Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Heboh Al-fatih ustadz Felix, Ada Yang Panik?

Oleh : Miliani Ahmad

Surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang mewajibkan siswa SMA membaca buku karya Felix Siauw viral di media sosial. Didalam surat edaran tersebut para siswa SMA/SMK se-provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwajibkan membaca dan merangkum isi buku tersebut yang selanjutnya dikumpulkan ke sekolah masing-masing.

Alasan Dinas Pendidikan mengajak para siswa untuk membaca buku ini karena ingin memberikan pengetahuan sejarah perjuangan Muhammad Al-fatih kepada para siswa. Namun niat baik sang pendidik tak diiringi dengan respon positif dari pihak lain.

Surat edaran tersebut menimbulkan kehebohan lantaran buku tersebut dikarang oleh Felix Siauw, seorang juru da'wah yang mengusung ide perjuangan penegakan Islam kaffah dalam institusi Khilafah.

Keberatan atas surat edaran ini muncul dari pihak salah satu "ormas Islam" yang melakukan protes ke Pemprov atas instruksi yang ada didalam surat edaran tersebut. Asumsinya, mereka menganggap buku Al-fatih 1453 sarat akan muatan paham khilafah. Mereka mengganggap adanya upaya ini sebagai bagian upaya yang terstruktur, sistemis dan massif menumbuhkan ideologi khilafah melalui lembaga pendidikan.

Bukan hanya sekali ini terjadi, setiap elemen yang berbau ide khilafah muncul pasti akan memunculkan sikap antipati para penentangnya. Ide khilafah ditentang dimana saja, tak cukup lisan, ranah tulisan pun banyak dimaki. Termasuk buku Al-fatih 1453, hanya karena sang pengarang buku adalah pengemban dakwah khilafah sekonyong-konyong langsung reaktif tanpa melihat dan memastikan dulu pemikiran apa yang ada didalam buku tersebut.

Secara umum resensi buku tersebut bisa di googling. Buku Al-fatih 1453 menceritakan sejarah bagaimana seorang sultan Mehmed II yamg merupakan keturunan kekhilafahan Utsmani yang berjuang untuk membebaskan imperium Romawi menjadi kekuasaan Islam. Beliau melakukan ini karena ingin merealisasikan sabda Rasulullah SAW tentang penaklukkan Konstatinopel dan Romawi.

Rasulullah SAW pernah bersabda yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad yaitu, Berkata Abdullah bin Amru bin Ash " bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, lalu Rasulullah SAW ditanya tentang kota manakan yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?. Maka Rasulullah SAW menjawab, 'Kota Heraklius terlebih dahulu', yakni Konstantinopel.

Maka Sultan Mehmed II menggenapkan upaya untuk merealisasikan berita ini. Sistem pertahanan benteng Konstantinopel mampu beliau taklukkan dengan strategi perang yang brillian.

Sungguh buku ini mencoba menggambarkan sejarah hebatnya generasi Islam pada saat itu. Hidup mereka hanya dicurahkan untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Hidup generasi sebagai mana Muhammad Al-fatih selalu dihiasi dengan prioritas positif untuk selalu melakukan kebaikan.

Lalu pertanyaannya apakah salah generasi muda muslim mempelajari sejarah emas peradaban mereka? Tentu bagi orang yang masih memiliki pemikiran yang jernih, mengajarkan generasi muda untuk paham sejarah mereka adalah sesuatu yang sangat baik. Dengan sejarah setidaknya generasi mudah bisa terpacu untuk membangun kehidupan peradaban yang lebih baik di kemudian hari.

Jika mereka mau bersikap objektif, Kenapa hanya mempermasalahkan bahasan ide khilafah yang merupakan warisan Rasulullah , kenapa mereka tak juga mempermasalahkan demokrasi yang merupakan warisan filsuf Yunani yang tak pernah ditemukan rujukannya dalam literasi khazanah dan hukum Islam?.

Lalu kenapa juga mereka tak mempermasalahkan hedonisme, liberalisme, sekularisme yang jelas-jelas telah menggerogoti kehidupan generasi negeri ini yang semakin hari semakin rusak.

Atau mempermasalahkan pengajaran bapak negeri yang mengajak para generasi terinspirasi dari negeri Korea yang mambawa budaya hina?

Sungguh Islamophobia akut sudah semakin menjangkiti sebagian dari diri umat. Propaganda yang disemai musuh-musuh Islam yang menstigma negatif tentang khilafah berakar sudah. Padahal tak ada yang salah dengan ide Khilafah. Tak ada yang salah generasi mempelajari sejarahnya. karena akar Khilafah adalah Islam. Sejarah Khulafaur Rasyidin adalah bukti tak terbantahkan akan eksistensi khilafah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, Jadilah kamu para penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu golongan mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Maidah: 8)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «لاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَتَنَاجَشُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخوَاناً. المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَايَحْقِرُهُ. التَّقْوَى هَاهُنَا -وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- بِحَسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ المُسْلِمَ. كُلُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling tanajusy (menyakiti dalam jual beli), janganlah saling benci, janganlah saling membelakangi (mendiamkan), dan janganlah menjual di atas jualan saudaranya. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya. Karenanya, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina yang lain. Takwa itu di sini–beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali–. Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.’ [HR. Muslim no. 2564]

Post a Comment for "Heboh Al-fatih ustadz Felix, Ada Yang Panik?"