Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tolak Normalisasi Hubungan Diplomasi Dengan Israel

Akhir-akhir ini santer diberitakan tentang normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab. Efek masifnya berita itu di media massa membuat rakyat Indonesia sebagai negeri Islam terbesar di dunia menjadi was-was karena bisa jadi Indonesia menjadi sasaran Israel berikutnya agar Indonesia mau mengikuti langkah negara-negara Arab tersebut.

Oleh : Emmy Emmalya (penggiat Literasi)

Akhir-akhir ini santer diberitakan tentang normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab. Efek masifnya berita itu di media massa membuat rakyat Indonesia sebagai negeri Islam terbesar di dunia menjadi was-was karena bisa jadi Indonesia menjadi sasaran Israel berikutnya agar Indonesia mau mengikuti langkah negara-negara Arab tersebut.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Menteri Intelijen Israel Eli Cohen yang mengatakan tentang kemungkinan kesepakatan hubungan Israel itu dengan Indonesia, Oman, Mauritania, Niger dan Arab Saudi. (REPUBLIKA.CO.ID. 25/12/20).

Walaupun rumor normalisasi Indonesia dengan Israel ini sempat dibantah oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi dalam press briefing virtual (16/12/20), dengan menyatakan bahwa Indonesia tidak punya niatan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, ada pernyataan dari Wakil Presiden Kamar Dagang Israel-Indonesia Emanuel Shahaf yang dilansir oleh Republika.CO.ID tanggal 25/12/20, yang mengatakan bahwa, "Jika Arab Saudi menormalisasi hubungan dengan Israel, akan lebih mudah bagi Indonesia untuk melakukannya. Sebab, Indonesia melihat ke Makkah untuk bimbingan spiritual dan tindakan Arab Saudi mempengaruhi kebijakan publik Indonesia."

Sungguh pernyataan Emanuel Shahaf ini bisa memicu keresahan umat Islam Indonesia, karena mengandung dugaan adanya kemungkinan Indonesia akan melakukan hal serupa sebagaimana dilakukan oleh bangsa-bangsa Arab.

Menormalisasi hubungan dengan Israel bagi Indonesia merupakan perkara yang tidak boleh terjadi mengingat negara Israel memilki sejarah kelam yang pernah ditorehkan pada umat Islam di Palestina.

Israel adalah negara yang merampas tanah suci umat Islam (Palestina) dan sudah berpuluh-puluh tahun melakukan penjajahan terhadap negeri Palestina. Tindakan perampasan dan penjajahan adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Dan umat Islam Indonesia tidak akan melupakan sejarah kelam tersebut.

Alasan umat Islam di Indonesia untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan negara Israel ini juga kuat karena bila berbicara tentang negara Israel berarti berbicara tentang Yahudi yang memiliki sejarah kelam di masa lalu yang telah melakukan perampasan terhadap bumi palestina yang merupakan tanah suci umat Islam.

Sebagaimana digambarkan oleh Dr.Thariq as-Suwaidan dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedi Yahudi, bahwa tatkala kita berbicara tentang Israel sebagai sebuah negara, maka berarti kita sedang berbicara tentang Yahudi Israel dan para pendukungnya, baik secara langsung maupun tidak. Karena merekalah yang nyata-nyata menjadikan Israel sebagai sebuah negara ekslusif bagi bangsa Yahudi.

Bahkan dalam piagam pendeklarasian negara mereka disebutkan bahwasanya tujuan pendudukan wilayah Palestina adalah mendirikan satu negara yang khusus di huni bangsa Yahudi. Karena itulah, tidak seorangpun dapat memisahkan Israel dari bangsa Yahudi yang jelas-jelas mendukung tujuan dan ambisi ini, baik dalam negara Israel sendiri maupun di luarnya.

Pendirian negara yahudi ini tertuang pada perjanjian Balfour pada tanggal 2 November 1917. Dari perjanjian inilah awal mula yahudi menghegemoni umat Islam di Palestina.

Inilah cikal bakal mengapa umat Islam di seluruh dunia begitu memusuhi kaum Yahudi (Israel), karena mereka yang pertama kali menyulut api permusuhan terhadap umat Islam, dengan menduduki Palestina dan melakukan serangkaian pembantaian dan penangkapan. Maka apakah salah apabila umat Islam melawan hegemoni mereka atas hak dan tanah umat Islam yang telah mereka rampas?

Allah Swt sendiri sudah mengabarkan kepada kaum muslimin tentang kebencian, kedengkian, maupun kejahatan yang tersimpan di dalam diri kaum Yahudi. Allah Swt berfirman ; “Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik...” (Qs.Al Maidah:120).

Atas dasar itulah, kaum Yahudi akan terus menjadi musuh yang paling keras dan keji permusuhannya terhadap umat Islam. Mereka akan terus memerangi kita dengan menggunakan tipu daya dan tindakan-tindakan nista demi mewujudkan tujuan dan ambisinya.

Sikap umat Islam terhadap Negara Israel

Sikap yang harus dilakukan umat Islam terhadap Israel adalah tetap tidak melakukan hubungan apapun. Karena negara Israel termasuk dalam kategori darul harby fi’lan yaitu negara yang nyata-nyata memusuhi umat Islam secara terang-terangan.

Umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia seharusnya terus berjuang untuk memperjuangkan pembebasan bumi Palestina dari hegemoni Israel.

Dan membebaskan Palestina dalam kondisi umat Islam yang tersekat-sekat seperti saat ini adalah suatu hal yang mustahil. Maka perlu ada kekuatan yang mampu menyatukan umat Islam didunia untuk melawan kekuatan Israel dan sekutu-sekutunya. Dan kekuatan itu adalah negara Khilafah Islamiyah yang akan membebaskan Palestina dari cengkraman negara Yahudi Israel.

Sudah saatnya umat Islam di dunia bersama-sama berjuang mewujudkan tegaknya kepemimpinan Islam di muka bumi ini, agar kita bisa segera membebaskan Palestina dari cengkraman negara Israel.

Umat Islam jangan mau lagi untuk diadu domba oleh orang-orang kafir yang tidak menyukai Islam diterapkan. Saatnya kita saling mendukung dan bahu membahu untuk mewujudkan tegaknya syariat Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah.

Wallahu’alam bishowab.

Post a Comment for "Tolak Normalisasi Hubungan Diplomasi Dengan Israel"