Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mulutmu Harimaumu

anggota DPR Ali Taher Parasong atas pernyataannya mengenai radikalisme

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih | Institut Literasi dan Peradaban

Masih hangat diperbincangkan masyarakat bagaimana DPR Cecar Menag , Fachrul Razi soal Cingkrang, Cadar, Good Looking dan Sertifikasi Penceramah.

Ia tampak tidak terima keislamannya diragukan oleh anggota DPR Ali Taher Parasong atas pernyataannya mengenai radikalisme , dimana kata itu disebut kemenag yang juga mantan wakil panglima TNI di acara webinar bertajuk "Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara" yang tayang di akun Youtube Kementerian PAN-RB, Rabu, 2 September 2020 seperti dilebih-lebihkan.

"Yang saya enggak sebut, tidak usah disebut-sebutlah. Kalau menteri agama menganggap semua penceramah itu orang yang radikal, enggak pernah saya mengatakan begitu," tegas Fachrul Razi di Komisi VIII DPR, Senayan (jppnn.com,8/9/2020).

Rekam Jejak digital memang terkadang kejam, bahkan bisa jadi bahan efektif untuk menyudutkan seseorang. Cukup banyak juga peristiwa klarifikasi tak berkesudahan akibat ulah dimuat ulangnya rekam jejak digital. Kemajuan teknologi memang menjadi buah simalakama, yang seharusnya difungsikan untuk mempermudah urusan manusia memenuhi kebutuhannya, namun di sistem yang sekuler liberal ini justru menjadi komoditas.

Yang pasti bukan kemajuan teknologinya yang dihentikan. Sebab ia adalah produk akal yang boleh dinikmati siapa saja. Kemajuan sains dan teknologi adalah sebuah keniscayaan, maka butuh sebuah sistem yang mengatur pemanfaatannya agar benar-benar untuk maslahat umat.

Maka, terkait kemenag Fachrul Razi ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
pertama, sebagai pemangku kekuasaan yang juga posisinya sebagai pemimpin adalah bersikap bijak, tak asal umbar kata-kata, sebab faktanya sejak ia diangkat menjadi menteri agama memang tak ada satupun kata yang layak dikeluarkan. Semua selalu menyudutkan kaum Muslim, seakan Islam adalah agama musuh. Sekalipun ia pernah menyebutkan jika dirinya adalah menteri semua agama, namun setidaknya yang ia yakini dan akui adalah beragama Islam . Oleh karena itu lebih utama lagi jika menjadi penengah.

Kedua, banyak hal yang butuh kosentrasi penuh, terkait dengan pendidikan agama Islam yang mendapatkan gempuran tak henti, sejak pelecehan hingga upaya penghilangan ajaran jihad dan khilafah. Mengapa menjadi provokator jika bisa menjadi kontributor meskipun mungkin secara keilmuan agamanya kurang.

Ketiga, gambaran rakyat yang bersih dan tak suka gosip mestinya tercermin dari penguasa dan ulamanya yang tegas menegakkan agama dan syariat, sebab tak ada jaminan selain keduanya bakal tercapai dalam sistem selain Islam.

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan padamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu'' (QS Al-Maidah [5]: 3).

Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala menjelaskan bahwa ini adalah nikmat Allah yang sangat besar yang diberikan kepada umat ini. Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan agama mereka sehingga mereka tidak butuh agama yang lain selain agama mereka dan nabi lain selain nabi mereka yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Wallahu a' lam bish showab.



Post a Comment for "Mulutmu Harimaumu"