Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

VIRUS BELUM REDA, KORUPSI MERAJALELA. SEMAKIN JELAS WAJAH ASLI SISTEM DEMOKRASI

disaat rakyat dalam keadaan sulit yakni bejibaku dengan virus mematikan dan ekonomi yang hancur. para pejabat justru melukai rakyat dengan merampok uang negara secara menggila. Dalam 10 hari terakhir saja setidaknya ada 3 kasus korupsi yang menjerat pejabat.

Oleh : M Azzam Al Fatih

Negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alamnya, baik darat maupun lautan. Tanahnya yang subur sangat cocok untuk lahan pertanian. Lautan yang luas, bahkan melebihi luas daratan menyimpan sumber kekayaan ikan yang melimpah. Belum lagi perut bumi yang mengandung berbagai macam bahan bakar, emas, perak, dan batubara.

Tentunya dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki dapat mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Tidak ada lagi rakyat yang kelaparan, meninggal karena tidak dilayani rumah sakit, pendidikan terjamin dan tidak ada lagi rakyat yang hidup di kolong jembatan. Namun Ironisnya, hal ini tidak terwujud. Justru kesengsaraan dan kedzaliman bagi rakyatnya.

Salah satu bukti yakni dalam penanganan virus covid 19 yang hampir genap satu tahun menjangkiti dan mengancam jiwa rakyatnya. Virus ini tidak kunjung reda bahkan mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Seperti yang dilansir berita kompas tanggal 26 Januari. Media tersebut menyatakan bahwa jumlah kasus mencapai satu juta lebih, baik jumlah kasus sembuh maupun meninggal. Dan kasus inipun akan terus bertambah sebab penyebaran virus Corona ini telah merata hingga ke desa terperpencil. Bahkan saat ini menempati peringkat 20 besar dunia. Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan terhadap penyebaran virus covid 19. Yang pada akhirnya semakin melambung dan tidak jelas kapan berakhirnya.

Penanganan kasus virus Corona yang tidak jelas tentu akan menambah derita rakyat kecil. Kebijakan Penambahan masa PSBB akan mempengaruhi ekonomi rakyat sebab Pembatasan waktu operasional serta pemberlakuan jumlah pegawai kantor atau karyawan swasta mempengaruhi penjualan para pedagang kecil.

Ironisnya, disaat rakyat dalam keadaan sulit yakni bejibaku dengan virus mematikan dan ekonomi yang hancur. para pejabat justru melukai rakyat dengan merampok uang negara secara menggila. Dalam 10 hari terakhir saja setidaknya ada 3 kasus korupsi yang menjerat pejabat.

Pertama, Ajay Priatna yang menjabat wali kota Cimahi diamankan KPK pada Jumat (27/11/2020). Dia ditangkap bersama sembilan orang. Ketua DPC PDIP Kota Cimahi itu ditetapkan menjadi tersangka karena diduga meminta komitmen fee senilai Rp3,2 miliar terkait izin pengembangan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi.

Kedua, Wenny Bukamo yang menduduki jabatan bupati Banggai Laut ditangkap pada Kamis (3/12/2020). Ketua DPC PDI Perjuangan Banggai Laut itu jadi tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan jalan di wilayahnya, dia diduga mendapat suap Rp2 miliar dari pengusaha. Duit itu diduga mau dipakai untuk ikut pilkada 2020.

Ketiga atau yang baru-baru ini, Juliari Peter Batubara yang menduduki posisi menteri sosial ditangkap dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19. Wakil bendahara umum PDI Perjuangan ini diduga mendapat fee total Rp17 miliar.

Di antara kasus tersebut yang paling menyakitkan rakyat kecil adalah kasus yang menimpa menteri sosial Juliari Peter Batubara. Sebab juliari merampok apa yang menjadi hak rakyat di saat situasi sulit akibat masa pandemi virus Corona.

Kasus ini pun menjadi sorotan khalayak umum, dan kebanyakan mereka berkomentar negatif. Korupsi bantuan untuk rakyat kecil dan dilakukan saat musim pandemi serta dilakukan oleh sekelas menteri.

Di antara komentar tersebut adalah

KH. Adang Jajuli menyampaikannya di Lebak, pada Kamis, 10 Desember 2020.

"Kami menilai pelaku korupsi dana sosial merupakan perbuatan sangat keji," kata KH Adang seperti dikutip oleh pikiranrakyat-depok.com dari ANTARA.

Hingga beliau menegaskan bahwa pelaku korupsi dana sosial layak dihukum mati. Karena telah khianati amanah rakyat.

Korupsi menggila di tengah pandemi virus yang tidak kunjung reda. sejatinya menampakkan bobroknya sistem demokrasi. Yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat kecil. Namun lebih berpihak untuk kepentingan kapitalis, para jongos, dan para gedibal yang tidak punya malu. Demokrasi, yang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat ternyata hanya slogan mengelabuhi rakyat banyak. Sebab pada faktanya bukan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat namun dari kapitalis oleh kapitalis dan untuk Kapitalis.

Dengan demikian, rakyat harusnya makin sadar. Bahwa sistem yang selama ini dijalankan adalah sistem bobrok yang telah merusak tatanan kehidupan manusia. Tidak mewujudkan kesejahteraan namun kesengsaraan. Bukan keadilan namun kedzaliman, dan berbagai kerusakan lainya yang saat ini telah tampak di negeri ini.

Oleh karena itu, sepatutnya umat Islam yang mayoritas, melirik kembali sistem Islam yang pernah di jalankan selama berabad-abad dengan membuat tatanan kehidupan yang baik. Menjaga dan mensejahterakan rakyat kecil, tidak memandang muslim maupun non.

Ada sebuah kisah menarik di akhir - akhir keruntuhan sistem ini akibat penjajah asing melalui kaum munafik Mustafa kemal Attaturk laknatullah. Suatu ketika Kholifah Abdul Hamid sedang naik kereta setelah diusir penjajah. Dalam kereta ada seorang yang menyodorkan segelas teh hangat. Terjadilah perbincangan yang intinya sang Kholifah mengatakan dengan apa aku membalas kebaikan tuan," maka seorang yang menyodorkan teh hangat tadi mengatakan. Sang kholifah tidak perlu membalas, karena Kholifah telah memberikan jaminan kehidupan yang sejahtera dan melindungi kami yang seorang Yahudi. ( Di sadur dari tausiyah KH Hafidz Abdurrahman)

Bahkan pada era kekhilafahan jaminan kehidupan rakyat terpenuhi, yang tidak punya rumah dibangunkan rumah. Padahal pada zaman kekhilafahan sumber daya alam belum ditemukan. Semua terwujud hanya memberdayakan zakat, infak, shodaqoh, tanah khoroj, dan jizyah.

Hal ini membuktikan bahwa sistem Islam yang dijalankan selama berabad - abad telah menciptakan kehidupan yang menentramkan dan membahagiakan. Karena Sistem ini menerapkan hukum yang datang dari sang Kholiq, Allah SWT.

Maka saatnya umat Islam kembali menerapkan sistem Islam. Sistem yang telah menunjukkan pada dunia bahwa Islam membawa rahmat seluruh umat manusia.

Wallahua'lam bishowwab.

Post a Comment for "VIRUS BELUM REDA, KORUPSI MERAJALELA. SEMAKIN JELAS WAJAH ASLI SISTEM DEMOKRASI"