Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

The Real Hankam Only in Islam

Kuatnya sebuah negara, salah satunya bisa dilihat dari Pertahanan dan Keamanan suatu negara itu. Dalam hal ini meliputi seberapa besar jumlah tentara atau pasukan yang dimiliki. Juga bagaimana kuantitas dan kualitas persenjataan yang dipunyai.

Oleh: Ummu Brilliant (Anggota Komunitas Setajam Pena)

Kuatnya sebuah negara, salah satunya bisa dilihat dari Pertahanan dan Keamanan suatu negara itu. Dalam hal ini meliputi seberapa besar jumlah tentara atau pasukan yang dimiliki. Juga bagaimana kuantitas dan kualitas persenjataan yang dipunyai.

Di negeri kita Tentara Nasional Indonesia (TNI), memegang peranan penting yaitu sebagai salah satu alat negara khususnya di bidang pertahanan. Tugas tentara adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari segala ancaman atau gangguan yang bisa membahayakan keutuhan bangsa.

Namun seperti diberitakan Republika.co.id, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menurunkan baliho/ spanduk bergambar HRS di Jakarta pada Jum' at (21/11). Setelah sebelumnya pada Kamis (19/11) warganet juga dihebohkan dengan sejumlah kendaraan taktis rantis milik Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI) yang berhenti di jalan raya di Kelurahan Petamburan Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sambil dikawal Polisi Militer dan sejumlah prajurit yang naik truk di belakangnya, rantis Koopssus TNI membunyikan sirine meraung-raung berhenti di depan gang menuju Markas Front Pembela Islam (FPI). Sontak hal ini mengagetkan banyak pihak termasuk para warganet.

Pengamat militer Fahmi Alfansi Pane, menjelaskan jika Koopssus TNI di bentuk untuk menghadapi ancaman nyata NKRI, seperti terorisme, separatisme, dan beragam ancaman hibrida (campuran). Menurutnya ini bukan ranah pasukan khusus untuk menakut-nakuti warga sipil, dalam hal ini anggota FPI.

Seperti kita ketahui bahwa FPI dan anggotanya bukanlah teroris maupun kelompok bersenjata yang mengancam NKRI. FPI adalah ormas yang getol mendakwahkan Islam, bahkan selau terdepan hadir jikalau terjadi bencana di suatu daerah di seluruh pelosok negeri. Mereka ikhlas dan pemberani dalam memberikan bantuan baik fisik maupun materi, disaat belum ada seorangpun yang datang di lokasi. Jadi, pantaskah mereka mendapat perlakuan seperti ini...? Harusnya mereka mendapat apresiasi bukan malah ditakut-takuti.

Koopssus TNI seharusnya melakukan kewajiban sebagaimana wewenangnya yaitu menumpas gerakan separatis maupun teroris seperti OPM, kelompok bersenjata di Papua. Mereka yang hingga saat ini nyata membahayakan warga sipil maupun negara. Jelas sekali mereka mengancam keutuhan NKRI. Hal ini butuh segera ditangani secara berani, tegas, cepat dan tuntas oleh mereka yang berwenang.

Namun mengapa dalam hal ini mereka tidak bertindak tegas? Kiranya tak pantas jika aparat Hankam justru bertindak tegas dan gagah-gagahan di hadapan rakyat sipil. Bukankah akan lebih baik bila kekuatan militer dan sarana prasarananya digunakan untuk menumpas gerakan separatis yang nyata mengancam dan membahayakan rakyat sipil dan negara.

Hal ini menjadi bukti bahwa dalam demokrasi, struktur Hankam seringkali terseret menjadi alat kekuasaan bukan sebagai alat untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara. Seharusnya aparat Hankam yang selama ini netral tetap menjaga netralitas tersebut meski arus politik saat ini tengah memanas. Namun selama sistem kapitalis demokrasi sekuler yang masih bercokol di negeri ini membuat netralitas mereka dipertanyakan. Urusan politik dukung mendukung, kritik mengkritik maupun perdebatan adalah menjadi hak dan urusan warga sipil. Seharusnya jangan karena telah dipilih dan dilantik presiden lalu melupakan tugas dan kewajiban utamanya. Harus dipahami bahwa tentara adalah alat negara bukan alat kekuasaan.

Oleh karenanya nampak jelas kebutuhan bangsa ini terhadap Hankam yang berfokus menjalankan tugasnya. Yakni melindungi kedaulatan dan mencegah segala bentuk ancaman asing. Aparat Hankam yang selayaknya lepas dari kepentingan dukung mendukung kekuasaan dan tidak mengabaikan ancaman nyata asing, hingga kampanye disintegrasi.

Tentu hal ini bertentangan dengan syariat Islam. Dalam Islam, keamanan adalah tanggung jawab juga kewajiban negara, dan menjadi hak rakyatnya. Keselamatan dan keamanan rakyat adalah prioritas utama. Islam menempatkan struktur Hankam sebagai bagian penting perlindungan kedaulatan dan perluasan pengayoman Islam terhadap umat manusia melalui jihad.

Keamanan di dalam negeri menjadi tanggung jawab Departemen Keamanan Dalam Negeri. Tugasnya adalah menangani segala hal yang bisa mengganggu keamanan dan mencegah segala hal yang dapat mengancam keamanan dalam negeri. Hal ini menjadi tugas kepolisian dan tidak diserahkan kepada militer kecuali dengan perintah Khalifah.

Sedangkan penyebaran Islam melalui dakwah dan jihad adalah perwujudan dari politik luar negeri Daulah. Jihad adalah puncak keagungan Islam, dan menjadi kewajiban setiap muslim. Serta merupakan aktivitas pokok Daulah setelah penerapan hukum-hukum Islam di dalam negeri. Tujuan jihad bukan untuk menjajah namun untuk menyatukan negeri-negeri dalam kesatuan wilayah Daulah.

Demikianlah gambaran singkat tentang pertahanan dan keamanan Daulah Islam. Berperan sebagai The Real Hankam, benar- benar untuk pertahanan dan keamanan. Berfungsi untuk melindungi segenap rakyatnya dari berbagai ancaman dan gangguan.

Wallahu'alam bishowab.

Post a Comment for "The Real Hankam Only in Islam"