Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pentingnya Kesadaran Politik Islam Pada Anak Muda Agar Mampu Mencapai Perubahan Hakiki

generasi muda Islam sangat perlu untuk mengenal dan melek politik Islam agar mendapat gambaran bahwa harapan masa depan yang mulia hanya ada dalam Islam sehingga mampu menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokkan mereka dari perubahan hakiki.

Oleh: Soelijah Winarni

Ada yang perlu dicermati dalam rilis survey oleh Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, menyampaikan bahwa 64,7% anak muda Indonesia tak yakin politisi mewakili aspirasi masyarakat. 39% anak muda menyatakan keberatan jika orang non-muslim yang jadi Presiden (merdeka.com, 21/03/21).

Dari survey tersebut terlihat bahwa ada ketidakpercayaan anak muda pada politisi partai yang tidak mampu mengatasi persoalan masyarakat serta adanya kecenderungan umat muslim menjadikan Islam sebagai aktifitas politik mereka. Seperti pemilihan seorang pemimpin atau penerapan hukum Islam dalam pemerintahan. Hal ini tentu saja sesuatu keadaan yang sangat baik dan perlu ada penguatan kesadaran agar anak muda dapat menjadi lokomotif penggerak perubahan dengan menjadikan politik Islam menjadi tujuan utama teraihnya perubahan hakiki dengan meninggalkan harapan pada praktik demokrasi yang telah jelas tak bisa diharapkan menjadi solusi.

Namun kesadaran positif yang telah ada pada sebagian besar generasi muda muslim tersebut dituding sebagai bentuk intoleransi sehingga menimbulkan kegalauan anak muda untuk memperjuangkan pentingnya perubahan politik karena ketidak pahaman terhadap sistem politik alternatif, yaitu politik Islam.

Oleh karena itu generasi muda Islam sangat perlu untuk mengenal dan melek politik Islam agar mendapat gambaran bahwa harapan masa depan yang mulia hanya ada dalam Islam sehingga mampu menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokkan mereka dari perubahan hakiki.

Maka perlu dipahami bahwa Islam diturunkan bukanlah hanya sekedar menjadi agama ritual. Islam sebagai risalah Salallahu Alaihi Wasalam adalah sebuah ideologi, cara pandang yang khas mengatur sistem kehidupan manusia. Allah SWT berfirman dalam surah An Nahl: 89, bahwa Al Qur'an diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).

Dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan Ibnu Mas'ud adalah Al Qur'an mencakup semua ilmu yang bermanfaat menyangkut berita terdahulu dan pengetahuan tentang masa datang. Segala sesuatu halal dan haram yang diperlukan oleh manusia dalam urusan dunia, agama, penghidupan, dan akhiratnya.

Maka dalam perpolitikan-pun seorang muslim harus berlandaskan pada Al Qur'an dan As Sunnah sebagai pijakannya.

Jika didalam Al Qur'an melarang untuk menjadikan non-muslim sebagai pemimpin untuk umat Islam seperti dijelaskan dalam beberapa Surah yaitu Al Maidah: 51 ; An Nisa: 144 ; An Nisa: 138-139, dan ketika seorang muslim menaatinya, maka tindakan ini bukanlah tindakan intoleransi melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Begitu pula saat memahami politik dalam Islam yang berbeda dengan sistem politik saat ini yang dipenuhi cara pandang sekuler yaitu sebuah paham yang memisahkan agama dari kehidupan, menjadikan manusia memiliki hak membuat hukum untuk mengatur sesamanya. Yang mana hal ini justru berakibat pada kegoncangan politik sebab banyak terjadi keculasan terutama pada elit politik.

Dalam Islam, politik dikenal dengan istilah siyasah. Secara bahasa siyasah berarti mengatur, memperbaiki dan mendidik. Politik dalam Islam diartikan ri'ayah su'unil ummah, mengatur urusan umat. Esensi politik Islam adalah segala permasalahan umat dipecahkan sesuai pandangan Islam.

Penerapan praktisnya untuk mengurus umat tentu memerlukan sebuah institusi negara yang berasaskan syari'at Islam dan menerapkan seluruh hukum-hukum Islam baik di dalam negeri maupun dalam hubungan antar negara atau politik Luar Negeri.

Negara akan mengatur seluruh kehidupan rakyat dan menyelesaikan semua problem kehidupan mereka hanya dengan Islam. Negaralah institusi pelaksana politik Islam sebenarnya.

Imam Al Ghazali dalam kitabnya, Al Iqtishod fi Al I'tiqod menyatakan bahwa agama dan politik adalah saudara kembar. Agama merupakan dasar sedang negara adalah penjaganya. Sesuatu yang tanpa dasar akan runtuh dan dasar tanpa penjaga akan hilang.

Penerapan hukum-hukum Islam inilah yang dipastikan akan menjamin kebaikan dan kesejahteraan bagi semua rakyat tanpa terkecuali.

Ini dikarenakan hukum-hukum Islam datang dari Allah SWT, Dzat yang Maha Pencipta, Maha Perkasa, Maha Bijaksana Maha Sempurna, Maha Adil dan Maha Tahu segalanya. Inilah yang harus pemuda muslim pahami sehingga teguh dalam berpolitik Islam secara shohih.

Allahu 'alam bi showwab.

Post a Comment for "Pentingnya Kesadaran Politik Islam Pada Anak Muda Agar Mampu Mencapai Perubahan Hakiki"