Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah Wujudkan Masyarakat Cerdas, Kritis & Peduli

Sistem Islam akan mewujudkan umat yang cerdas, kritis bahkan peduli. Dengan diberikannya fasilitas yang memadai oleh negara seperti pendidikan yang gratis bagi siapa saja bahkan kreativitas anak bangsa akan dikembangkan sehingga tak ada lagi bakat terpendam yang tidak tersalurkan. Serta kebijakan negara dalam menjaga ketakwaan setiap individu pun terjaga, dan akan melahirkan generasi yang peduli terhadap sesamanya untuk saling tolong menolong bukan untuk dicemooh atau bahkan dibiarkan bila ada umat yang berbuat kemaksiatan.

Oleh: Muzaidah (Aktivis Muslimah)

Tak terasa, tahun 2020 sudah dilewati. Berbicara soal 2020, kejutan apa saja yang sudah diberikan Negara kepada rakyatnya?, Bahagia, sedih atau bahkan terpuruk?

Sangat memprihatinkan bagi Indonesia, dengan mayoritas Islam terbesar di dunia. Tak ketinggalan dengan duka dari berbagai macam aspek kegagalan dalam segala sektor yang dirasakan oleh rakyat. Mulai dari ekonomi, pendidikan bahkan kesehatan.

Bank Dunia lewat rilis International Debt Statistics pada 12 Oktober 2020 melaporkan, Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan Utang Luar Negeri (ULN) terbesar di antara negara berpendapatan menengah dan rendah. Indonesia menempati urutan ke-7 dengan jumlah ULN mencapai USD 402 miliar, atau sekitar Rp 5.889 triliun (kurs Rp 14.650 per dolar Amerika Serikat. (liputan6.com, 12/10/2020).

Sistem demokrasi yang memihak kepada para kapital (pemilik modal) sangat berimbas kepada rakyat. Negara tidak menstabilkan perekonomian negara, malah berpropaganda dalam jual beli aset negara. Mulai dari pertambangan emas, batu bara, minyak bahkan air mineral sekali pun dijualnya. Tak dipungkiri memang, jika akhir 2020 utang negara mencapai 6 triliunan. Ini semua akibat dari sistem yang diterapkan hari ini yang mana sama sekali tidak memihak rakyat melainkan para kapital. Hal ini sangat memprihatinkan dan duka terbesar bagi rakyat Indonesia. Melihat pemerintahnya tidak bertanggung jawab terhadap kekuasaan yang diembannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya seorang imam (kepala negara) laksana perisai, rakyat di belakangnya dan dia menjadi pelindung bagi rakyatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Padahal dalam sistem Khilafah, rakyat sebagai amanah yang diberikan kepada Allah SWT yang harus dilayani penuh mulai dari kebutuhan hidupnya sampai mengurus negara untuk rakyat akan dilakukan oleh Khalifah selaku pemimpin bagi umat. Khilafah akan mengelola aset negara yang akan dikembalikan kepada umat untuk digunakan sebagai kebutuhan hidupnya.

Tidak seperti sistem hari ini, yang sangat menambah penderitaan rakyat, di mana masyarakat tidak dibekali kecerdasan yang mengakar melainkan malah abai. Terbukti dengan masih banyaknya anak-anak yang tidak duduk di bangku pendidikan. Bahkan masih banyak sekali generasi yang buta huruf, dan tidak menjaga akhlak sehingga berbuat semaunya.

Direktur Eksekutif Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Children’s Fund Henrietta Fore mengatakan, pandemi corona (Covid-19) telah membuat darurat pendidikan global yang mengancam setidaknya 24 juta siswa putus sekolah. (kompas.com, 18/09/2020).

Sistem Islam akan mewujudkan umat yang cerdas, kritis bahkan peduli. Dengan diberikannya fasilitas yang memadai oleh negara seperti pendidikan yang gratis bagi siapa saja bahkan kreativitas anak bangsa akan dikembangkan sehingga tak ada lagi bakat terpendam yang tidak tersalurkan. Serta kebijakan negara dalam menjaga ketakwaan setiap individu pun terjaga, dan akan melahirkan generasi yang peduli terhadap sesamanya untuk saling tolong menolong bukan untuk dicemooh atau bahkan dibiarkan bila ada umat yang berbuat kemaksiatan.

Allah SWT berfirman. ''Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A'raf: 96)

Tidak ada lagi yang terbaik kecuali sistem Islam, menjadikan seluruh umatnya berbekal keimanan dan ketakwaan. Yang mana semua ini dilakukan Negara sebagai kewajiban.

Maka, mari tinggalkan sistem buatan manusia (demokrasi) yang sifatnya terbatas, lemah bahkan bisa menjadi perusak dalam kehidupan.

Wallahualam bissawab

1 comment for "Khilafah Wujudkan Masyarakat Cerdas, Kritis & Peduli"

  1. Khilafah juga sistem yang terbatas karena hanya berdasarkan 1 agama saja sedangkan kita tidak tinggal di dunia atau negara yang hanya terdiri dari 1 agama saja. Sudah cukup kerusakan yang ditimbulkan karena memaksakan Khilafah harus tegak.

    ReplyDelete