Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ada Apa Dengan 3 Maret 1924 Dan Sekularisme Indonesia?

Upaya-upaya menyerang Islam di Indonesia seperti pelarangan jilbab di institusi tertentu, persekusi Ulama dan usaha pelegalan miras di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan. Semuanya merupakan imbas dari diterapkannya sekularisme.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Upaya-upaya menyerang Islam di Indonesia seperti pelarangan jilbab di institusi tertentu, persekusi Ulama dan usaha pelegalan miras di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan. Semuanya merupakan imbas dari diterapkannya sekularisme.

Sekularisme di Indonesia telah menyebabkan gangguan aqidah, serangan ekonomi dan rusaknya tatanan sosial masyarakat. Sekularisme menjauhkan rakyat Indonesia dari peran agama. Padahal agama (baca: Islam) merupakan solusi bagi setiap permasalahan umat.

Melihat upaya jahat para pembenci Islam, Umat seharusnya sadar dan memuhasabah kejadian pada tanggal 3 Maret 1924. Pada saat itulah Khilafah Islam yang berhasil mengusai 2/3 dunia dalam kurun waktu 14 abad lamanya diruntuhkan agen Yahudi pionir Sekularisme di dunia Islam yakni Mustafa Kemal Atta Turk.

Bila di Indonesia ada pihak yang menolak jilbab dan syariat Islam lainnya, Mustafa Kemal Atta Turk menunjukkan kebenciannya yang mendalam terhadap Islam. Adzan dalam bahasa Arab diganti dengan bahasa Turki. Muslimah yang berjilbab kala itu dipaksa untuk melepas jilbabnya.

Hukum syariat Islam diganti Hukum Barat yang sangat sekuler. Turki kemudian menjadi republik berbasis nasionalis sekuler namun gagal menjadi penguasa dunia. Bahkan, Mustafa Kemal Atta Turk meninggal dalam keadaan kecewa sebab tidak mampu membebaskan Turki sekuler dari beban ekonomi.

Khilafah yang agung dipecah belah oleh Barat melalui penanaman ideologi kapitalisme. Dengan metode penjajahan bekas wilayah Khilafah dieksploitasi secara besar-besaran. Palestina dikuasai Israel, Uighur dikuasai China, Asia Tengah dikuasai Rusia, Kashmir dizhalimi India.

Di negeri-negeri Muslim yang bebas dari Penjajahan fisik, Kekayaan alamnya dikuras melalui UU yang pro kapitalis. Misalnya di Indonesia ada sekitar ratusan daerah tambang yang dikuasai Asing.

Contohnya, Freeport Mc Morran AS yang mengeksploitasi kekayaan alam di Tembagapura Timika Papua. Perusahaan ini telah beroperasi sejak 1966 dan akan berakhir kontraknya pada tahun 2040 (19 tahun lagi).

Dalam sehari ada 112 kg emas (belum termasuk tembaga, emas, perak dan uranium). Hasilnya dibawa ke luar negeri dan hanya memberikan keuntungan royalti 1% untuk Indonesia.

Itu baru freeport belum lagi perusahaan kapitalis lainnya yang menyebar dari Aceh hingga Merauke. Padahal kalau semuanya dimaksimalkan untuk rakyat tentu sudah melampaui dana untuk membayar utang luar negeri yang mencapai Rp.6.000 trilyun.

Dana SDA Indonesia juga mampu memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat. Sehingga tidak ada istilah orang miskin dilarang sekolah dan sakit.

Mereka tidak perlu memikirkan beban asuransi kesehatan yang tiap tahunnya meningkat 100%. Rakyat hanya fokus bekerja, menuntut ilmu dan beribadah.

Dan ini ada contohnya dalam sejarah Khilafah. Khilafah dipuji oleh berbagai pakar Barat bahwa Sistem Islam ini mampu memakmurkan dunia tanpa menyebarkan ide sekularisme.

Khilafah memiliki ideologi Islam yang mampu menjadikan sistem ini memakmurkan Benua Afrika. Pada masa Pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz tidak ditemukan adanya orang miskin yang berhak menerima zakat.

Inilah prestasi Khilafah yang tak bisa ditandingi negara lain. Baik itu negara kapitalis atau komunis belum mampu menjadikan sebuah benua kaya raya tanpa penindasan dan penjajahan.

Ini berbeda dengan Indonesia yang masih dikuasai pemikiran sekuler. Semakin sekuler suatu negeri, semakin susah rakyatnya. Negeri sekuler selalu dimanfaatkan kekayaannya oleh para koruptor.

Maka jika Indonesia ingin berjaya seperti Khilafah, tinggalkanlah sekularisme dan terapkanlah penyatuan agama dengan kehidupan. InsyaAllah Indonesia akan menjadi adidaya dunia.

Indonesia akan menyatukan dunia dalam satu kepemimpinan global seperti Khilafah dulu. Tidak mundur seperti Turki.

Dengan menerapkan Sistem Islam, korupsi, kesenjangan sosial, pengangguran dan lain-lain bisa dihilangkan. Penjajahan fisik mau pun non fisik akan segera hilang. Syariat Islam akan dijunjung dan dihormati karena merupakan solusi bagi dunia.[]

Bumi Allah SWT, 3 Maret 2021

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Ada Apa Dengan 3 Maret 1924 Dan Sekularisme Indonesia?"