Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Normalisasi Arab Israel Sama dengan Abadi-sasi Penjajahan (Hentikan Kebiadaban Zionis Israel Dengan Kekuatan Khilafah!)

Palestina sekarang adalah pembantaian berskala besar (The Great Genocide). Penjajahan zionis Israel atas tanah suci Palestina telah berlangsung puluhan tahun
Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Siapa pun yang mempunyai akal dan perasaan pasti akan menyakini bahwa apa yang terjadi di Palestina sekarang adalah pembantaian berskala besar (The Great Genocide). Penjajahan zionis Israel atas tanah suci Palestina telah berlangsung puluhan tahun.

Pembunuhan, pembakaran, pemboman adalah fenomena harian yang telah mematikan rasa penduduk dunia. Barat, adalah pendukung setia Zionis Israel, karena musuh besarnya adalah dunia Islam dan Khilafah.

Bagi Barat, jika ada yang meragukan kebenaran peristiwa Holocaust ala Nazi adalah kejahatan yang serius. Barat masih trauma dengan serangan Nazi Jerman yang mematikan di bawah kekuasaan Hitler ke Eropa.

Ini berbeda dengan perbuatan zionis Israel yang membabi buta membunuh Muslim Palestina, melecehkan kehormatan mereka dan merampas harta mereka. Banyak anak yang menjadi yatim piatu, suami kehilangan istri, dan orang tua kehilangan anaknya karena tewas dibunuh tentara Zionis Israel. Untuk hal ini, Barat menjadi buta, tuli dan bisu terhadap kejahatan Israel yang bila ditotal jumlah korbannya melebihi jumlah korban perang dunia.

Sementara itu di dunia Timur banyak penguasa yang menjadi antek Barat (As, Inggris, Rusia dan Israel). Normalisasi (baca:perdamaian) Arab Israel oleh UEA dan Bahrain tidak mewakili suara Kaum Muslimin di negerinya masing-masing. Ini lebih kepada pengkhianatan penguasa negeri Kaum Muslimin terhadap Allah SWT, Rasulullah SAW dan Umat-Nya.

Bagaimana mungkin mereka tidak ingat hadits Rasulullah SAW yang berisi, hancurnya dunia dan seisinya (dalam hadits lain hancurnya Ka'bah) lebih ringan di sisi Allah SWT daripada terbunuhnya seorang Muslim tanpa alasan yang syar'i (HR. Tirmidzi dengan Sanad Hadits Shahih). Yang tewas di Palestina bukan satu orang saja tetapi sangat banyak.

Inilah efek tidak adanya Khilafah. Barat memasukkan demokrasi agar negara-negara bangsa mendiamkan (menyetujui) aksi brutal Israel terhadap Muslim Palestina. Ideologi Kapitalisme malah membuat para penguasa Arab mencari perhatian Amerika Serikat dalam rangka melanggengkan penjajahan Israel di bumi Palestina.

Umat marah dengan sikap para penguasa Arab dan negeri kaum Muslimin lainnya namun ini fakta yang tak terbantahkan. Turki pun hanya mampu mengecam Israel namun tidak mengambil aksi nyata. Aksi militer Turki hanya nampak pada tanah Suriah namun seperti lumpuh menghadapi militer Zionis Israel.

Memang setelah Khilafah runtuh, tidak ada negara bangsa yang berani membela Palestina dan membumi-hanguskan zionis Israel. Perang Arab Israel 6 hari hanya kebohongan agar timbul pencitraan bahwa militer Israel yang terkuat di dunia.

Buktinya, militer Israel hingga saat ini tak mampu menghabisi Hamas, dan Al Fatah. Militernya juga sering diperingkat terakhir dalam olimpiade menembak internasional bagi tentara sedunia. Israel juga takut kalau semua negeri Kaum Muslimin bersatu dalam satu kepemimpinan (Khilafah).

Amerika Serikat yang mendukung Israel dengan bantuan militer juga ketakutan akan kembalinya Khilafah. Henry Kissinger, Politisi Senior Amerika, mantan Asisten Presiden AS untuk urusan keamanan Nasional 1969-1975, pada November 2004 di koran Hindustan Times pernah menulis, "...what we call terrorism in the United States, but which is really the uprising of radical Islam against the secular world, and against the democratic world, on behalf of reestablishing a sort of Caliphate."

Artinya, "...Apa yang dinamakan terorisme di Amerika Serikat sebenarnya adalah kebangkitan Islam radikal terhadap dunia sekular dan terhadap dunia yang demokratis atas nama pendirian kembali semacam Kekhalifahan)." Mereka (para penjajah) ketakutan sebab Khilafah dulu negara adidaya yang pernah menyelamatkan Palestina sebanyak 2 kali.

Yakni masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra dan Sultan Shalahuddin Al Ayyubi (Masa Kekhilafahan Abbasiyah). Militer Khilafah saat itu sangat kuat sehingga mampu mengalahkan Romawi dan Koalisi pasukan Salib dari Eropa.

Sehingga sekarang pun potensi untuk membangkitkan Khilafah masih merupakan ancaman mematikan bagi As, Israel dan para penguasa antek Barat. Sebab jika Khilafah ada maka 53 militer negeri Kaum Muslimin akan maju menghabisi Israel.

Ini berarti Amerika terancam dan terpinggirkan. No Israel No USA No Imperialism (Tak Ada Israel berarti Tak Ada AS dan Tak Ada Penjajahan).

Khilafah akan mengontrol dan menyebarkan perdamaian di dunia. Tidak seperti OKI yang selama ini jadi mesin pencitraan dan lemah terhadap Barat. Semoga dengan kehadiran Khilafah, AS dan Israel berhasil dilumpuhkan dan dunia terselamatkan dari neo imperialisme ala kapitalisme. []

Bumi Allah SWT, 17 September 2020

#DenganPenaMembelahDunia 
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Normalisasi Arab Israel Sama dengan Abadi-sasi Penjajahan (Hentikan Kebiadaban Zionis Israel Dengan Kekuatan Khilafah!)"