Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Varian Baru Covid-19, Siapkah Melawannya?

Hampir satu tahun pandemi meliputi seluruh negeri. Berbagai kebijakan dilakukan untuk mengatasi namun tak memberikan hasil yang berarti. Virus covid-19 terus mencari korban ke berbagai pelosok negeri. Bahkan kabar terkini, ada berbagai varian baru Covid-19 yang katanya menambah kuat penularan. Sudah siapkah negeri kita menghadapi?

Oleh : Lilik Yani (Muslimah Peduli Umat dan Peradaban)

Hampir satu tahun pandemi meliputi seluruh negeri. Berbagai kebijakan dilakukan untuk mengatasi namun tak memberikan hasil yang berarti. Virus covid-19 terus mencari korban ke berbagai pelosok negeri. Bahkan kabar terkini, ada berbagai varian baru Covid-19 yang katanya menambah kuat penularan. Sudah siapkah negeri kita menghadapi?

Dilansir dari KOMPAS.com - Varian baru virus corona dari Inggris yang diberi nama B117 kini telah menyebar ke banyak negara. Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengatakan ada beberapa bukti bahwa varian baru virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Inggris bisa lebih mematikan daripada jenis aslinya.

“Kami telah diberitahu hari ini bahwa selain menyebar lebih cepat, sekarang juga tampak bahwa ada beberapa bukti bahwa varian baru (varian yang pertama kali ditemukan di London dan Inggris) mungkin terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi,” kata Johnson dikutip dari CNBC, Jumat (22/1/2021).

Bahkan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand telah melaporkan varian baru virus itu.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut, ada beberapa bukti bahwa B117 bisa lebih mematikan dari varian lainnya, selain lebih menular.

Bagaimana Sikap Pemerintah Menghadapi Hal Ini?

Agar penularan tidak semakin meluas, apalagi jenis varian baru sudah semakin dekat. Bisa saja sudah masuk, hanya belum terdeteksi. Maka sikap yang harus dilakukan adalah lockdown.

Pemerintah harus ada tindakan tegas, jangan sampai ada warga negara asing masuk Indonesia. Demikian pula sebaliknya. Apalagi virus jenis baru penyebarannya lebih cepat. Maka perlu sikap dan tindakan tegas jika tidak mau jumlah korban semakin banyak.

Jangan karena demi berjalannya perekonomian dalam negeri sehingga pemerintah mengorbankan nyawa umatnya. Karena nyawa satu umat lebih berharga daripada dunia seisinya.

Namun apa yang terjadi? Siapkah pemerintah melawan varian baru tersebut? Pemerintah yang menerapkan sistem kapitalisme ini mengutamakan keuntungan materi daripada nyawa umat. Terbukti meski dalam kondisi pandemi parah seperti ini. Juga ada larangan masuknya warga asing ke dalam negeri. Namun banyak tenaga kerja cina yang masuk melalui jalur resmi.

Siapa yang bisa menjamin mereka terbebas dari virus? Bukankah itu jadi peluang penularan virus lebih besar lagi? Apakah tidak khawatir jika mereka akan menularkan kepada warganya sendiri? Lantas akan meningkat berapa banyak lagi jika varian baru itu sampai masuk ke dalam negeri?

Apakah itu artinya pemerintah tak peduli keselamatan umat? Bukannya melawan atau mengantisipasi penyebaran virus namun justru mengundang tenaga kerja asing masuk ke dalam negeri. Jumlah korban covid-19 terus meningkat. Nyawa umat terabaikan, terkalahkan oleh pilihan mengutamakan jalannya perekonomian negara.

Bagaimana Solusi Pemerintah Islam Mengatasi Masalah Ini?

Sepertinya Allah hendak menguji lebih mendalam keimanan hambaNya. Bagaimana tidak, pandemi covid-19 belum tuntas, bahkan jumlah korban semakin banyak belum bisa diatasi.

Kini ada covid dengan varian baru yang diberi nama B117. Lebih cepat penyebarannya dan lebih membahayakan. Bisa dibayangkan betapa mengerikan. Mengapa ujian ini tidak membuat pemimpin negeri melakukan muhasabah diri? Adakah yang salah tentang kita, hingga Allah menguji sedemikian rupa.

Sementara pandemi bukan hanya kali ini. Ketika zaman Rasulullah saw dan masa sahabat Umar bin Khattab pernah terjadi pandemi juga. Rasul memberikan contoh bagaimana mengatasi pandemi secara benar. Apakah sudah ditunaikan?

Ketika terjadi wabah, Rasul melakukan lockdown wilayah yang terkena wabah. Tidak menunggu menyebar ke berbagai wilayah baru lockdown, akan kesulitan menanganinya. Kemudian yang sakit diisolasi di tempat jauh dari penduduk agar tidak terjadi penularan.

Sementara umat yang sakit dan memerlukan pengobatan, maka akan dibawa ke RS dengan fasilitas memadai agar segera sembuh. Sedangkan yang sehat diberikan vaksinasi untuk pencegahan agar tidak tertular. Dengan catatan, vaksin yang diberikan dari bahan halal dan dengan cara yang benar.

Selain itu diberikan imunitas dengan makanan bergizi yang disiapkan oleh negara. Karena ketika mengalami lockdown, mereka tidak bisa bekerja maka semua difasilitasi negara.

Sementara daerah lain yang tidak terkena wabah, masih bisa aktivitas seperti biasa. Baik itu di bidang ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan lainnya lagi. Sehingga roda perekonomian tetap berjalan lancar dan bisa membantu wilayah yang terkena wabah. Hingga tidak sampai terjadi inflasi.

Yang menjadi pertanyaan, sudahkah pemerintah sekarang menjalankan apa yang dicontohkan Rasul? Dimana cara itu sudah terbukti berhasil atasi wabah. Jika sudah ada bukti, mengapa sibuk mencari cara baru untuk melawan covid-19 maupun B117?

Ada solusi mudah, jelas, terbukti ampuh, mengapa tidak diambil? Mau sampai kapan manusia akan sombong dan tidak mau kembali pada aturan Allah? Adakah solusi yang lebih baik daripada apa yang dicontohkan Rasul?

Wallahu a'lam bish shawwab

Surabaya, 9 Februari 2021

Post a Comment for "Varian Baru Covid-19, Siapkah Melawannya?"