Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak Ada Khilafah Versi-Versian. Khilafah Hanya Satu

Tidak Ada Khilafah Versi-Versian. Khilafah Hanya Satu
Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Sebagian orang mengatakan bahwa Khilafah tertolak di Indonesia. Khilafah tidak punya bentuk baku.

Sistem ini merupakan ajaran Islam. Tetapi bila merupakan ajaran ormas tertentu maka tertolak. Bagi mereka, Khilafah dalam ajaran Islam berbeda dengan Khilafah ala ormas yang sudah dicabut BHPnya.

Namun, kelompok ini gagal menemukan perbedaan yang mendasar antara dua istilah Khilafah yang dianut. Apa perbedaan yang paling banyak ditemukan? Tidak ada penjelasannya.

Melainkan pernyataan yang menghakimi bahwa Khilafah sangat tidak layak diterapkan di Indonesia. Sebaliknya demokrasi sangat cocok diterapkan di negeri ini. Sebagian orang malah menganggap demokrasi sesuai dengan Islam.

Seolah-olah demokrasi ini terlahir dari ajaran Islam yang sesungguhnya yang wajib diamalkan oleh setiap orang.

Padahal, Khilafah tidak pernah berubah sistemnya. Sistem ini hanya berganti dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan yang lain.

Kalau pun ada penetapan putra mahkota menjadi Khalifah setelah masa Khulafaur Rasyidin tetap tidak merubah esensi sistem kepemimpinan Islam ini. Sedangkan putra mahkota baru menjadi Khalifah bila ada baiat dari Kaum Muslimin. Tanpa baiat maka tidak sah jabatan Khalifahnya.

Beda dengan sistem kerajaan dimana seorang putra mahkota bisa menjadi Raja tanpa adanya bai'at. Khilafah tetap menerapkan Sistem atau Hukum Islam secara keseluruhan atau totalitas.

Tidak menerapkan Islam secara parsial apalagi meniru demokrasi yang membuat hukum berdasarkan akal atau hawa nafsu manusia bukan berdasarkan Syariat Islam.

Penggunaan kata dinasti yang merujuk ke Khilafah juga tidak tepat. Sebab dinasti lebih cocok ke Kerajaan atau Kekaisaran yang mana hukum raja dijadikan landasan bukan syariat Islam.

Apakah Khilafah ancaman? Tentu saja tidak. Khilafah malah menjadi berkah untuk dunia selama 14 abad lamanya. Memberikan pendidikan dan kesehatan gratis.

Khilafah membangun kota-kota besar dan melahirkan ulama dan ilmuwan kelas dunia. Menyelamatkan Amerika dan Eropa dari the great hunger (kelaparan besar).

Khilafah juga yang menyelamatkan Mesir dan Syam dari penjajahan Romawi. Sistem ini membebaskan Nusantara dari penjajahan Portugis dengan permintaan dari Sultan Aceh.

Maka sudah sepatutnya, Kaum Muslimin sadar dan menerapkan Khilafah kembali. Bukankah segala kekacauan dan penjajahan di dunia selama ini karena diterapkannya demokrasi.

AS, Inggris, Rusia menjajah negeri kaum Muslimin dengan dalil demokrasi. Dan berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan menstigma negatif ajaran Khilafah yang tidak pernah mempunyai bukti menjajah negara lain. Semoga semuanya bersatu dalam mewujudkan kembali Khilafah Alaa Minhajin Nubuwwah yang Kedua. []

Bumi Allah SWT, 29 Agustus 2020

#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Tidak Ada Khilafah Versi-Versian. Khilafah Hanya Satu"