Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ancaman eLG3B3Te di Tengah Pandemi, Bukti Gagalnya Demokrasi Beri Solusi

Miris sekaligus menyesakkan dada, betapa tidak di tengah pandemi yang masih mewabah, kaum eLG3B3Te kembali melakukan aksi bejatnya. Mirisnya tindakan asusila sesama jenis dilakukan antara nakes dan pasien covid-19, peristiwa ini terjadi di RS Darurat Wisma Atlet. Hal ini dibenarkan oleh Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS.

Oleh: Nelly, M.Pd. | Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat

Miris sekaligus menyesakkan dada, betapa tidak di tengah pandemi yang masih mewabah, kaum eLG3B3Te kembali melakukan aksi bejatnya. Mirisnya tindakan asusila sesama jenis dilakukan antara nakes dan pasien covid-19, peristiwa ini terjadi di RS Darurat Wisma Atlet. Hal ini dibenarkan oleh Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS.

Menurutnya, oknum tenaga kesehatan (Nakes) yang melakukan aksi mesum sesama jenis dengan pasien covid-19 di RSD Wisma Atlet, diduga masuk dalam komunitas gay. Dari hasil penyelidikan, ada dugaan, bahwa para pelaku masuk grup atau komunitas terkait eLG3B3Te, di situlah mereka bertemu (detiknews, 27/12/2020).

Sungguh tindakan bejat ini sangat mencederai rasa kemanusiaan dan sangat melanggar aturan agama. Tindakan eLG3B3Te tersebut bukan ini saja terjadi, sebelumnya kasus demi kasus yang terjadi di dalam negeri tentang semakin mewabahnya eLG3B3Te mulai dari ditemukanya grup WhatsApp gay dan Facebook gay dikalangan para pelajar SMA/SMP di Garut, Balikpapan, Bogor dan sekitarnya dengan berangotakan 2.000-an lebih, munculnya akun Instagram ‘Gay Muslim Comics’ yang memiliki 3.708 ribu followers.

Baru-baru ini pun kasus eLG3B3Te dikalangan pelajar di Mojokerto juga viral, para gay mulai marak di kota bekasi, depok, dan sekali lagi ini yang sudah terungkap, padahal masih banyak kasus eLG3B3Te yang tersembunyi.

Kasus yang menghebohkan beberapa waktu lalu, dengan kasus Reynhard Sinaga yang dicap sebagai Predator eLG3B3Te terhoror dalam sejarah hukum Inggris.

Maraknya kasus demi kasus ini seharusnya menjadi catatan penting bagi Indonesia, bahwa penyebaran paham kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (eLG3B3Te) sudah sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan dan menjadi acaman besar bagi generasi dan peradaban bangsa ini.

Akar Masalah

eLG3B3Te pada dasarnya bukanlah penyakit medis yang menjangkiti manusia, namun dia merupakan perilaku menyimpang dari fitrah manusia. Maraknya perilaku eLG3B3Te sejatinya merupakan propaganda dan strategi pemikiran penjajah untuk terus menancapkan kuku-kuku hegemoninya di dunia muslim terbesar ini.

Strategi ini melengkapi strategi lain, yang bertujuan untuk melemahkan pertahanan negeri muslim dengan merusak sumber daya manusianya.

Namun apa sebenarnya yang menyebabkan perilaku eLG3B3Te tersebut kian lama kian mengurita? Ada beberapa faktor yang menyebabkan perilaku tersebut kian mengurita didunia termaksud Indonesia.

Pertama, keberadaan eLG3B3Te ini sebenarnya disebabkan karena adanya faktor ideologi. Dimana ketika negara barat, mengadopsi teori TR Malthus, yang menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk mengikuti deret ukur, sedangkan pertumbuhan barang dan jasa mengikuti deret hitung.

Selain itu jumlah pertambahan populasi dunia meningkat lebih cepat dan kebutuhan manusia pun tak terbatas, sementara alat pemuasnya terbatas. Terlebih lagi, di saat ekonomi tidak tumbuh. Untuk mengatasi itu, maka pertumbuhan penduduk di dunia harus dihentikan atau setidaknyna dikurangi dengan menganjurkan eLG3B3Te. Hingga mengakibatkan kebutuhan seksualnya terpenuhi akan tetapi tidak menambah populasi penduduk karena dilampiaskan kepada sesama jenis.

Ke-dua, faktor lingkungan, dimana perilaku eLG3B3Te juga terjadi akibat dari faktor lingkungan, pergaulan, bacaan, tontonan yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Mengingat lingkugan juga menentukan tumbuh kembang seorang anak, begitupun dengan pergaulan dimana pada saat seorang anak bergaul dengan orang yang termaksud komunitas eLG3B3Te.

Maka lambat laun akan ada kecenderungan untuk mengikuti temannya tersebut yang berperilaku menyimpang.

Ke-tiga, faktor keluarga, jika seorang anak sering mendapatkan perlakuan kasar dari ayah dan saudara laki-lakinya maka akan timbul dalam dirinya kebencian terhadap lawan jenisnya tersebut sehingga dalam pertumbuhannya akan lebih cenderung kepada sesama jenis dan menyalahi fitrahnya.

Ke-empat, tidak adanya aturan tegas atau hukuman dari negara terhadap pelaku eLG3B3Te, dimana mereka para eLG3B3Te masih hidup bebas berkeliaran, bahkan mereka secara massif menyebarkan ajaran-ajarannya. Belum lagi banyak masyarakat, bahkan negara pun mendukung keberadaan mereka.

Sehingga gerakan ini akan terus tumbuh subur di negara yang mengembangkan prinsip kebebasan, prinsip liberalisme- sekuler dan menjunjung tinggi HAM. Padahal perilaku eLG3B3Te merupakan suatu perilaku yang harus dimusnahkan sampai ke akar-akarnya, karena perilaku tersebut memiliki bahaya yang amat fatal diantaranya, kangker anal atau dubur, kangker mulut, meningitis, HIV/AIDS, dan dampak keamanan yang mana disini banyak kasus pelecehan seksual dilakukan oleh kaum LBGT, bahkan tak jarang yang berujung kematian akibat tidak ingin ditinggal oleh pasangan abnormalnya.

Solusi Komprehensif dan Sistemik

Problem eLG3B3Te sebenarnya merupakan problem yang sistemik, sehingga pencegahan dan pemberantasan perilaku penyimpang eLG3B3Te tak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus secara sistemik. Oleh karena itu peran negara dalam hal ini sangatlah penting.

Namun apakah mungkin negara yang menerapkan sistem kapitalis sekuler (pemisahan agama dari kehidupan) ini dengan berasas kebebasan mampu menyelesaikan problem tersebut?

Jelas mustahil mengingat saat ini perilaku penyimpang tersebut tumbuh bebas di negara ini. Oleh karena itu tidak ada solusi tuntas dari pencegahan dan pemberantasan eLG3B3Te kecuali dengan menerapkan kembali Islam dalam sendi-sendi kehidupan ini. Islam merupakan agama paripurna. Islam juga bukan hanya sekedar agama ritual semata, melainkan sebuah aturan hidup untuk seluruh alam.

Islam merupakan solusi segala problematika kehidupan umat manusia termaksud problem eLG3B3Te.

Dalam Islam telah jelas bahwa penciptaan laki-laki dan perempuan adalah untuk kelangsungan jenis manusia dalam segala martabat kemanusiaannya, sebagaimana ditegaskan oleh Allah swt dalam (QS an-Nisa : 1), sehingga telah jelas semua hubungan seksualitas yang dibenarkan oleh Islam adalah melalui pintu pernikahan yang sah secara syar’i. Oleh karena itu diluar pernikahan adalah illegal (haram) dan menyimpang. Lesbian, homoseksual, perzinahan, anal seks, semuanya adalah perilaku seks yang menyimpang, tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang normal.

Semua itu juga menjadi ancaman bagi keberlansungan hidup manusia. Oleh karena itu dalam Islam jelas bahwa ide eLG3B3Te adalah haram dan tidak boleh dilindungi dengan dalih apapun.

Selain itu Rasulullah saw menegaskan bahwa perilaku eLG3B3Te merupakan perilaku menyimpang yang dilaknat oleh Allah, sebagaimana sabda Rasulullah “Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual,” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas).

Kemudian dalam Islam negara akan senantiasa mewajibkan kepada diri rakyat untuk mempelajari akidah Islam dan membangun ketakwaan kepada Allah swt. Dengan keimanan dan ketakwaan tersebut dengan sendirinya mereka akan mampu membentengi diri mereka dari sikap hedonis dan budaya barat yang mengutamakan hawa nafsu.

Kemudian negara juga berkewajiban menanamkan norma-norma Islam, budaya, moral dan pemikiran Islami. Semua itu ditempuh dengan semua sitem, termaksud sistem pendidikan yang Islami. Kemudian negara juga akan memblokade situs-situs pornoaksi dan pornografi di tengah masyarakat, sehingga masyarakat terlebih generasi muda akan terhindar dari media-media yang dapat merusak moral masyarakat.

Terlebih lagi negara akan memberikan saksi tegas dan keras terhadap pelaku eLG3B3Te sesuai syariat Islam. Sanksi yang diberikan akan disaksikan dihadapan masyarakat secara langsung, dimana saksi tersebut akan membuat jera para pelaku tindak kriminal dan mencegah masyarakat lainnya untuk melakukan kejahatan.

Menurut syariat Islam hukuman bagi eLG3B3Te adalah dijatuhkan dari gedung yang tinggi hingga mati. Walhasil eLG3B3Te akan mampu dicegah dan dihentikan hanya dengan sistem Islam.

Wallahu a’lam biss showab

Post a Comment for "Ancaman eLG3B3Te di Tengah Pandemi, Bukti Gagalnya Demokrasi Beri Solusi"