Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketiadaan Khilafah, Menjauhkan Hidup dari Berkah

Rasulullah Saw. berkata, "Jika zina dan riba tersebar luas di suatu kampung, maka sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah" (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).  Dampak yang luar biasa saat riba dan zina dihalalkan. Bukan hanya akan dialami oleh para pelaku zina dan riba, tetapi bisa menimpa seluruh manusia. Kedangkalan berpikir manusia setelah runtuhnya kekhilafahan, semakin membuat manusia jauh dari keberkahan.

Oleh: Sri Astuti, Am.Keb (Aktivis Muslimah Peduli Negeri)

Rasulullah Saw. berkata, "Jika zina dan riba tersebar luas di suatu kampung, maka sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah" (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Dampak yang luar biasa saat riba dan zina dihalalkan. Bukan hanya akan dialami oleh para pelaku zina dan riba, tetapi bisa menimpa seluruh manusia. Kedangkalan berpikir manusia setelah runtuhnya kekhilafahan, semakin membuat manusia jauh dari keberkahan.

Dilansir dari, liputan6.com, 20 Oktober 2020. Jumlah bunga utang Indonesia mencapai Rp. 338,8 triliun atau senilai dengan 17 persen dari APBN 2020. Angka yang melewati batas aman yang direkomendasikan oleh IMF, yaitu sebesar 10 persen.

Angka yang sangat mencengangkan, utang negara yang begitu besar karena berbunga ribawi. Semakin hari akan semakin besar jumlahnya, sangat mengerikan.

Permohonan dispensasi nikah di Pengadilan Agama, Blitar, Jawa Timur, melonjak tajam dimasa pandemi. Dari 408 pemohon 20 persennya dikarena hamil di luar ikatan pernikahan. (kompas.tv, 18/9/2020)

Di tengah kondisi yang semakin sulit karena pandemi, namun tak juga membuat masyarakat berhenti membuat kemaksiatan. Nafsu yang menguasai diri manusia, mengalahkan akal yang seharusnya dipergunakan dengan baik.

Berbagai macam pemahaman barat berhasil mengoyak kehidupan manusia. Penerapan hadlarah barat yang berakidahkan sekulerisme, menjauhkan manusia dari fitrahnya. Berbagai upaya kafir penjajah barat terus dihembuskan dalam pemikiran umat, sehingga berdampak luas di tengah kehidupan masyarakat.

Sistem perekonomian negara yang berbasis ribawi dan sistem pergaulan masyarakat yang mengusung kebebasan. Maka tak heran berbagai bencana datang silih berganti, keberkahan dari langit dan bumi tak bisa dirasakan.

Standar kebahagiaan pemikiran barat yang berfokus pada sebanyak-banyaknya untuk memenuhi segala keinginan, tanpa memperhatikan halal dan haram. Taraf berpikir manusia yang dangkal, tak mampu mengkaitkan fitrahnya dengan keimanan dengan baik.

Sebagai fitrah manusia yang lemah dan terbatas. Menjadi sesuatu yang seharusnya menyadarkan manusia bahwa dirinya, alam semesta dan kehidupan berada dalam kekuasaan Allah sebagai Sang Khaliq. Tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan-Nya merupakan sikap yang wajib dimiliki oleh setiap Muslim.

Semua disebabkan oleh penerapan sistem kapitalisme yang berkuasa di dunia saat ini. Karakter kapitalisme adalah sebagai penjajah, baik secara ekonomi, pergaulan, budaya dan lain-lain.

Oleh karena itu, untuk melawan berbagai kedzaliman sistemik maka harus dilawan juga dengan sistem yang memberikan keberkahan dari langit dan bumi. Membuang jauh penerapan hadlarah barat, berganti dengan hadlarah Islam yang secara empiris dan historis terbukti berhasil mewujudkan kehidupan yang penuh keberkahan.

Sayangnya, kini hadlarah Islam telah jauh dilupakan oleh kaum Muslim. Nestapa derita umat manusia terus terjadi, riba dan zina semakin tak terkendali. Oleh sebab itu, sebagai bentuk perwujudan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dengan terus berada dalam barisan perjuangan mengembalikan kehidupan Islam.

Sebagai seorang manusia yang beriman Allah berikan akal untuk berfikir. Mencari berbagai upaya agar solusi Islam menjadi satu-satunya jalan keluar, dengan cara membina masyarakat, berinteraksi dengan masyarakat serta memuhasabahi penguasa.

Hal itu dulu dilakukan oleh Rasulullah saat berdakwah di tengah-tengah kaum Quraisy. Sikap berani, terang-terangan dan tegas mengatakan yang hak dan bathil. Meskipun saat itu masyarakat Mekkah hidup dalam kemusyrikan, namun Rasulullah tak pernah berhenti mencerdaskan dengan ide-ide Islam dan mengajak untuk totalitas mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Meyakini pada setiap diri seorang Muslim bahwa riba dan zina adalah seburuk-buruk perbuatan. Standar kebahagiaan seorang Muslim terletak pada keridloan-Nya atas segala perbuatan manusia. Halal dan haram menjadi tuntunan dalam setiap aktivitas, begitu lah gambaran diri seorang Muslim pada kehidupan hadlarah Islam.

Menerapkan sistem ekonomi Islam dan sistem pergaulan Islam, tak hanya itu seluruh aspek kehidupan diatur oleh aturan-Nya. Taat pada syariat secara menyeluruh merupakan konsekuensi keimanan tertinggi.

Menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan adalah kewajiban setiap Muslim. Menerapkan syariat Islam dalam kehidupan secara menyeluruh sebagai kemuliaan sebuah peradaban manusia.

100 tahun sudah berlalu, Khilafah sebagai sebuah peradaban manusia. Kini saatnya kaum Muslim bersatu untuk mengukir kembali sebuah sejarah, bahwa kaum Muslim pernah berjaya. Tegakan Khilafah Islamiyah berdasarkan manhaj kenabian serta terapkan syariat Islam secara menyeluruh.

Post a Comment for "Ketiadaan Khilafah, Menjauhkan Hidup dari Berkah"