Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apakah Amerika Akan Membalas Jasa Khilafah?

Jika melihat sejarahnya AS banyak diselamatkan oleh negara superpower Islam yakni Khilafah.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Pilpres AS telah selesai dilaksanakan. Trump gugur dan Biden berjaya. Beberapa elemen kaum Muslimin yakin bahwa Biden akan pro terhadap Islam.

Harapan baru tercurahkan kepada Biden daripada Trump yang pendekatannya hard power terhadap dunia Islam. Namun, Biden diperkirakan tidak jauh berbeda dengan Obama yang lembut tetapi menikam.

Obama yang dianggap sangat dekat dengan Islam ternyata meridhoi aksi teror Israel terhadap Palestina. Masih melanjutkan kebijakan Bush yang terus menempatkan serdadu AS untuk menjarah kekayaan alam di negeri-negeri Kaum Muslimin seperti Afganistan, Irak dan Suriah.

Hamas sangat berharap AS dibawah kepemimpinan Biden akan membatalkan normalisasi Arab Israel yang digagas oleh Trump. Biden juga dianggap akan mampu membatalkan pengakuan AS terhadap Yerussalem sebagai ibu kota Israel.

Namun semua hanyalah mimpi yang tak akan pernah terealisasi. Siapa pun Presidennya, Amerika tetaplah negara kapitalis. Demokrasi adalah alatnya, penjajahan adalah metodenya dan kapitalisme adalah ideologinya.

Amerika akan terus menjajah semua negeri yang mampu ditaklukkannya baik secara fisik mau pun non fisik. Ada kekayaan alam yang dikeruk dari negeri jajahan mereka seperti emas dan migas dari negara-negara di Timur Tengah dan Indonesia.

Itu lah Amerika. Ketika ketiadaan Khilafah, mereka dengan leluasa menjadi adidaya dunia yang terus menghegemoni dunia dengan penjajahan. AS tak pernah takut karena saingannya Khilafah Islam telah tiada akibat konspirasi Inggris dan sekutunya.

AS hanya khawatir bahwa Khilafah akan bangkit kembali dan menghentikan penjajahannya. Prediksi NIC, Khilafah akan tegak pada tahun 2020. AS menganggapnya sebagai ancaman besar dan berupaya untuk menghambat kedatangannya.

Padahal Khilafah tak pernah menjajah AS. Jika melihat sejarahnya AS banyak diselamatkan oleh negara superpower Islam yakni Khilafah.

Pada tahun 1989, sebuah banjir terjadi di Johnstown, sebuah pemukiman di PennsPennsylvania barat daya di AS. Setelah hujan deras, sebuah bendungan roboh dan kota itu terendam. Lebih dari 1.600 rumah hancur dan lebih dari 5.000 orang meninggal.

Kebakaran dimulai setelah banjir yang juga meningkatkan dampak bencana. Peristiwa ini dikenal sebagai bencana pertama yang dihadapi Palang Merah Amerika. Khilafah pun memanggil dubes AS dan memberikan bantuan 1.000 USD yang dibelanjakan untuk korban banjir.

Musim panas pada tahun 1894 cukup kering di AS sehingga terjadi kebakaran besar di Wisconsin. 100.000 lahan hutan, 400 rumah habis terbakar, 20 orang tewas. Pada bulan September, 200.000 hektar hutan Pine County terbakar bersama beberapa Kota. Khilafah pun menyumbang 400 lira untuk menyelamatkan AS (Sultan Ottoman Abdul Hamid II pernah kirim bantuan Kemanusiaan ke AS, Turkinesia.net, 11/4/2020).

Selain itu, ketika terjadi perang Revolusi AS Inggris. Warga AS pernah menghadapi kelaparan besar di Benua Amerika. Khilafah pun mengirim bantuan pangan. Amerika lepas dari bencana dan mampu mengusir kolonial Inggris dari negerinya.

Maka tidak tepat kalau AS terus saja menjajah negeri-negeri Kaum Muslimin yang merupakan bagian dari Khilafah Islam dulu. Apa yang dilakukan AS sekarang seperti bentuk kedurhakaan suatu negara terhadap Khilafah Islam. Air susu dibalas dengan air tuba.

Maka jika ingin membebaskan dunia dari cengkraman penjajahan kapitalisme AS, Kaum Muslimin harus fokus pada penegakkan Khilafah. Khilafah akan menghancurkan Kapitalisme dunia.

Tidak ada lagi negeri yang dijajah. Semua hidup damai, Kaum Muslimin bersatu dalam satu kepemimpinan. Bahkan warga AS akan diselamatkan dua kali oleh Khilafah. Bebas dari pengangguran, keterpurukan ekonomi, corona, korupsi, obat-obatan terlarang dll.[]

Bumi Allah SWT, 9 November 2020

#DenganPenaMembelahDunia #SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Apakah Amerika Akan Membalas Jasa Khilafah?"