipegang oleh Muhammad Al-Fatih harus kaum muslim rebut kembali, agar kesengsaraan yang menimpa kaum muslim tidak terulang kembali.

Wallahualam bissawab.

Post a Comment for "Tanpa Khilafah Umat Hilang Hak-haknya"