Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rajab Momentum Songsong Perubahan dan Kebangkitan

Bulan Rajab adalah salah satu diantara empat Bulan Haram yang telah Allah SWT sebutkan dalam Surat Al-Maidah : 2, yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan mengganggu hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala-id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam, mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian (mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."

Oleh : L. Nur Salamah, S.Pd (Aktivis Muslimah Batam dan Kontributor Media)

Jika mendengar atau bicara tentang Bulan Rajab, apa yang ada dalam benak teman-teman dan pembaca semua?Bulan Rajab adalah bulan suci, didalamnya ada peristiwa-peristiwa penting yang harus kita ketahui yaitu:

1). Rajab bulan damai

Bulan Rajab adalah salah satu diantara empat Bulan Haram yang telah Allah SWT sebutkan dalam Surat Al-Maidah : 2, yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan mengganggu hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala-id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam, mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian (mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."

Berdasarkan ayat di atas, maka Bulan Rajab disebut sebagai bulan damai, bulan di mana tidak boleh ada permusuhan, peperangan dan pertumpahan darah.

2). Petaka runtuhnya institusi islam

Sejarah telah mencatat, sebuah peristiwa penting yang sangat memilukan bagi kaum muslimin yaitu Runtuhnya kekhilafan terakhir di Turki Ustmani oleh Mustafa Kemal Pasha laknatullah, tanggal 3 Maret 1924 dan bertepatan dengan 28 Rajab 1342 Hijriyah. Dan saat ini kita telah memasuki Bulan Rajab 1442 Hijriyah, genap seratus tahun, kaum muslimin di seluruh belahan bumi ini tidak lagi mempunyai pemimpin (kholifah) yang menyatukan negeri-negeri muslim, tidak lagi punya perisai yang melindungi. Seperti anak ayam kehilangan induknya.

Lantas apa yang kita saksikan saat ini,

saudara kita di belahan bumi yang lain seperti muslim di Uighur, Rohingya, di Kashmir India, Palestina terus mendapatkan penyiksaan dan perlakuan keji dari musuh-musuh Islam. Namun atas nama nasionalisme kita tidak mampu memberikan pertolongan dan perlindungan. Tidak hanya itu, penistaan agama dan simbol-simbol islam terus terjadi oleh mereka yang membenci Islam dan dakwah. Bagi pelakunya tidak ada tindakan apapun, bahkan terus melenggang tanpa beban.

Saat ini, Umat Islam harus menghadapi berbagai persoalan hampir di seluruh aspek kehidupan. Mulai dari masalah pendidikan, biaya pendidikan yang tinggi dengan kualitas yang masih jauh dari harapan, kemudian masalah kesehatan yang tidak kalah mahalnya. Sehingga, muncul sebuah pepatah "orang miskin tak boleh sakit". Apalagi masa pandemi yang tak kunjung usai,

menambah daftar masalah baru, mulai dari perselingkuhan yang berujung perceraian, dipicu oleh masalah ekonomi, kemudian sistem pembelajaran jarak jauh juga mengakibatkan ibu stres menghadapi anaknya, yang berujung pada hilangnya nyawa. Begitu banyak masalah yang lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Solusi yang diambil juga tidak mampu menyelesaikan dengan baik, malah sebaliknya menimbulkan permasalahan baru.

Mari kita menoleh sejenak mengenai sejarah, bagaimana kondisi kehidupan tatkala Islam mengatur dalam seluruh aspek kehidupan. Pendidikan dan kesehatan menjadi tanggung jawab negara. Perekonomian, dengan mengelola sumberdaya yang ada untuk kemaslahatan seluruh umat, semua aturan yang ditetapkan oleh negara berdasarkan akidah Islam, tidak ada kepentingan dengan siapapun. Sehingga aturan yang dijalankan semata menerapkan aturan syariat dan mengharap keridaan Allah SWT.

Oleh karena itu sudah saatnya umat Islam menyadari bahwa berbagai kezaliman, keterpurukan, kesengsaraan, ketidakadilan ini akibat tidak adanya junnah (perisai) yang melindungi dan mengayomi kaum muslimin.

Maka, sudah saatnya kaum muslimin sadar dan bangkit dari keterpurukan ini. Rajab adalah saat yang tepat untuk mengencangkan ikak pinggang, menyingsingkan lengan baju, menyampaikan dan menyadarkan umat untuk melakukan perubahan dan menyongsong kebangkitan. Karena kemenangan dan kebangkitan adalah suatu keniscayaan, karena janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah bagi kita yang yakin.

Meskipun demikian, hukum kausalitas (sebab-akibat) tetap berlaku. Adanya kemenangan dan kebangkitan yang dijanjikan itu tidak serta merta kita dapatkan tanpa ada perjuangan dan pengorbanan serta keikhlasan, sehingga layak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

Roda kehidupan pasti berputar atas izin Allah SWT, kebatilan pasti hancur, kebenaran pasti akan meraih kemenangan. Wahai saudaraku semua mari kita libatkan diri kita dalam perjuangan untuk menyampaikan kebenaran dan menguak berbagai kezaliman. Semoga pertolongan Allah SWT untuk hadirnya kembali institusi Islam yaitu khilafah alaminhajnubuwah yang akan menyatukan seluruh kaum muslimin di berbagai belahan bumi dan menaungi kehidupan ini dengan berlandaskan pada akidah Islam, sehingga kesejahteraan dan keberkahan akan menyertai

Allahu'alam bishowwab

Post a Comment for "Rajab Momentum Songsong Perubahan dan Kebangkitan"