Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Akhir Riwayat Demokrasi Berawal Dari Persekusi Ulama Dan Pembunuhan Laskar

Dalam sistem warisan barat yakni demokrasi, Ulama seringkali difitnah dan diintimidasi. Penahanan terhadap Ulama menunjukkan bahwa Ulama telah dianggap sebagai ancaman serius bagi para kapitalis. Ancaman yang bisa sewaktu-waktu menghilangkan sistem kekuasaan kapitalisme.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Hati-hati dengan doa orang yang didzhalimi. Tidak ada penghalang antaranya dengan Allah SWT. Tuhan Yang Maha Perkasa, Penguasa Langit dan Bumi.

Doa orang yang didzhalimi langsung dikabulkan Allah SWT. Apalagi yang berdoa adalah Ulama yang disakiti. Ulama adalah pewaris Rasulullah SAW dan yang paling takut kepada Allah SWT.

Dalam sistem warisan barat yakni demokrasi, Ulama seringkali difitnah dan diintimidasi. Penahanan terhadap Ulama menunjukkan bahwa Ulama telah dianggap sebagai ancaman serius bagi para kapitalis. Ancaman yang bisa sewaktu-waktu menghilangkan sistem kekuasaan kapitalisme.

Padahal apa salah Ulama? Hanya karena meluruskan penguasa dan mendakwahkan Islam, Ulama harus dipenjarakan penguasa?

Apa salah juga pembelaan para Laskar tak bersenjata kepada Ulamanya? Mereka dibunuh dan difitnah.

Sedangkan kasus-kasus besar yang merusak negara seperti korupsi tidak mendapatkan tindakan tegas, cepat dan akurat. Kasus BLBI, Bank Century, E KTP hingga saat ini belum mendapatkan titik terang.

Harun Masiku seolah-olah telah dinobatkan sebagai "dewa Korupsi" di Indonesia. King of the Corruption Kings. Semua teknologi super canggih yang dimiliki oleh aparat tak mampu mendeteksinya.

OPM leluasa membunuh rakyat dan aparat demi mencapai kemerdekaannya. Tindakan separatisme OPM dianggap sebagai kejahatan ringan, tak lebih berbahaya daripada pelanggaran prokes yang dituduhkan kepada Ulama.

Ini berbeda dengan anak penguasa yang menang dalam pemilu. Meski melanggar Prokes tak pernah ditahan. Pendukungnya yang juga melanggar prokes tidak pernah ditembak mati.

Inilah ketidakadilan yang diciptakan dalam sistem demokrasi. Sistem ini hanya berpihak kepada penguasa, parpol sekuler dan para kapitalis. Jika ada yang berseberangan dengan kepentingan kapitalisme mereka langsung disikat.

Entah itu Ulama atau pun Laskar tak menjadi persoalan. Maka perlu diingat baik-baik. Ketika Laskar terbunuh secara bathil dan Ulama difitnah , doa mereka bisa diijabah langsung oleh Allah SWT.

Yang berlaku dzhalim hanya menunggu waktu untuk mendapatkan balasan dari Allah SWT. Daging Ulama itu beracun. Pembunuhan Laskar dan penahanan Ulama yang bagian kecil dari Makar Allah SWT akan kebangkitan Islam.

Hanya saja bagi para Ulama harus ada kesadaran bahwa akar permasalahan di negeri ini bukan karena banyaknya orang yang dzhalim. 

Tetapi karena sistem demokrasi lah yang mencetak orang-orang dzhalim. Demokrasi mendewakan materi sehingga para penguasa dzhalim takut kehilangan  harta, tahta dan bisa saja wanita. 

Oleh karena itu untuk mencegah kedzhaliman terhadap rakyat dan penguasa berlaku dzhalim, Ulama harus mendoakan agar sistem demokrasi cepat diruntuhkan dan diganti dengan sistem Islam.

InsyaAllah doa Ulama makbul. Dan harus juga dibarengi dengan ikhtiar untuk mengganti sistem rusak ini. Sebab doa harus dibarengi dengan kaidah hukum kausalitas.

Rasulullah SAW pun menegakkan Daulah Islam di Madinah sebagai ikhtiar menghilangkan kedzhaliman. Semoga rakyat bersatu mengganti sistem dengan Khilafah Islam agar Ulama dan Umat bisa lepas dari Persekusi, korupsi dan kriminalitas. []

Bumi Allah SWT, 14 Desember 2020

#DenganPenaMembelaDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Akhir Riwayat Demokrasi Berawal Dari Persekusi Ulama Dan Pembunuhan Laskar"