Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Etnis Rohingya Dipindahkan Ke Pulau Tak Layak Huni, Dimana Pemimpin Muslim?

Permasalahan dan penderitaan etnis Rohingnya seakan tiada henti. setelah dipersekusi, dirampas harta bendanya, harus luntang-lantung mencari tempat tinggal untuk meneruskan kehidupan, hingga pada akhirnnya mereka menjadi pengungsi diberbagai negara seperti di Bangladesh. Akan tetapi, pihak berwenang Bangladesh mulai memindahkan ribuan pengungsi rohingya dari camp pengungsian ke pulau terpencil.

Permasalahan dan penderitaan etnis Rohingnya seakan tiada henti. setelah dipersekusi, dirampas harta bendanya, harus luntang-lantung mencari tempat tinggal untuk meneruskan kehidupan, hingga pada akhirnnya mereka menjadi pengungsi diberbagai negara seperti di Bangladesh. Akan tetapi, pihak berwenang Bangladesh mulai memindahkan ribuan pengungsi rohingya dari camp pengungsian ke pulau terpencil.

Tujuan pemindahan ini adalah untuk merelokasi lebih dari seratus ribu pengungsi untuk meredakan ketegangan didalam kamp-kamp di Bangladesh. Meskipun ada seruan dari kelompok hak asasi manusia agar proses tersebut dihentikan. Karena pulau tersebut terbentuk secara alami oleh lumpur Himalaya di Teluk benggala sekitar 60 KM dari daratan, rentan terhadap bencana alam dan tidak cocok untuk pemukiman manusia.

Namun, diketahui terdapat tujuh kapal angkatan laut Bangladesh yang membawa lebih dari 1.600 pengungsi rohingya, dari kamp pengungsian coxs bazaar berangkat ke Bhasan char pada jumat 04 Desember 2020. Dua perahu lainnya membawa makanan dan perbekalan untuk para pengungsi yang pindah ke pulau itu.

Derita muslim Myanmar yang terjadi sekarang merupakan visualisasi nyata kebobrokan kehidupan nasionalisme yang diagung-agungkan saat ini. Nasionalisme telah meracuni dan melumpuhkan ukhuwah Islam sehingga membuat pemimpin muslim terlebih yang terdekat yakni wilayah ASEAN berlepas diri dari kewajiban serta tanggung jawab nasib saudaranya. Mereka justru lebih memilih berlindung dibalik selogan politik tidak mencampuri urusan dalam negera lain di lingkup ASEAN.

Ditambah dengan system demokrasi yang melahirkan pemimpin muslim yang lemah dalam mewujudkan kedaulatan untuk membebaskan muslim rohingya. Hal ini tampak tidak adanya desakan yang masif dari penguasa muslim diberbagai daerah, baik secara diplomasi, politik maupun militer untuk menyelamatkan rohingya.

Tidak hanya itu, lembaga Internasional seperti PBB yang digadang-gadang menjadi agen perdamaian dunia nyatanya hanya memberikan komentar-komentar sambil menonton penderitaan etnis rohingya. Mereka hanya menyajikan laporan tentang kekejaman paling mengerikan dan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kisah-kisah yang menghancurkan hati dari korban genosida. PBB hanya memilih diam, dan tidak melakukan apapun untuk mengakhiri penderitaan etnis muslim Rohingya.

Inilah potret dunia yang didominasi kapitalisme yang mengabaikan nilai kehidupan manusia dan martabat yang harus dilindungi. Sebuah dunia yang tidak bergerak unuk kaum tertindas, kecuali ada keuntungan politik maupun ekonomi yang bisa didapat. Sejatinya, derita dan nestapa yang diderita umat mulim saat ini di berbagai belahan dunia, termasuk etnis muslim rohingya hanya dapat diselesaikan apabila umat muslim memiliki perisai yang akan melindungi mereka dari berbagai serangan yang akan membinasakan umat muslim. Perisai tersebut adalah penerapan syariat islam secara kaffah. Islam akan melindungi seluruh darah kaum muslim dan memberikan pembelaan kepada muslim seluruh dunia. Rasulullah bersabda : "Imam/khalifah itu tak lain laksana perisai. Dia akam dijadikan perisai, dimana orang yang akan berperang dibelakangnya, dan digunakan sebagai tameng" (HR Bukhari-Muslim)

Makna imam atau khalifah itu dijelaskan imam an-nawawi “maksudnya ibarat tameng, karena dia mencegah musuh menyerang atau menyakiti kaum muslim. Mencegah masyarakat satu dengan yang lain dari serangan. Melindungi keutuhan islam, dia disegani masyarakat, dan mereka pun takut terhadap kekuatannya.”

Oleh : Wana, S.Pd

1 comment for "Etnis Rohingya Dipindahkan Ke Pulau Tak Layak Huni, Dimana Pemimpin Muslim?"

  1. Astaghfirullah... Tdk ada yg bisa diharapkan dr para pemimpin muslim yg ada saat ini. Hanya pura² simpati tapi nihil aksi. Betapa butuhnya umat ini akan seorang Khalifah & hanya akan ada dlm bingkai Daulah Khilafah.

    ReplyDelete