Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjajah itu Bukan Belanda ataupun Jepang

sejarah bangsa Indonesia, disampaikan bahwa negeri ini berada dibawah penjajahan bangsa Belanda selama 3,5 abad dan Jepang selama 3,5 tahun


Dalam sejarah bangsa Indonesia, disampaikan bahwa negeri ini berada dibawah penjajahan bangsa Belanda selama 3,5 abad dan Jepang selama 3,5 tahun. Minimal itu yang kita fahami dari penuturan sejarah yang disampaikan di sekolah-sekolah.

Namun apakah benar yang menjajah negeri ini hanya sekedar sebuah bangsa? Atau sebuah ideologi yang diemban oleh sebuah bangsa? Dan kebetulan yang menduduki negeri ini sebelum 1945 adalah Belanda dan Jepang.

Mungkin percakapan Pangeran Diponegoro dengan Ki Singolodra saat memimpin perang jawa bisa jadi bahan renungan.

Diponegoro : “Apakah Kisanak mengetahui apa yang sedang kami perjuangkan disini?”

Ki Singolodra: “Melawan Belanda…?”

Diponegoro : “Itu betul. Namun tujuan kami lebih mulia dari itu semua. Belanda bukanlah musuh kami. Sebagaimana kami tidak memusuhi Danurejo dan orang-orangnya. Musuh kami adalah kekufuran dan kezaliman. Itu yang kami perangi. Kami tidak memerangi orang, tapi kami memerangi sistem yang melawan perintah Allah. Kami memerangi sistem taghut.” (untold hystori of pangeran Diponegoro - Eramuslim)

Dari petikan percakapan itu bisa kita ambil pelajaran bahwa penjajah yang sebenarnya bukanlah suatu bangsa. Tapi kedzaliman dan keserakahan atau yang saat ini kita kenal dengan ideologi "Kapitalisme".

Belanda dan Jepang hanyalah bangsa² yang mengemban ideologi kapitalisme. Dan masih banyak lagi negara yang mengemban ideologi kapitalisme selain kedua bangsa itu. Kapitalisme merupakan ideologi serakah nan dzalim yang sangat berhasrat untuk menguasai bangsa² lain. Menundukkan bangsa lain demi kepentingan mengambil kekayaan bangsa yang ditundukkan.

Sementara Islam adalah agama yang anti terhadap kedzaliman dan keserakahan. Maka jihad merupakan upaya untuk membebaskan bangsa² lain dan ummat manusia seluruh dunia dari penjajahan.

Maka penjajah sesungguhnya adalah idiologoli kapitalis itu sendiri dan idiologi lain yang bersumber dari hawa nafsu manusia. Lalu apakah setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 bangsa ini benar² sudah merdeka?

Untuk menjawabnya sangatlah mudah. Tinggal kita lihat saja apakah bangsa ini masih dipimpin oleh ideologi yang bersumber dari akal manusia atau ideologi yang bersumber dari wahyu Tuhan.

Pernyataan ketua Nasdem Surya Paloh adalah ungkapan jujur mengenai kondisi negeri ini. dia mengatakan bahwa negeri ini saat ini menerapkan ideologi kapitalis liberal.

"Indonesia hari ini adalah negara kapitalis yang liberal." Dan kita, kata Surya, "malu-malu kucing untuk mengakuinya." (tirto.id)

Dari fakta yang ada bisa dirasakan bahwa negeri ini belum merdeka secara hakiki. Hanya berpindah dari penjajahan fisik beralih ke penjajah non fisik. Namun idiologi yang diterapkan masih sama kapitalisme.

Maka wajar jika sumber daya alam masih dikuasai asing. Rakyat masih dikungkung kemiskinan dan diliputi kebodohan. Biaya hidup mahal dan masih banyak lagi kondisi yang tak layak disandang bangsa yang memproklamirkan dirinya sudah merdeka.

Saatnya negeri ini merdeka secara sempurna dan hakiki dengan mencampakkan idiologi buatan manusia dan beralih kepada idiologi yang bersumber dari wahyu Tuhan yaitu Idiologi Islam. Islam kaffah, Islam yang akan memberikan rahmat bagi semesta.

By Abidin Joha

Mari berjuang.

#17Agustus

#MerdekadenganIslam

#JKDN

#JejakKhilafahdiNusantara

Karawang, 17 Agustus 2020

Post a Comment for "Penjajah itu Bukan Belanda ataupun Jepang"