Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

UMK DAN BAYANG-BAYANG RESESI

Adanya wacana penurunan Upah Minimum Kota (UMK) Malang di 2021 akibat pandemi Covid mendapat tanggapan dari asosiasi pekerja. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Malang Suharno mengharapkan ada kenaikan 8 persen jika dibandingkan UMK 2020.

Oleh : Siti Aminah Warga Kota Malang

Adanya wacana penurunan Upah Minimum Kota (UMK) Malang di 2021 akibat pandemi Covid mendapat tanggapan dari asosiasi pekerja. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Malang Suharno mengharapkan ada kenaikan 8 persen jika dibandingkan UMK 2020.

Untuk diketahui, UMK 2020 Kota Malang Rp 2.895.502. Jika naik 8 persen, berarti SPSI berharap UMK 2021 sebesar Rp 3.127.142. Meski begitu, Suharno tidak membatasi berapa pun kenaikannya. ”Harapan pekerja atau buruh UMK tetap naik berapa pun nilainya,” katanya.

Suharno mengatakan, kenaikan sekitar 8 persen itu belum menjadi usulan dari asosiasi pekerja. Sebab, hingga kini belum ada pertemuan dengan dewan pengupahan Kota Malang. ”Belum ada rapat pengupahan,” tegasnya.

Saat ini, Suharno mengatakan, pihaknya melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang hasilnya menjadi acuan SPSI untuk mengusulkan besaran UMK 2021. ”KHL juga belum ada. Kalau misal kondisi saat ini disesuaikan KHL, ya harus survei 60 item,” jelas dia.

Sementara itu, Kadin Kota Malang yang juga salah satu asosiasi pengusaha merasa keberatan jika UMK 2021 naik. Ketua Kadin Kota Malang Edy Wahyono mengatakan, hingga kini belum ada pembicaraan di antara asosiasi pengusaha. Termasuk dengan Apindo Kota Malang. Tapi, dia pesimistis jika besaran UMK 2021 naik dari tahun sebelumnya.

”Dari sisi pengusaha, saya nggak yakin mampu jika UMK 2021 naik. Situasinya sekarang ini berat,” kata Edy yang juga pengusaha jasa konstruksi itu.

Dia menyadari, kenaikan UMK sudah menjadi tradisi tahunan. Tapi dia meminta ada pengecualian di tahun 2021 mendatang karena faktor pandemi Covid-19. ”Trennya memang tidak pernah tetap atau turun. Besarannya selalu naik. Tapi saat ini kondisinya beda,” tutur Edy yang juga ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang itu.

Ditanya terkait usulan besaran UMK 2021 dari pihak Kadin, Edy mengatakan, institusinya belum bersikap. Dia menunggu pertemuan dengan dewan pengupahan Kota Malang. ”Masih belumlah,” kata mantan ketua Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) itu.

Seharusnya pemerintah memberikan solusi dalam mengatasai masalah resesi ekonomi ini ,bukan sekedar sebagai regulator dan segera memutuskan kebijakan agar masalah ini dapat segera terselesaikan.

Karena bila masalah ini diserahkan pada pihak pengusaha dan buruh akan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena masing masing dari mereka mempunyai kepentingan yang berbeda dan mereka tidak akan pernah mau dirugikan.

Hal ini terjadi karena negara mengambil sistem kapitalis sehingga keputusan yang diambil hanya berdasarkan kemanfaatan individual yang bermodal besar.

Adakah Resesi dalam Islam?

Dalam sejarah, peradaban Islam pernah mengalami krisis, namun berbeda penyebabnya. Sistem Islam tidak mengenal bahkan tidak memperbolehkan pengembangan sektor keuangan seperti ribawi dan aktivitas spekulatif lainnya. Maka, krisis yang terjadi lebih disebabkan karena adanya wabah atau bencana alam.

Penanganan krisis ketika wabah akan memprioritaskan penyelesaian wabah tanpa memperhitungkan untung dan rugi. Dalam kasus wabah Corona akan dilakukan karantina lokal, artinya melakukan karantina terhadap yang sakit dan tetap membuka wilayah yang belum terjangkit penyakit.

Langkah awal adalah melakukan tracing dengan cepat dan menutup wilayah yang sudah terkena wabah. Negara membiarkan aktivitas di wilayah yang masih hijau. Negara memberikan dukungan keuangan sepenuhnya untuk menyehatkan kembali orang sakit supaya nanti dapat beraktivitas kembali.

Rahasia Ketangguhan Ekonomi Islam

Ada beberapa pengaturan dalam ekonomi Islam yang akan menghindarkan dari krisis berulang, di antaranya adalah:

  • Melarang aktivitas riba dan spekulasi yang menyebabkan kelimbungan ekonomi sampai saat ini.
  • Larangan menimbun harta (kanzul maal) karena mengakibatkan problem dalam sirkulasi perekonomian.
  • Pengaturan kepemilikan untuk menjamin agar harta tidak berputar di kalangan orang kaya (tidak dibuka akses privatisasi terhadap sumber daya alam dan negara hadir untuk mengelola kemudian mengembalikannya untuk kepentingan masyarakat).
  • Menerapkan moneter emas dan perak untuk menjamin kestabilan mata uang, serta menutup celah memanipulasi negara lain melalui sistem mata uang.
  • Penerapan zakat mal yang akan melancarkan sirkulasi harta.

Bagaimana Keluar dari Krisis?

Islam sejatinya tidak memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan resesi karena resesi terjadi bukan disebabkan penerapan aturan Islam. Krisis yang terjadi sekarang disebabkan penerapan sistem ekonomi kapitalis yang rakus, tamak, dan tidak mengindahkan aturan Ilahi.

Mengobati krisis ini dengan menerapkan ekonomi Islam saja tidak akan paripurna kesembuhannya. Selama ini dorongan kembali pada ekonomi Islam sudah sangat kuat tetapi sayangnya diarahkan pada sisi financing (bahasan mikro ekonomi) saja. Padahal, ada cakupan yang lebih besar dan sangat penting yaitu aspek makroekonomi.

Ekonomi makro mengatur masalah anggaran negara seperti APBN yang sangat menentukan sumber pendapatan negara. APBN dalam sistem ekonomi syariah tidak memperbolehkan penerimaan dari utang ribawi dan pajak, tapi justru dari pengelolaan sumber daya alam, kepemilikan negara, dan pos zakat infak yang jumlahnya sangat melimpah. Faktor makro lainnya yang juga diatur adalah fiskal, moneter, praktik ribawi, dan spekulatif.

Menerapkan sistem ekonomi syariah hanya pada financing saja tidak akan menyelesaikan masalah, karena pasti negara tidak akan memiliki keuangan yang cukup untuk memenuhi dan melayani kebutuhan rakyatnya.

Mengubah ekonomi makro dengan ekonomi Islam mengharuskan mengadopsi ideologinya yaitu aturan Islam, karena riba, pajak, dan spekulasi tidak akan ada dalam sistem ekonominya.

Adanya fenomena resesi yang berujung pada krisis berulang menjadi tanda bagi orang yang berpikir. Ekonomi kapitalis telah nyata menyebabkan kerusakan dan kerugian yang besar pada manusia dengan adanya resesi yang terjadi berulang kali.

Sementara ekonomi yang berlandaskan syariat, secara nyata berhasil menghantarkan manusia mencapai kesejahteraannya selama tiga belas abad dengan sistem keuangannya yang tangguh.

Fakta ini seharusnya semakin meyakinkan kita sebagai muslim, syariat Islam adalah solusi dan pasti memberikan kebaikan, tidak hanya di dunia tetapi juga mendatangkan keridaan-Nya.

Resesi yang berujung pada krisis bisa jadi akan pulih, tapi entah kapan. Namun ingat, selama masih mengadopsi sistem ekonomi kapitalis, krisis akan kembali berulang.

Sebagai manusia yang normal, fitrahnya pasti enggan terperosok pada lubang yang sama. Masa depan Indonesia dan dunia tergantung apakah mengambil Islam secara kaffah ataukah tidak.

Untuk mengakhiri penderitaan umat ini tidak ada jalan lain, kecuali kembali menerapkan syariat Islam secara kaffah dan membuang ekonomi kapitalis pada tempatnya. Berharap segalanya akan membaik dengan ekonomi kapitalis adalah kesia-siaan yang berujung kekecewaan.

Post a Comment for "UMK DAN BAYANG-BAYANG RESESI"