Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah: Masa Depan Umat Islam

"... Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan al-Bazzar).

Oleh: Sherly Agustina, M.Ag (Kontributor media dan pemerhati kebijakan publik)

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Berbagai negara melarang wanita berhijab di antaranya, Tuniisa, Prancis, Belanda, Jerman dan Rusia. Ada pula negara yang melarang menggunakan cadar, yaitu Belgia, Australia dan Spanyol. Sedangkan Turki pada awalnya melarang, namun akhirnya membuat kebijakan yang memperbolehkan menggunakan hijab dan niqab (Liputan6.com, 7/7/19). Kini, di Indonesia dengan SKB3 Menteri mengatur tentang seragam sekolah agar tidak berbau agama.

Indonesia masuk ke dalam program Committee on Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), program ini telah berjalan semenjak 30 tahun lalu, yakni tepatnya pada tahun 1982. Konsekwensinya, Indonesia harus mengikuti semua program CEDAW. Di antaranya, pengarusutamaan gender dan posisi wanita di dunia perpolitikan. Bagaimana caranya wanita memiliki peran yang setara di ranah publik dengan kaum pria.

Duka Nestapa Tanpa Khilafah

Beginilah nasib umat Islam pasca 100 tahun tanpa khilafah sungguh menyedihkan, terkatung-katung penuh duka khususnya perempuan dan keluarga. Larangan hijab bagi wanita di berbagai negara begitu mudah, tak ada yang bisa melindungi. Sejak runtuh khilafah tahun 1342 H hingga kini 1442 H, umat Islam tak ada pelindung dan perisai masing-masing tercerai-berai.

Standar yang digunakan bagi umat Islam ketika melakukan sesuatu bukan lagi halal-haram dan boleh atau tidak menurut Islam. Tapi mengikuti standar internasional, dimana di dalamnya penuh jebakan bagi umat Islam. Misalnya, syariat hijab dilarang untuk menjauhkan muslimah dari Islam. Opini kesetaraan gender agar muslimah sedikit demi sedikit meninggalkan kewajiban utamanya sebagai ummun wa rabbat al bait.

Musuh Islam tahu, lahirnya generasi berkualitas dari ibu yang berkualitas. Pembentukan generasi berkualitas di keluarga, karena keluarga merupakan benteng pertahanan terakhir umat Islam. Maka, musuh Islam berupaya dengan berbagai cara untuk menghancurkan benteng terakhir ini. Salah satunya mencabut peran utama muslimah di rumah agar masuk dalam jebakan ide kesetaraan gender.

Upaya itu cukup membuahkan hasil, karena sebagian muslimah masuk dalam jebakan tersebut. Bahkan, begitu menikmati dan memperjuangkannya seakan-akan mereka tercerahkan dengan ide kesetaraan gender. Mereka beranggapan, bahwa muslimah yang tetap memegang teguh prinsip agama dalam menunaikan kewajiban utama seorang ibu sebagai pemikiran yang kuno. Begitu hebatnya brain wash yang dilakukan oleh musuh Islam, sehingga ini menjadi PR berat bagi umat Islam.

Ini baru dalam satu aspek saja dalam kehidupan muslimah, masih banyak aspek lain yang rusak sejak tak ada lagi naungan bagi umat Islam di dunia. Maka, keberadaan khilafah sangat dirindukan dan dinanti bagi para pejuang perubahan. Perubahan dari kegelapan menuju cahaya, yaitu dari kondisi jahiliyah modern dimana aturan-Nya tak lagi diterapkan dalam kehidupan. Menuju kondisi yang penuh berkah dan rahmat, dimana aturan-Nya kembali diterapkan di muka bumi.

Hanya Islam yang Memuliakan Wanita

Hanya Islam yang mampu mengangkat derajat wanita sesuai fitrahnya, dengan menggunakan hijab salah satunya. Karena aturan hijab yang Allah tetapkan untuk kebaikan para muslimah. Serta memposisikan semua sesuai porsinya, bahwa walau wanita memiliki kiprah di ranah publik tetap tidak meninggalkan kewajiban utamanya sebagai ummu wa rabbat al bait.

Pendidikan pertama dan utama di tangan para muslimah, agar terbentuk generasi yang berkualitas sesuai tuntunan illahi. Jika generasi yang dibentuk dan dihasilkan berkualitas, maka sangat membantu negara. Wajar jika di masa keemasannya, Islam mampu menjadi negara super power. Salah satunya memiliki SDM yang berkualitas, tidak hanya dalam aspek agama tapi juga dunia.

Lahirnya generasi berkualitas tak lepas dari peran ibu, di masa dulu misalnya Ibu Sultan Muhammad al Fatih. Mendidik dan memotivasi anaknya setelah shalat subuh, mengajarkan tentang geografi dan batas-batas Konstantinopel. Menanamkan keyakinan pada anaknya, bahwa kelak ia yang akan menaklukan Konstantinopel. Terbukti, di usia 21 tahun Al Fatih berhasil memimpin pasukan untuk menaklukkan Konstantinopel.

Contoh lain, para imam mazhab yaitu Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hambal dibesarkan sebagai anak yatim. Imam Bukhari, perawi hadist terbesar dibesarkam oleh seorang ibu yang berjuang keras mendidik dan mengantarkan anaknya pada ulama-ulama besar untuk belajar. Para ibu yang hebat dan tercatat dalam sejarah.

Di dunia sains, lahir ulama yang pertama kali menegenalkan sistem bilangan decimal dan sistem operasi matematika. Mereka antara lain, al-Khawarizmi, al KIndi, al Karaji, al-Battani, al-Biruni, dan Umar Khayyam. Mereka mengenalkan angka-angka dan lambang bilangan, termasuk angka nol (zero), bilangan phu, algoritma, fungsi sinus, cosines, tangen, dan lain-lain.

Bidang kimia, dikenal Jabir Ibnu Hayyan, al-Burini, Ibnu Sina, ar-Razi, dan al-Majriti. Biologi ada al-Jahiz, ytar, al-Qazwii al-Damiri, Abu Zakariya Yahya, Abdullah bin Ahmad bin al-Baytar, dan al-Mashudi dan al-Mashudi. Al-Jahiz adalah pencetus pertam teori evolusi. Sedangkan di bidang fisika ada al-Haitham, Ibnu Bajjah, al-Farisi, dan Fakhruddin ar-Razi. Selain jago fisika, ia juga jagi matematika, astronomoi, dan ahli kedokteran. Ia adalah ulama yang intelek.

Wanita mulia dan dimuliakan hanya dengan Islam, sehingga lahir generasi yang berkualitas dan terhormat. Sudah saatnya Islam memimpin dunia dengan khilafah, karena khilafah adalah masa depan umat Islam. Mari bersegera menjemput janji dan bisyarah Baginda Rasulullah Saw.:

"... Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan al-Bazzar).

Allahu A'lam bi ash Shawab.

Post a Comment for "Khilafah: Masa Depan Umat Islam"