Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berkah Tersembunyi di Balik Tantangan zaman

Masa depan adalah hal gaib. Maka kita mesti berserah kepada zat yang Maha Gaib, Allah SWT. Adalah langkah yang paling benar. Ya seiring dengan tantangan zaman yang kian ganas. Yakni terhadap aroma mengasingkan Islam. Adakah kita terpanggil memperjuangkannya? Diam, bukan berserah diri namanya.

Oleh: Titin Hanggasari (Muslimah peduli generasi)

Masa depan adalah hal gaib. Maka kita mesti berserah kepada zat yang Maha Gaib, Allah SWT. Adalah langkah yang paling benar. Ya seiring dengan tantangan zaman yang kian ganas. Yakni terhadap aroma mengasingkan Islam. Adakah kita terpanggil memperjuangkannya? Diam, bukan berserah diri namanya.

Di ruang ini ada yang menjadikan hambatan dan tantangan dari sebuah kekuatan dan kekuasaan. Namun berbahagialah bagi mereka yang mau mengambilnya sebagai kekuatan dan peluang untuk berjuang. Walau ini di tentang oleh zaman.

Peluang ini akan menjadi lebih kuat dengan keimanan para pejuang Islam. Dengan Fiman Allah SWT, yang artinya;

"janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal Kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, Jika kamu orang- yang beriman". (Q.S. Ali Imran: 139).

Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Bahwa muslim tidak boleh lemah, apalagi ciut nyalinya menghadapi tantangan zaman yang kian ganas menggilas. Seperti adanya tantangan sekularisasi ilmu. Maka muslim dan generasi muda muslim layaknya menjadikan kesempatan ini menambah tsaqofah Islam malah dijadikan sebagai rujukan dan solusi. Sebab telah hadir di depan mata kita gencarnya tsaqofah Barat yang hanya bermuatan sekularisasi pemisahan agama dan penjajahan tanpa senjata. Agar benar-benar Islam tidak dijadikan pandangan hidupnya sebagai qiyadah fikriyah dan qaidah fikriyah.

Faktanya sadar ataupun tidak. Sekularisasi ilmu telah banyak mempengaruhi kehidupan, menciptakan kegagalan, keputusasaan, dan kehampaan spiritual pada masyarakat modern. Bahkan seiring teknologi dan giatnya pembangunan modern justru menciptakan kesenjangan dan kerusakan sosial dalam masyarakat. Kondisi ini memerlukan tsaqofah Islam sebagai solusinya. Diam! akan semakin memperlemah kita.

Kemudian mereka lanjutkan misinya dengan mengkapitalisasikan informasi untuk menghadang dakwah kebenaran Islam. Namun daya juang para pejuang pengemban dakwah tidak bakal surut walau pengembannya tiada. Dakwah akan berganti pengemban dan terus berjalan tak akan pernah mati.

Belum lagi pada Tantangan kapitalis informasi digitalisasi ini. Iya tidak akan terpengaruh lah bagi pengemban dakwah bersama-sama muslim lainnya.. Malah akan dipergunakan untuk memberikan ruang yang lebih besar lagi bagi pengemban dakwah untuk melanjutkan menyampaikan risalah Islam. Dengan semangat dan keyakinan dakwahnya akan sampai pada jangkauan luas melintasi Cakrawala. Sampai melintas luas ke ruang dan lintas dimensi untuk menggerakkan kesadaran umat.

Berbekal dari kuatnya tantangan demi tantangan tersebut, maka para pengemban risalah Islam akan lebih semangat lagi. Kini tujuan selanjutnya adalah untuk menguatkan generasi penjaga Islam dari krisis generasi penakluk. Yakni mengembalikan potensi besar pemuda Muslim dan aset-aset geostrategis dunia Islam. Yang pada nantinya melesat dengan cepat akan melahirkan generasi penakluk yang tangguh dan berkualitas seperti Muhammad Al-fatih. Dengan begitu kebangkitan generasi penakluk adalah keniscayaan di depan mata.

Yaitu generasi yang melahirkan barisan pemimpin umat yang tidak hanya memiliki keahlian, melainkan memiliki kepribadian istimewa dengan integritasnya yang tinggi pada nilai-nilai kebenaran yang tertancap pada dirinya. Kepribadian yang menyatu pada ada pola pikir dan pola sikap yang benar dan luhur. Generasi ini Harus tercipta agar menjadi penerus umat dan membawa Negeri menjadi Negeri Besar, kuat, dan terdepan. Generasi seperti ini bila menjadi pemimpin akan rela berkorban untuk melindungi negerinya dari cengkraman Penjajahan dalam bentuk apapun.

Di manakah ini generasi penerus seperti ini berada? Belum muncul adanya. Hal ini di pengaruhi oleh rendahnya kualitas generasi muda, diperparah adanya upaya terencana oleh Barat melalui organisasi organisasi sekuler internasional dan pemerintahan Barat, di bantu oleh rezim rezim non Islam di dunia muslim, terhadap Islam. Tujuannya adalah agar hati pemuda Muslim berpaling, supaya mengikuti jalan hidup dan sistem liberal sekuler(Menjadi Muslimah Negarawan, Fika Komara).

Maka kondisi saat ini memerlukan para pengemban Risalah yang tangguh guna menerima tantangan serangan tsaqofah Barat Yang Tak Kenal lelah menyerang umat yang lengah. Para pengemban dakwah akan semakin gigih berjuang melawannya. Walaupun nyawa taruhannya. Mati adalah sebuah kepastian. Akankah mati untuk berjuang seperti syuhada ataukah mati dengan sia-sia dan terhina.

Maka berkah di balik tantangan besar yang nyata ini janganlah disembunyikan. Agar supaya segera terwujud sebuah zaman peradaban yang dirindukan. Di akhir zaman bersama kembali tegaknya peradaban Islam Ala Minhaj Nubuwwah. Marilah bersama-sama menuju keberkahan di akhir zaman.

Bismillah bertekad maju berbisnis di bawah kolong langit.

Post a Comment for "Berkah Tersembunyi di Balik Tantangan zaman"