Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Propaganda Radikalisme Dan Film

Maka sangat aneh, jika ada golongan yang berpikiran negatif terhadap ajaran Islam. Menyebutnya sebagai ajaran radikalisme dalam konotasi negatif. Lalu membuat film yang seolah-olah mewakili suara semua rakyat. Padahal film itu hanya berisi adu domba. Film itu kemudian dihilangkan jumlah like dan dislikenya karena ternyata publik banyak yang memilih dislike film itu. Harusnya mereka membuat film yang membongkar konspirasi Barat di Indonesia. Bukan menyerang agama Islam sebagai Rahmatan lil 'Aalamiin. Di kehidupan nyata pun harusnya mereka mendukung Perjuangan Islam.
Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Politik Asal NTT)

Islam adalah agama dan ideologi persatuan. Ketika Khilafah menguasai 2/3 dunia selama 14 abad, warga negaranya terdiri dari berbagai suku, agama dan ras.

Tidak ada pemaksaan masuk Islam. Semua pemeluk beragama bebas menjalankan keyakinan dan ibadahnya. Semua merasakan kemakmuran yang luar biasa. Hasilnya, warga negara yang berbeda latar belakangnya menjunjung tinggi hukum Syariah dan mengamalkannya dalam kehidupan muamalah mereka.

Jadi sangat keliru bila ada yang mengatakan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam yang mengancam. Sebab tidak ada buktinya Khilafah menjajah atau menghancurkan negeri lain. Banyak pakar Barat Non Muslim seperti T.W. Arnold Cs yang mengatakan bahwa Khilafah dalam Islam memberikan kontribusi besar terhadap dunia (termasuk Barat).

Ini fakta dan sejarah yang tak akan bisa dikubur siapa pun. Namun sayang di tanah air malah su'udzhan dengan segala yang berbau Islam baik itu Khilafah, cadar, ketaatan terhadap Islam dll.

Mereka malah menyebut ajaran Islam sebagai radikalisme (dalam konotasi negatif). Bahkan mencoba membuat sebuah film yang mengadu domba Kaum Muslimin dengan agamanya sendiri yakni Islam.

Padahal bukan Islam yang merusak negeri ini. Kapitalisme lah sumber segala kerusakan. Kapitalisme menyuburkan perilaku korup di antara banyak pejabat negara sehingga KPK, Kepolisian dan Lembaga Hukum lainnya kewalahan melawan korupsi.

Survey membuktikan bahwa yang paling banyak korup adalah mereka yang paling banyak melakukan aktivitas pemilihan demokratis. Banyak wakil rakyat yang korup untuk membayar mahar politik yang sangat mahal dari Partai dan Pengusaha Kapitalis.

SDA pun dijual ke banyak perusahaan kapitalis. Freeport dan banyak perusahaan kapitalis lainnya menjarah ratusan Ladang Sumber Daya Alam di Indonesia. Mereka semakin kaya tetapi rakyat semakin miskin melarat.

Pengangguran bertambah banyak, Timor Timur Lepas, Papua terancam, Pandemi Corona tak bisa dihapus bukan karena Islam atau Ajaran Khilafah. Semua terjadi karena kapitalisme global yang melilit negeri dan dunia.

Islam dan Khilafah pernah menyelamatkan nusantara dari penjajahan Portugis. Mayoritas penduduk Nusantara memeluk Islam karena ajaran anti penjajahan.

Wali Songo merupakan fasilitator ajaran Islam yang dikirim oleh Khilafah Utsmaniyah ke Nusantara. Kemudian Ajaran Islam menjadi benteng terkuat dalam melawan penjajah.

Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Wahid Hasyim dan diamalkan oleh Bung Tomo dan Arek-Arek Surabaya terinspirasi oleh ajaran Islam sehingga mampu mengusir penjajah.

Jejak penjajahan bisa dilacak di Nusantara berasal dari negara-negara pengikut revolusi Industri (merekalah yang getol menyebarkan Demokrasi di negeri-negeri Kaum Muslimin). Inggris, Belanda, Perancis, Portugis, Spanyol dan lain-lain menjajah banyak negara di dunia. Mereka lah radikalis penjajah sejati.

Mereka lah yang mewarisi sistem demokrasi di negeri-negeri Kaum Muslimin. Sehingga ketika demokrasi masih terus dipertahankan, kapitalisme dan penjajahan akan terus langgeng.

Maka sangat aneh, jika ada golongan yang berpikiran negatif terhadap ajaran Islam. Menyebutnya sebagai ajaran radikalisme dalam konotasi negatif. Lalu membuat film yang seolah-olah mewakili suara semua rakyat. Padahal film itu hanya berisi adu domba. Film itu kemudian dihilangkan jumlah like dan dislikenya karena ternyata publik banyak yang memilih dislike film itu.

Harusnya mereka membuat film yang membongkar konspirasi Barat di Indonesia. Bukan menyerang agama Islam sebagai Rahmatan lil 'Aalamiin. Di kehidupan nyata pun harusnya mereka mendukung Perjuangan Islam.

Agar tegak Sistem Islam yang akan mengusir para Kapitalis dan menyuburkan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Khilafah akan memakmurkan dunia seperti era KHULAFAUR RASYIDIN, Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, Khalifah Harun Ar Rasyid, Sultan Muhammad Al Fatih dan lain-lain. []

Bumi Allah SWT, 26 Oktober 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Apa yang akan anda katakan jika saat ini bertemu Rasulullah SAW?

Ya Rasulullah SAW sistem Demokrasi kapitalisme merusak manusia. Muslim mau pun Non Muslim banyak yang terzholimi karena sistem rusak ini.

Korupsi, pengangguran, kemiskinan, penjajahan dan lain-lain terus meningkat. Kami akan berusaha semaksimal mungkin menegakkan Khilafah untuk menyelamatkan dunia

#KhilafahAjaranIslam
#CintaNabiCintaIslam
#CintaNabiTegakkanSyariah
#CintaNabiWujudkanKeadilan
#CintaNabiLenyapkanKezaliman
#CintaNabiIndonesiaBerkah

Post a Comment for "Propaganda Radikalisme Dan Film"