Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Guru Masa Depan Peradaban Mulia

Telah tertoreh dengan tinta emas bagaimana hasil didikan Rasulullah. Mereka adalah generasi sahabat yang mulia dan memuliakan Islam dengan segenap jiwa raga. Lalu, secara bergiliran dari masa ke masa dilahirkan sosok guru dan murid yang membangun peradaban dalam sistem pemerintahan Islam Khilafah.

Oleh: Choirin Fitri (Aktivis Muslimah Kota Batu)

Guru, digugu lan ditiru, begitu orang Jawa menyebutnya. Digugu artinya didengarkan. Maka, setiap kata yang keluar dari lisan seorang guru akan didengarkan muridnya. Ditiru artinya dicontoh. Maka, setiap tindak tanduk seorang guru menjadi teladan bagi muridnya.

Ada pepatah mengatakan, "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari." Peribahasa ini bermakna bahwa apapun yang dilakukan oleh guru, akan ditiru oleh murid, mentah-mentah. Maka, tak layak bagi seorang guru melakukan perilaku yang tak bermoral, hingga murid-muridnya menjadikannya contoh.

Sayang seribu sayang, sosok guru yang benar-benar bisa digugu dan ditiru saat ini mulai pudar. Kebanyakan guru saat ini kehilangan kepribadiannya menjadi sosok yang layak ditiru. Malah, terkesan guru menjadi orang yang ikut perkembangan zaman bahwa guru adalah orang yang sekadar transfer ilmu.

Pandangan ini sangat berbahaya bagi guru maupun murid. Mengapa? Karena, sejatinya guru bukanlah sosok yang hanya sekedar transfer ilmu. Kalau itu yang dilakukan, maka Mbah Google bisa jadi lebih pandai darinya.

Sejatinya guru adalah sosok tak hanya transfer ilmu tapi juga mentransfer nilai-nilai. Jika guru mengemban pemikiran sekuler. Maka, ia akan ajarkan anak muridnya pemikiran sekuler. Ia akan mengajarkan bahwa Islam tidak mengatur kehidupan. Islam hanya mengatur urusan agama. Pemikiran guru semacam ini tentu akan sangat berbahaya.

Tak heran jika saat ini kita akan menemukan murid dan guru hasil didikan sistem sekuler menjadi orang sekuler juga. Mereka enggan menjadikan aturan Islam sebagai aturan kehidupan. Mereka bahkan menganggap bahwa Islam sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Nyatanya hal ini salah besar.

Guru dalam Islam adalah sosok yang mulia. Kiprahnya dalam membangkitkan peradaban tak bisa dielakkan. Setiap kebangkitan peradaban Islam pasti ada sosok guru hebat dibaliknya. Sosok guru yang tidak hanya mendidik muridnya dengan ilmu tapi juga dengan iman dan amal. Artinya, guru yang benar-benar menjadikan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya sebagai standar dalam mendidik muridnya.

Rasulullah adalah guru sejati. Kepadanyalah setiap guru hendaknya berkiblat. Guru hendaknya menjadikan Rasulullah teladan dalam setiap tindak tanduk dalam keseharian. Pun dalam mendidik anak-anak bangsa.

Telah tertoreh dengan tinta emas bagaimana hasil didikan Rasulullah. Mereka adalah generasi sahabat yang mulia dan memuliakan Islam dengan segenap jiwa raga. Lalu, secara bergiliran dari masa ke masa dilahirkan sosok guru dan murid yang membangun peradaban dalam sistem pemerintahan Islam Khilafah.

Dalam sistem Khilafah, guru dimuliakan dan menjadi sosok yang digugu dan ditiru, sebab Ia menjadikan Islam sebagai standar kehidupan. Maka, saat menyampaikan materi atau berperilaku Islam jadi panduan. Hingga murid-muridnya pun dikenal sebagai pribadi yang menjadikan Islam juga sebagai standar kehidupan. Islam menjadikan mereka mulia.

Sayangnya saat ini sistem pemerintahan yang mampu melahirkan guru yang akan menjadikan peradaban mulia telah runtuh. Di atas puing-puing keruntuhannya dibangun peradaban yang menjadikan aturan manusia sebagai aturan kehidupan. Dan, peradaban hina inilah yang saat ini kita tinggal di dalamnya. Tak heran, jika kerusakan demi kerusakan moral yang akan dipandang mata setiap harinya.

Kita tak boleh diam berpangku tangan. Harus ada upaya perubahan untuk mengembalikan kemuliaan Islam dalam bingkai Khilafah. Karena, dengan sistem mulia Khilafah inilah kita akan menemukan sosok guru yang yang melahirkan peradaban mulia. Kita harus mengambil jalan perjuangan untuk menghadirkannya kembali sebagaimana kabar gembira yang disampaikan Rasulullah bahwa Khilafah akan kembali tegak.

Rasulullah bersabda, ".....Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Sahih).

Post a Comment for "Guru Masa Depan Peradaban Mulia"