Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kekuatan yang Terlupakan, Persatuan dan Kebangkitan Islam

Namun saat ini, jumlah muslimin yang banyak, anugrah sumber daya yang berlimpah bahkan majunya teknologi, tidak cukup mampu membangkitkan kembali kebesaran Muslimin dan mengembalikan masa kegemilangan kaum muslimin. Banyak kita dapatkan umat muslim yang berada dalam kemiskinan, kelaparan bahkan dalam penindasan atas nama kebebasan. Hal ini patut menjadi muhasabah kita bersama. Bagaimana agar umat Islam menjadi umat yang besar?

Oleh: Qoni Oktanti (Mahasiswa S2 Kesehatan)

Tahun ini, pengguna media sosial mendapat pengumuman mengejutkan dari pengelola aplikasi pengirim pesan, whatsapp. Aplikasi pengirim pesan, whatsapp tercatat sebagai aplikasi pengirim pesan yang banyak digunakan oleh pengguna media sosial di banyak negara, termasuk negara dengan mayoritas muslim. Pengelola whatsapp mengeluarkan peraturan bagi penggunanya, bahwa data pengguna akan dibagi ke platform facebook. Maka bagi pengguna yang tidak menyetujui hal ini, tidak bisa melanjutkan penggunaan aplikasi whatapp sebagai aplikasi pengirim pesan. Masyarakat di beberapa negara, termasuk Indonesia kemudian memilih untuk beralih ke aplikasi pengirim pesan yang lain. Seperti aplikasi telegram, bip dan bahkan aplikasi pengirim pesan buatan dalam negri. Karena ramainya peralihan pengguna ini, pengelola aplikasi whatsapp memutuskan untuk memundurkan berlakunya kebijakan tersebut sambil meninjau respon masyarakat terhadap jaminan keamanan yang baru seiring peraturan yang baru dalam penggunaan aplikasi whatsapp.

Melalui kejadian ini, kita dapati bahwa, pengguna whatsapp yang sebagian besar adalah penduduk muslim, ternyata memberi pengaruh yang besar bagi pengelola whatsapp untuk menunda kebijakannya karena keputusan beralih dari sebagian penggunanya. Di sisi lain, jika kita melihat jumlah muslimin di seluruh dunia ini sangat besar, hampir di setiap negara di seluruh belahan dunia, dapat kita temui muslimin yang tinggal di sana. Dengan jumlah yang besar meski tersebar di seluruh belahan bumi ini ternyata bisa memberikan efek dan memengaruhi kebijakan sebuah perusahaan besar seperti whatsapp.

Jika kita detail sebenarnya potensi kaum muslimin tidak hanya dari segi jumlah penduduk. Tapi jika kita melihat sumber daya alam yang dimiliki oleh negeri-negeri muslim juga sangat besar. Indonesia, Irak, Iran, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lainnya yang notabene dihuni oleh mayoritas muslim diberi anugerah oleh Allah SWT dengan kekayaan yang besar. Begitupun secara intelektual. Banyak ilmuwan muslim dari zaman dahulu maupun saat ini yang cukup berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Media Inggris the Guardian melaporkan, penemu pertama virus Corona adalah seorang ahli virus di Rumah Sakit Dr Soliman Fakeeh di Jeddah, Arab Saudi, yang bernama Ali Mohamed Zaki pada Juni 2012.

Umat muslimin adalah sebaik-baik umat, sebuah jaminan langsung dari Allah swt yang tercantum dalam Qs. Ali Imran ayat 110. Jumlah kaum muslimin yang besar dan tersebar ke seluruh penjuru dunia merupakan salah satu point yang membangun kekuatan muslimin. Begitu juga limpahan hasil bumi dari sumber daya alam yang banyak dan diberikan oleh Allah pada negri negri kaum muslimin. Tentu ini merupakan hal yang sangat berpengaruh untuk kemajuan umat muslim.

Namun saat ini, jumlah muslimin yang banyak, anugrah sumber daya yang berlimpah bahkan majunya teknologi, tidak cukup mampu membangkitkan kembali kebesaran Muslimin dan mengembalikan masa kegemilangan kaum muslimin. Banyak kita dapatkan umat muslim yang berada dalam kemiskinan, kelaparan bahkan dalam penindasan atas nama kebebasan. Hal ini patut menjadi muhasabah kita bersama. Bagaimana agar umat Islam menjadi umat yang besar? Maka Islam akan bangkit kembali dengan adanya persatuan umat muslim. Persatuan yang didasarkan pada pemikiran Islam serta tunduknya umat Islam pada peraturan Islam. Peraturan Islam yang diterapkan secara menyeluruh telah terbukti menjadi kunci kebangkitan muslimin dan kegemilangan Islam dalam sejarah daulah Islamiyah.

Sejarah juga mencatat, masa kegemilangan Islam berjasa besar untuk kemajuan dunia, baik dari segi ilmu pengetahuan, maupun teknologi. Pada masa itu, pemikiran masyarakat yang bersumber dari ajaran Islam menghasilkan pengelolaan alam semesta yang membawa kebermafaatan. Tidak hanya untuk manusia, namun juga alam itu sendiri. Pemikiran Islam dan ketaatan pada syariat, sangat dipegang teguh oleh muslimin dan seluruh masyarakat di bawah naungan daulah Islamiyah pada masa itu.

Maka harus disadari bahwa Islam akan bangkit kembali dengan kembalinya kesadaran kaum muslimin kepada pemikiran yang berlandaskan pada keimanan kepada Allah SWT. Ketundukan pada syariat Allah, yang memang terbukti membawa kebaikan untuk manusia dan sesuai fitrah manusia. Pemikiran Islam yang tertanam kuat akan mendorong umat Islam bersatu, tidak lagi tersekat batas batas negara, sehingga tidak lagi ada muslimin yang kelaparan, tenggelam dalam kemiskinan dan bahkan menderita karena ketertindasan. Wallâhu a’lam bish showab.

Post a Comment for "Kekuatan yang Terlupakan, Persatuan dan Kebangkitan Islam"