Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Diblokir 59 Negara, Saatnya Indonesia Muhasabah Dan Berganti Sistem


59 negara yang menutup wilayahnya agar warga Indonesia tidak dapat memasukinya
Oleh: Abu Mush'ab Fatih Bala (Penulis Nasional Dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Ada 59 negara yang menutup wilayahnya agar warga Indonesia tidak dapat memasukinya (www.tempo.co, 7/8/2020). Penutupan ini dilakukan karena kekhawatiran adanya penyebaran virus corona yang diduga berasal dari pendatang asal negeri khatulistiwa ini.

Tragis karena dulu penguasa sempat meremehkan perkembangan virus ini. Katanya cuma 2 saja dan sudah dikarantina pada tanggal 2 Maret 2020. Terjadi 6 bulan yang lalu.

Padahal, belum tentu hanya dua orang yang positif kala itu. Mengingat sejak November 2019 kasus ini viral di China, Indonesia belum juga menutup akses transportasi ke dalam dan luar negeri.

Sehingga yang positif Corona bisa lebih dari dua orang tersebut. Sikap menganggap remeh ini kemudian mengakibatkan membengkaknya kasus positif Corona di Indonesia hingga 200.000.

Mengapa tidak segera mengambil opsi lock down pada bulan November 2019. Dengan melock down akses masuk/keluar negeri bisa mengantisipasi masuknya Corona.

Sayang kebijakan yang diambil lebih dipengaruhi oleh ideologi kapitalisme yang menguntungkan para kapitalis. Perusahaan asing mendapatkan banyak kemudahan dalam mengeruk SDA Indonesia dan tidak mematuhi aturan negara seperti pembangunan smelter dalam negeri.

Perusahaan kapitalis Asing bahkan tidak perlu menyewa kapal nasional untuk membawa hasil tambang. Mereka bebas membawanya dengan kapal milik perusahaan. Dan masih banyak lagi Uu yang lahir di tengah badai Corona yang terus membesar (Sumber Data: Kajian PKAD).

Oleh karena itu sudah seharusnya evaluasi diri atau muhasabah nasional dilakukan. Opsi-opsi sekuler kapitalistik terbukti selama ini merugikan masyarakat. Kembali ke PSBB bukan solusi karena penguasa berlepas tangan dalam menghidupi rakyatnya.

Opsi yang harus diambil adalah membuang sistem demokrasi dan kapitalisme. Termasuk membuang gaya berfikir sekuler.

Penguasa harus menerapkan sistem Islam yang akan membalikkan keadaan. Corona bisa dihapus jika kembali ke opsi Lock Down.

Yang ditakuti dari Lock Down? Dana. Dana bisa diambil dengan mengambil alih semua perusahaan asing atau mengalihkannya ke perusahaan negara.

Berat? Tidak juga. Asal ada kesadaran politis semua komponen umat yang diikuti dengan langkah praktis penerapan Syariah Kaffah.

Pemberlakuan Lock Down dan Penguasaan Negara atas SDA hanyalah dua dari solusi agung Sistem Islam. Apabila dijalankan juga solusi yang lain, semua masalah seperti korupsi, miras, pergaulan bebas, pengangguran dan kemiskinan bisa diberantas.

Mana buktinya? Coba tengok masa Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang bebas dari kemiskinan. Masa kepemimpinan Umar bin Khattab ra yang bebas dari korupsi. Dan lain-lain.

Semoga kepemimpinan baru itu bisa terwujudkan dalam waktu dekat ini. Penuh dengan ridho Illahi. Membawa kebahagiaan bagi umat manusia di dunia dan akhirat.[]

Bumi Allah SWT, 11 September 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Diblokir 59 Negara, Saatnya Indonesia Muhasabah Dan Berganti Sistem"