Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Islam Politik : Kekuatan Islam Ketakutan Barat

Secara tegas Macron mengungkapkan keinginannya agar CFCM mengumumkan secara terbuka tentang Islam. Macron menginginkan Islam hanyalah sebuah agama, bukan gerakan politik. Dia juga ingin negara-negara muslim menghentikan dukungannya pada muslim Perancis yang dianggapnya sebagai campur tangan asing.

Oleh:Mahrita Julia Hapsari (Komunitas Muslimah untuk Peradaban)

Presiden Perancis Emmanuel Macron kembali menyulut emosi umat. Sebelumnya, Macron melindungi perbuatan penghina Nabi Saw atas nama kebebasan berekspresi. Gelombang protes terjadi di setiap inci negeri-negeri muslim.

Tak berselang lama, Macron kembali berulah. Kali ini Macron memberikan ultimatum kepada Dewan Ibadah Muslim Prancis (CFCM/Conseil Français du Culte Musulman) untuk menandatangani kesepakatan. Dilansir dari CNBCIndonesia.com (22/11/2020), Macron memberi waktu 15 hari ke depan agar Dewan Ibadah Muslim Perancis menandatangani "nilai-nilai republik".

Secara tegas Macron mengungkapkan keinginannya agar CFCM mengumumkan secara terbuka tentang Islam. Macron menginginkan Islam hanyalah sebuah agama, bukan gerakan politik. Dia juga ingin negara-negara muslim menghentikan dukungannya pada muslim Perancis yang dianggapnya sebagai campur tangan asing.

Ultimatum Macron menelanjangi "penyakit" Islamofobia akut yang diidap Barat. Perancis dengan masa lalu kelam, di mana dominasi gereja yang berkonspirasi dengan para raja membuatnya tertindas dan terbelakang. Kontras dengan peradaban Islam pada masa itu.

Untuk menghentikan konspirasi raja dan para pendeta, para intelektual mengadakan revolusi Perancis. Dari sini, lahirlah ide sekulerisme. Dengan ide ini, Barat menghendaki agama harus dipisahkan dari kehidupan. Agama hanya mengurus perkara spiritual. Agama hanya lingkup individu. Jangan bawa-bawa agama dalam kehidupan masyarakat apalagi bernegara.

Wajar jika Macron memberikan ultimatum demikian. Trauma masa lalu telah membuat Perancis tak ingin terpuruk lagi. Dengan ide sekularisme, ditopang pemerintahan demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme, Barat menuju kebangkitan yang semu, termasuk Perancis.

Dikatakan semu tersebab adanya kontradiksi antara satu sisi dengan sisi lain dalam kehidupan. Ketika kebebasan kepemilikan melegalisasi eksploitasi alam tanpa batas, terjadilah kerusakan lingkungan dan ketidakseimbangan alam. Ketika kebebasan berperilaku tanpa batasan aturan tumbuh subur di masyarakat, maka kerusakan moral hingga kriminalitas semakin menjamur.

Dua hal di atas hanyalah sekelumit potret kerusakan kehidupan peradaban Barat. Peradaban yang lahir dari penerapan ideologi kapitalisme. Kerusakan ini tak terlalu terasa jika duduk di kursi empuk sianggasana kekuasaan dan gudang harta.

Barat lewat tangan para penguasa dan modal dari para kapital, akan berusaha kuat menjaga ideologi kapitalisme. Pundi-pundi harta telah mengalir ke kantong pribadi penguasa dan pengusaha, diletimasi oleh demokrasi kapitalisme.

Di sisi lain, Islam bukan sekedar agama merupakan kebenaran yang tak terbantahkan. Secara dalil, Allah telah menjamin kesempurnaan Islam serta mewajibkan orang-orang beriman untuk masuk Islam secara kaffah. Rasulullah Saw. telah memberi teladan menerapkan kesempurnaan Islam dalam setiap aspek kehidupan. Hijrahnya Rasulullah ke Madinah adalah dalam rangka merealisasikan kesempurnaan Islam dalam bingkai negara. Inilah Islam politik yang ditakuti Barat.

Fakta historis Islam politik telah tercatat dalam tinta emas sejarah. Selama 14 abad memimpin dunia, Khilafah telah menjamin keadilan dan kesejahteraan seluruh umat manusia. Representatif khilafah telah mengejawantahkan Islam rahmatan lil 'aalamiin. Bahkan Perancis pernah merasakan langsung pertolongan dari Khilafah untuk membebaskannya dari penjajahan bangsa lain.

Alamiahnya dunia, takkan mungkin dipimpin oleh dua ideologi sekaligus. Ketika terjadi revolusi Perancis, barat mulai menuju puncak kepemimpinan. Sebaliknya, Islam politik yang diwakili oleh Khilafah mengalami kemunduran.

Keadaan tersebut dipengaruhi adanya invasi, penjajahan dan juga kecurangan-kecurangan Barat dalam setiap perjanjian. Selain itu, adanya racun pemikiran Barat telah menjangkiti intelektual muslim. Keruntuhan Daulah Khilafah Islamiyyah tak lepas dari campur tangan asing lewat agen-agen yang telah dicuci otaknya sehingga memperjuangkan kepentingan Barat.

Negeri-negeri muslim subur, kaya akan sumber daya alam, sebagai buah dari keberkahan yang Allah berikan. Kondisi ini membuat nafsu serakah barat semakin gigih menjajah, mengeruk dan menipu lewat ideologi kapitalismenya. Namun kegagalan kapitalisme telah nampak di depan mata.

Pandemi telah meluluhlantakkan ideologi kapitalisme beserta pengusungnya. Upaya Macron adalah dalam rangka meraih kepercayaan publik kembali. Mengidentikkan Islam dengan kekerasan adalah cara busuk barat menutupi ketakutannya akan kebangkitan Islam. Sebenarnya, barat telah memprediksi bahwa akan ada"new chalipate"di tahun 2020.

Jelang berakhirnya tahun 2020 ini, dan pandemi tak kunjung berakhir. Tak salah jika prediksi itu bisa terwujud. Ibnu Khaldun, bapak sosiologi dunia, mengungkapkan bahwa adanya bencana besar yang melanda seluruh dunia, bisa mengubah peradaban dunia. Peradaban kapitalisme yang merusak ini akan tergantikan dengan peradaban Islam politik.

Cukup janji Allah SWT dalam surah An-Nur ayat 55. Dan bisyarah Rasulullah Saw. tentang kembalinya Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Sebagai booster bagi umat muslim dalam menghadapi pandemi sekaligus tekanan barat untuk keluar sebagai pemenang dan pemimpin dunia dengan kekuatan Islam politik. Wallahu a'lam []

Post a Comment for "Islam Politik : Kekuatan Islam Ketakutan Barat"