Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SERUAN UNTUK BERSIAGA MEMENUHI MEDAN PERTARUNGAN PEMIKIRAN

Ismail Yusanto dilaporkan ke polisi oleh orang yang tidak penting. Beliau, dituduh menyebarkan paham Khilafah ala HTI. Beliau dituduh mengancam keamanan Negara

Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Fir'aun gagal menundukkan Musa dengan sihirnya. Namrud gagal mengadili Ibrahim dengan tuduhannya. Akhirnya, keduanya main kayu, Represif, melakukan persekusi terhadap para penyeru agama ilahi.

Rasulullah SAW gagal ditundukkan dengan tahta, harta dan wanita oleh rezim kafir Quraisy. Bahkan beliau, lebih memilih tetap konsisten dengan dakwah atau mati sebagai pengembannya. Rasulullah SAW juga di fitnah, dihina, bahkan dipersekusi saat hendak hijrah ke Madinah.

Hari ini, setelah rezim gagal membendung opini dakwah syariah dan khilafah melalui Film Jejak Khilafah Di Nusantara (JKDN), setelah rezim ini merasa tak mampu mengimbangi dakwah secara intelektual, mulailah rezim ini mengadopsi cara-cara Fir'aun, Namrud dan rezim Kafir Quraisy.

Dikabarkan, Ust Ismail Yusanto dilaporkan ke polisi oleh orang yang tidak penting. Beliau, dituduh menyebarkan paham Khilafah ala HTI. Beliau dituduh mengancam keamanan Negara.

Padahal, tak ada satupun produk hukum yang melarang mendakwahkan Khilafah. Khilafah yang didakwahkan HTI juga Khilafah Islam yang akan menerapkan hukum Islam, bukan hukum HTI. Khilafah yang akan menjadi 'junnah' bagi segenap kaum muslimin.

Ust Ismail Yusanto juga tidak menggunakan senjata atau mengunakan kekerasan dalam dakwah. Tidak ada satupun nyawa yang terbunuh karena Ust Ismail Yusanto. Ust Ismail Yusanto adalah pengemban dakwah Islam, bukan gerombolan teroris OPM.

Ust Ismail Yusanto juga tidak merugikan Negara hingga 11 triliun seperti Pertamina dibawah komisaris Ahok. Tidak terlibat korupsi e KTP seperti Novanto. Tidak pula kebagian duit bisyaroh dari Korupsi Imam Nahrawi.

Benarlah ungkapan beliau, benar salah dasarnya Al Qur'an dan as Sunnah, bukan dibubarkan atau tidak. Mengancam negara atau tidak, standarnya Al Qur'an dan as Sunnah bukan dilaporkan polisi atau tidak.

Karena itu, kita segenap pengemban dakwah Islam wajib berdiri tegak bersama beliau, melawan tirani dan kesewenang-wenangan rezim. Masalah ada pada rezim yang represif dan anti Islam.

Sementara pelapor hanyalah berkedudukan sebagai jongos Rezim. Andaikan bukan karena mengemban misi rezim, tentulah laporan sumir itu tak akan pernah diterima dan ditindaklanjuti.

Pelapor hanyalah pion yang didesain rezim untuk terus maju, memenuhi visi rezim untuk menghalau kebangkitan Islam melalui tegaknya Daulah Khilafah. Jongos rezim ini, hanyalah aktor yang tidak penting yang setiap saat akan dibuang jika sudah tidak dibutuhkan.

Wahai para pengemban dakwah Islam,

Bersiaplah untuk memenuhi seruan terjun di Medan perjuangan. Bersiaplah untuk menceburkan diri, dalam tungku pertarungan politik antara kebenaran melawan kebatilan.

Bersiaplah, untuk selalu hadir mendampingi dalam setiap pemeriksaan. Percayalah ! Allah SWT hendak meninggikan derajat pengemban dakwah dengan berbagai ujian.

Ingatlah ! Kemenangan bukan karena jumlah, bukan karena kekuatan. kemenangan hanyalah karena pertolongan Allah SWT. Karena itu, mohonlah pertolongan kepada Allah SWT, agar kita semua diberi pertolongan dan kemenangan. [].

Post a Comment for "SERUAN UNTUK BERSIAGA MEMENUHI MEDAN PERTARUNGAN PEMIKIRAN"