Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DI LOCKDOWN 59 NEGARA, MALU DALAM KEHINAAN

Virus covid -19 yang melanda dunia masih menjadi ancaman serius bagi manusia. Hampir satu tahun tidak menunjukkan titik akhir dari wabah tersebut. Bahkan para ilmuwan sudah mencari vaksin baik di negara berkembang maupun maju. Namun Sampai saat ini pun belum membuahkan hasil.
Oleh : M Azzam Al Fatih

Virus covid -19 yang melanda dunia masih menjadi ancaman serius bagi manusia. Hampir satu tahun tidak menunjukkan titik akhir dari wabah tersebut. Bahkan para ilmuwan sudah mencari vaksin baik di negara berkembang maupun maju. Namun Sampai saat ini pun belum membuahkan hasil.

Di negeri +62, yang sejak dari awal terkesan meremehkan virus berbahaya tersebut dengan enggan melaksanakan lockdown, sebagaimana dilakukan beberapa negara lainya. Yang justru mengambil kebijakan yang tidak tegas, yakni pembatasan - pembatasan aktivitas. Dan akhirnya negeri ini menjadi sorotan dunia. Pasalnya negara tersebut mengalami lonjakan kasus yang sangat signifikan. Tercatat pada hari Kamis tanggal 10 September mencapai 207.203 dengaan kasus sembuh 147. 510 dan meninggal sejumlah 8.456. ( sumber berita CNN)

Daerah ibukota negara Indonesia yakni Jakarta, saat ini kembali menjadi daerah rawan virus covid -19 Bahkan pemerintah setempat melakukan PSBB kembali. Walaupun sebenarnya kebijakan tersebut dinilai kurang menanggulangi wabah tersebut, dilihat hasil dari kebijakan PSBB sebelumnya.

Keengganan lockdown dan hanya mengambil kebijakan PSBB merupak wujud dari kepentingan Kapitalis yang tidak menanggung kerugian akibat dampak virus covid - 19 ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa perusahaan, bandara, pariwasata, bank dan lainya ditutup. Dimana usaha - usaha Tersebut merupakan penopang hidupnya kapitalis.

Dan kini negeri +62 menjadi tragis, sebab 59 negara Secara tegas menolak warga negara Indonesia untuk berkunjung. Mereka khawatir akan terjadi penularan virus Corona, mengingat negara +62 dalam keadaan rawan penularan. Sebagaimana diberitakan oleh media onlien CNN pada tanggal 11 September yang lalu.

Jika kita menyadarinya, tentu hal ini menjadi rasa malu terhadap rakyatnya. Yang awalnya merasa diri egois dan jumawa dengan tidak mendengarkan solusi dari rakyat yakni lockdown. Yang awalnya merasa diri angkuh dengan menyepelekan usulan rakyatnya. Dan pada akhirnya, PSBB yang dianggap menjadi solusi Penanggulangan wabah virus Corona, sama sekali tidak dapat menyelesaikan dan menyelamatkan rakyatnya.

Di tolaknya warga negara Indonesia oleh 59 negara menjadikan rasa malu bagi Kapitalis. Kapitalis yang menjadi pengendali kekuasaan dengan keangkuhan demi kepentingan pribadi. Dan taatkala tidak berdaya dan jatuh akibat masa pandemi ini tentu menjadikan dirinya terhina. Kepuasan nafsu yang menjadi tujuan hidupnya tidak terpenuhi, akibatnya menjadikan dirinya masuk ke dalam lubang kebinasaan yang tidak dapat di sesali.

Oleh karena jika kita dan seluruh kaum Muslimin terlepas dari lubang kehinaan. Maka segeralah untuk melepaskan diri dari belenggu cengkeraman kapitalisme dan segera beralih kedalam sistem islam yang dapat menyelesaikan problematika manusia serta menyelamatkan dari lubang kehinaan.

Sambutlah seruan aktivis dakwah yang menyuarakan tegaknya khilafah. Yang menerapkan syariat isla secara kaffah. Dengannya dapat menyelesaikan seluruh problematika kehidupan manusia serta menjamin kebahagiaan dan ketentraman baik di dunia maupun di akhirat.
Wallahua'lam bishowwab.

13 September 2020. Kota seribu gunung.

Post a Comment for "DI LOCKDOWN 59 NEGARA, MALU DALAM KEHINAAN"