Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pentingnya Metode Induktif bagi Abad Modern

Metode induktif adalah metode yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah baru di zaman serba modern ini. Metode induktif ini diambil dari dalil-dalil syariat yang bersifat khusus kemudian ditarik kepada kesimpulan yang bersifat umum untuk menyelesaikan problem yang baru tersebut. Yang sebelumnya terlebih dahulu digali dari atau di istinbath dari berbagai hukum syariat yang bersifat khusus.  Dalam dunia akademis metode induktif adalah menarik kesimpulan yang bersifat umum dari bagian-bagian yang bersifat khusus. Berbeda dengan ilmu fiqih yaitu mengkaji (menelusuri) bagian-bagian yang bersifat khusus untuk dapat ditarik pada kesimpulan yang bersifat umum.  Metode ini banyak di lupakan oleh umat. Makanya kenapa sampai sekarang terus menerus terjadi konflik? Iya sebab ikut gebyarnya nikmat sistem kebebasan demokrasi, sehingga aturan Allah di dicampakkan diganti oleh peraturan dari akal manusia. Padahal peraturan Allah itu selalu “Out Of Mine”. Di luar akal manusia. Misalnya persoalan kehidupan yang bersifat umum yaitu pergaulan laki-laki dan perempuan, hukum larangan ikhtilat atau hukum wajib Infishal. Maka Bagaimana menyelesaikannya adalah dengan metode induktif ini.

Oleh: Titin Hanggasari

Metode induktif adalah metode yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah baru di zaman serba modern ini. Metode induktif ini diambil dari dalil-dalil syariat yang bersifat khusus kemudian ditarik kepada kesimpulan yang bersifat umum untuk menyelesaikan problem yang baru tersebut. Yang sebelumnya terlebih dahulu digali dari atau di istinbath dari berbagai hukum syariat yang bersifat khusus.

Dalam dunia akademis metode induktif adalah menarik kesimpulan yang bersifat umum dari bagian-bagian yang bersifat khusus. Berbeda dengan ilmu fiqih yaitu mengkaji (menelusuri) bagian-bagian yang bersifat khusus untuk dapat ditarik pada kesimpulan yang bersifat umum.

Metode ini banyak di lupakan oleh umat. Makanya kenapa sampai sekarang terus menerus terjadi konflik? Iya sebab ikut gebyarnya nikmat sistem kebebasan demokrasi, sehingga aturan Allah di dicampakkan diganti oleh peraturan dari akal manusia. Padahal peraturan Allah itu selalu “Out Of Mine”. Di luar akal manusia. Misalnya persoalan kehidupan yang bersifat umum yaitu pergaulan laki-laki dan perempuan, hukum larangan ikhtilat atau hukum wajib Infishal. Maka Bagaimana menyelesaikannya adalah dengan metode induktif ini.

Contoh lain mengenai lahan pertanian, problem ini sangat mengerikan adanya penguasaan oleh kaum feodal sehingga para petani-petani itu terhimpit, tertindas, sampai mengalami kemiskinan. Penyelesaiannya adalah dengan metode ini, dengan penggalian hukum yang mendalam tentang hukum kepemilikan lahan pertanian dalam Islam.

Kemudian hukum musyawarah, Apakah semua hukum-hukum undang-undang itu bisa dimusyawarahkan bersama dengan suara terbanyak? Tidak! Lalu bagaimana dengan DPR?. Yang pada akhirnya kesepakatan itu bukan di tangan syara’ tetapi di tangan manusia.

Kemudian tentang definisi-definisi antara lain; definisi tentangn sholat, zakat, jual beli rok mini misalnya, sewa, sampai kepada hukum Khilafah. Semua ini dapat di selesaikan dengan metode ini, yakni metode definisi syari’ah(ta’arif syar’iyyah). dan banyak lagi masalah-masalah baru di dunia modern sekarang ini.

Di sisi lain sering kita jumpai dalam kehidupan yang mana menurut akal manusia tidak mengapa dan biasa dilakukannya/juga disebut tradisi. Padahal hal ini termasuk kaidah fikih Al wasillatu illal harami haram. Apa saja yang menghantarkan haram ya haram hukumnya.

Seperti jualan rok mini tersebut, bila menjual rok tersebut kepada orang yang tidak berhijab maka ada dugaan kuat akan di pakai di lingkungan umum. Dan hukumnya haram.

Jenis lain lagi yaitu pengelompokan hukum syari’ah, yang akan dikaitkan pada musyawarah dan kepemilikan.

Bagaimanakah praktik aplikasi metode ini sesungguhnya?

Misal dalam hal masalah pertanian, bagaimana dengan adanya pengusaha yang sampai menguasai 5 juta hektar tanah pertanian? Sementara di sana para petani hidupnya tertindas? Maka di sini problem yang paling asasi adalah pada pembagian lahan pertaniannya.

Persoalan ini senantiasa akan menjadi problem yang tidak pernah berhenti- berhenti. Yang selalu mewarnai kehidupan manusia sepanjang sejarahnya. Ujungnya terjadi penjajahan Negara, perang besar antar negara, perang antar penduduk kampung dll. Akankah kita bisa pungkiri kenyataan ini? Seperti konflik lahan di negeri ini sampai ke daerah Papua pada saat ini?

Belum lagi terjadi berbagai kerusuhan akibat persengketaan lahan yang terjadi di antara individu , antara perusahaan dengan masyarakat, antara negara dengan perusahaan, maupun antara negara dengan masyarakat. Persoalan ini tidak akan selesai-selesai sampai dengan sekarang. Sebab sumber penyelesaiannya bukan dari Islam. Dikarenakan solusi penyelesaiannya masih menggunakan sistem ekonomi kapitalisme yang mana setiap individu bebas memiliki lahan pertanian, bebas memanfaatkan untuk apapun juga, serta bebas mengembangkan dan memperbesar kepemilikan lahan pertaniannya. Yang akhirnya menimbulkan feodalime.

Sistem ekonomi kapitalis dan yang lainnya, tidak ada yang sesuai dengan Islam. Lalu apa solusinya agar tidak terjadi konflik terhadap distribusi lahan ini? Sistem ekonomi Islam yang khas yakni dengan metode induksi ini akan memberikan solusi tuntas. Yakni menyatukan kepemilikan lahan pertanian dengan produksinya. Siapa saja bebas memperoleh kepemilikan lahan dengan syarat menginduksi 3 hukum syariat sekaligus yaitu hukum menghidupkan tanah mati, hukum larangan menelantarkan lahan pertanian selama lebih 3 tahun dan dilarang menyewakan lahan pertanian. Inilah yang disebut dengan penyatuan kepemilikan lahan dan produksinya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi miliknya” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

Dalil ini jelas sekali, sehingga produktivitas akan naik terus dan lahan akan bermanfaat, buat diri, masyarakat dan negara. Akankah umat meragukannya?

Kita pun harus sepakat menyadari bahwa harta ini semua milikNya Allah termasuk kita. Kita bebas menggunakannya asal dengan izin-Nya.

Sehingga kita berkesimpulan bahwa hidup di abad modern yang serba kapitalis ini, sangat diperlukan nya cover diri agar terlindung dari sistem sekuler kapitalis dan sistem selain Islam lainnya. Insyaa Allah dengan metode induktif ini kita akan terjaga. Metode induktif, metode yang mengatur kehidupan yang mana di Al-Qur’an dan Hadits tidak di aturnya. Dan penting sekali metode induktif pada abad modern seperti sekarang agar kita tidak keluar jauh dari kehidupan Islam. Penting sekali kan?

Subhanallah....

Islam sungguh luas, detail dan komprehensif memperhatikan mengatur setiap sendi kehidupan kita agar hidup kita baik dan sejahtera. Dunia akhirat

Wallahualam

Post a Comment for "Pentingnya Metode Induktif bagi Abad Modern"