Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Maraknya korupsi Di Tengah Pandemi

Jika ditilik dari kasus maraknya korupsi di negeri Indonesia , maka dapat di tarik benang merah bahwa para orang berdasi dapat melakukan tindakan tersebut disebabkan oleh bebeberapa factor dan factor tersebut adalah mahalnya biaya untuk menduduki bangku kekuasaan , seperti yang di ungkapkan oleh ICW “maraknya kasus korupsi di akibatkan oleh biaya politik menjadi tinggi juga akibat kebutuhan dana kempanye, hingga mahar politik yang umumnya di gunakan partai politik sebagai syarat mengusungkan calon” , di dalam kancah politk saat ini sudah hal ynag tidak tabu lagi jika untuk meraih kekuasaan mengharuskan mengeluarkan jutaan modal , dan pastinya terdapat banyak pengusaha di belakang para calon penguasa, yang mana tugasnya mereka adalah pemodal calon penguasa agar dapat menduduki bangku kekusaan seperti slogan kapitalisme ‘tidak ada makan siang gratis’, alhasil terjadilah sistem ‘balik modal’ yang mana para penguasa haruslah menuruti segala keinginan pengusaha.

Oleh : Salwa hidayat (pelajar, aktivis dakwah)

Semangat membara menggebu – gebu. bercita – cita sebuah peradaban maju

Diatas budaya,intelektual, spiritual yang terpadu. Kerjasama dan tanggung jawab dipikul dibahu

Cita – cita berwujud seolah harapan hampa tak bertumpu. Runtuh digengaman sang pemimpin yang membatu.

Tanpa pikir peduli dia berprilaku. Kejujuran dan keiklahsan sampai tersapu.

Hanya uang dan kepuasaan pribadiyang diburu. Bukan tangan – tangan lemah nan payah yang dibantu.

Membiarkan mereka berpangku menangis pilu. Hukum untuk penguasa nista pemilk harta tak berlaku.

Meski tahu emas permata mereka hasil rayu penuh tipu. Carut marut negeri sungguh terjadi tapi semua hanya terpaku.

Bait puisi diatas yang menceritakan carut - marut nya kondisi suatu negeri akibat keserakahan para pemimpin negeri tersebut, bait puisi diatas bak cermin bagi negara yang memiliki banyak potensi mulai dari sumber daya alam hingga manusia, negeri melekat padanya julukan negara khatulistiwa, namun sayang negeri tersebut juga memiliki segudang masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Salah satu masalah yang tidak kunjung selesai tersebut adalah permasalahan tindakan korupsi, yaitu suatu tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

Masalah ini terus meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia, bahkan menurut lembaga pemantau indeks korupsi global, transparency international kemarin baru merilis laporan bertajuk ‘ global corruptiom barometer – asia’ dan Indonesia masuk menjadi negara nomor tiga paling korup di asia, posisi pertama ditempati india dan diikuti kamboja di peringkat kedua dan untuk menerbitkan laporan, untuk menerbitkan laporan ini Transparency International menggelar survey terhadap 20.00 responden di 17 negara aisia sejak juni hingga September tahun ini, ‘ hampir 50 persen mereka yang menyuap melakukan itu karena diminta . sementara 32 persen responden mengatakan mereka tidak akan dilayani urusannya jika tidak punya koneksi personal”, tulis laporan TI seperti dilansir laman Tribune. Com, rabu (25/11). (dilansir dari merdeka.com).

Adapun kasus – kasus korupsi yang menyebabkan kerugian terbesar di negeri ini sebagai berikut :

1) Kasus jiwasyara, jiwasraya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, jiwasyara berhutang kepada nasabah terkait investasi saving plan dan ini menyebabkan negara mengalami kerugian sebanyak Rp 16,81 triliun.

2) Bank century , kasus yang menimpa bank century mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 6,742 triliun

3) Dan kasus korupsi yang masih hangat adalah kasus korupsi yang menjerat menteri kelautan dan perikanan, Edhy prabowo yang berkaitan dengan penetapan perizinan ekspor benih lobster (benur), yang mana benih- benih ini di ekspor ke tiga negara yaitu hongkong, Taiwan, dan Vietnam sebanyak 242.290.999 ekor benih. Serta kasus ynag menjerat menteri sosial, juliari batubara yang diduga menerima suap terkait bansos (bantuan sosial) corna sebanyak Rp 17 Milyar.

Dari data diatas menunjukkkan kasus korupsi di negeri ini tidak ada habis nya, seolah – olah tindakan ini adalah tindakan yang lumrah terjadi di kalangan para elit politik, padahal ini merupakan masalah yang sangat serius dan membutuhkan penangan yang serius juga dari pemerintah, sebab jika pemerintah membiarkan kasus korupsi ini tumbuh subur, maka bersiap lah negeri ini berada di ambang kehancuran karena banyaknya mengalami kerugian serta terus meningkatnya hutang negeri ini kepada bank dunia.

Jika ditilik dari kasus maraknya korupsi di negeri Indonesia , maka dapat di tarik benang merah bahwa para orang berdasi dapat melakukan tindakan tersebut disebabkan oleh bebeberapa factor dan factor tersebut adalah mahalnya biaya untuk menduduki bangku kekuasaan , seperti yang di ungkapkan oleh ICW “maraknya kasus korupsi di akibatkan oleh biaya politik menjadi tinggi juga akibat kebutuhan dana kempanye, hingga mahar politik yang umumnya di gunakan partai politik sebagai syarat mengusungkan calon” , di dalam kancah politk saat ini sudah hal ynag tidak tabu lagi jika untuk meraih kekuasaan mengharuskan mengeluarkan jutaan modal , dan pastinya terdapat banyak pengusaha di belakang para calon penguasa, yang mana tugasnya mereka adalah pemodal calon penguasa agar dapat menduduki bangku kekusaan seperti slogan kapitalisme ‘tidak ada makan siang gratis’, alhasil terjadilah sistem ‘balik modal’ yang mana para penguasa haruslah menuruti segala keinginan pengusaha.

Lantas, apakah solusi tuntas yang dapat menyelesaikan masalah korupsi di negeri ini ???

Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad untuk mengatur hubungan manusia dengan sang khaliq, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, serta hubungan manusia dengan sesama manusia. Dari definisi islam diatas dapat disimpulkan islam memiliki 2 sifat yang pertama adalah komperhensif (menyeluruh) yaitu islam dapat mengatur seluruh lini kehidupan mulai dari bidang politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan , serta sosial, dan protektif (mendasar), yang mana islam dapat menyelesaikan seluruh problematika manusia hingga tuntas. Begitu juga dengan kasus permasalahan korupsi , islam juga mempunyai segenap cara untuk membarantas permasalahan korupsi, adapun cara tersebut sebagai berikut :

  • Rekrutmen aparat negara, dalam merekrut aparat negara islam menjadikan asas kepribadian islam serta intregitas dan profesionalitas menjadi tolak ukur seseorang dapat menduduki bangku pemerintahan, sebab jika sesuatu amanah atau pekerjaan tidak di berikan kepada yang ahlinya, maka akan mengahasilkan kesalahan serta kerugian dan ini tidak di perbolehkan di dalam islam, sebagaimana sabda Rasulullah saw “jika urusan diserahlan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat” (HR. Al- Bukhari), jadi bukan berasas kan nepotisme dan koneksitas. Serta negara juga wajib melakukan pembinaan terhadap para aparat negara, seperti pembinaan aqidah sampai fikrah atau tsaqafah islam agar seluruh aparat yang berada di dalam tubuh negara tetap terjaga keimanan dan ketaqwaan kepada ALLAH swt.
  • Negara wajib memberikan gaji serta fasilitas yang layak kepada seluruh aparat negara, sebab aparat negara telah mengahabiskan waktu, tenaga mereka untuk membantu khalifah dalam mengurusi urusan umat dan negara,sebagaimana sabda Rasulullah saw “siapa saja yang bekerja untuk kami tapi mereka tidak punya rumah, hendaklah dia mengambil rumah. Kalau tidak punya istri, hendaklah dia menikah. Kalau tidak punya pembantu dan kendaraan, hendaklah ia mengambil pembantu dan kendaraan” (HR. Al- Bukhari). Dan islam juga mengharamkan peraktek suap - menyuap dan memberikan hadiah kepada aparat negara, sebagaimana sabda Rasulullah saw “siapa saja yang menjadi pegawai kami dan sudah kami beri gaji, maka apa saja ia ambil di luar itu adalah harta yang curang” (HR. Abu Dawud).
  • Pemimpin merupakan sosok teladan, pemimpin adalah orang yang akan menjadi tolak ukur atau orang yang di jadikan sosok panutan bagi aparat negara dan rakyatnya, maka dari itu pemimpin di dalam islam harus memiliki sifat wara’ dan zuhud.Dan haruslah ada pengawasan langsung dari masyarkat, maka dari itulah di dalam islam harus ada majlis umat yang mana tugas nya majlis umat adalah mengoreksi perbuatan penguasa maupun aparat negara yang melenceng dari ajaran syariat islam.

Adapun hukum yang untuk aparat negara yang tetap melakukan tindakan korupsi, maka si aparat negara tersebut akan terkena hukum ta’zir, yang mana jenis dan kadar hukuman di tentukan oleh hakim tapi untuk menentukan jenis dan kadar hukuman hakim juga akan menakarnya melalui tindakan kejahatannya. inilah segenap hukum islam yang dapat meberantas serta mencegah kasus tindakan korupsi di dalam tubuh negara. Dan peraturan ini hanya dapat dijalankan apabila ada negara yang menerapakannya, dan negara tersebut bernama daulah khilafah islamiyyah. Wallahu a’lam bis shawwab.

Post a Comment for "Maraknya korupsi Di Tengah Pandemi"