Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Melacak Jejak Khilafah Di Aceh





Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Aceh Serambi Makkah serambi Syariat. Aceh punya kontribusi yang besar bagi Nusantara.

Sebagai daerah dengan Kesultanan Islam yang sangat berpengaruh, Aceh ternyata memiliki hubungan politis dan ideologis dengan Khilafah. Tercatat dalam Sejarah, pada tahun 1565 M, Khilafah Utsmaniyah mengirimkan ekspedisi militernya ke Aceh untuk mengusir Kerajaan Penjajah Portugis.

Ekspedisi militer dengan dikirimkannya beberapa Kapal Induk Militer ke tanah Aceh. Hanya dua kapal yang sampai di Aceh sedangkan Kapal yang lain digunakan untuk menyelamatkan negeri kaum Muslimin yang lain.

Pasukan militer Khilafah Turki Utsmaniyah merupakan pelatih tentara terbaik. Kesultanan Aceh kemudian berhasil memiliki pasukan elit sendiri hasil gemblengan militer Khilafah. Seperti dikutip dari Media Umat, sejak awal abad ke-17, Aceh mampu memproduksi meriam perunggu ukuran sedang, dan sekitar 800 senjata lain seperti senapan putar bergagang dan arquebes.

Setelah itu, Kesultanan Aceh dan Khilafah Utsmaniyah pun melakukan pertukaran dalam bidang militer, perdagangan, budaya dan keagamaan. Penguasa Aceh berikutnya meneruskan pertukaran dengan Khilafah Turki Utsmaniyah dan Kapal-Kapal Aceh pun mengibarkan bendera Khilafah Utsmaniyah.

Hubungan antara Kesultanan Aceh dan Khilafah Utsmaniyah menjadi ancaman besar bagi Portugis dan mencegah mereka membangun mafia dagang monopolistik di Samudera Hindia (Media Umat.news, 9/8/2017). Dari info ini kita bisa mempelajari bahwa hubungan antara Kekhilafahan dengan Kesultanan Aceh adalah hubungan agama dan ideologi.

Khilafah membantu Aceh tanpa mengharapkan pamrih sedikit pun. Tak ada permintaan penguasaan daerah tertentu di Aceh oleh Khilafah.

Karena sejatinya semua negeri Kaum Muslimin di bawah lindungan Khilafah. Khilafah menyatukan mereka dalam satu pemikiran dan akidah Islamiyah.

Serangan bagi satu negeri Kaum Muslimin merupakan serangan bagi Khilafah itu sendiri. Ini berbeda dengan negara imperialis Barat. Eropa di zaman imperialisme tak pernah bersatu dan saling memerangi.

Inggris melawan Perancis, Perancis menguasai Eropa, Spanyol melawan Portugis. Amerika pun setelah diselamatkan Khilafah malah sekarang menjadi negara yang paling campur tangan dalam menjajah negara-negara lain di dunia.

Khilafah tidak seperti itu. Khilafah menolong Aceh karena panggilan persaudaraan. Satu Tuhan, Satu Nabi Akhir Zaman, Satu Kitab Suci dan Satu Kiblat.

Khilafah pun mendapatkan baiat dari Sultan-Sultan di Nusantara. Masuknya Islam ke Aceh juga karena ada andil Khilafah di dalamnya.

Menurut sebuah Hikayat, penyebar Islam di Aceh adalah seorang Ulama dari Makkah, Syeikh Ismail (Tagar.id, 11/09/2018). Ini ada kaitannya dengan Khilafah, sebab Makkah pada abad ke-13 berada di bawah kekuasaan Khilafah.

Khilafah adalah lambang kekuasaan Islam. Pengaruh Islam dan Khilafah tak berhenti di wilayah Aceh saja tetapi kemudian menjangkau seluruh Nusantara. Kemunculan Kesultanan-Kesultanan Islam telah mampu membangkitkan semangat melawan Penjajahan yang dilandasi oleh Islam.[]

Bumi Allah SWT, 12 Agustus 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Melacak Jejak Khilafah Di Aceh"