Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

JEJAK KHILAFAH MELAWAN PENJAJAH, JEJAK DEMOKRASI WARISAN PENJAJAH

Catatan Seruan Untuk Nonton Bareng Film Jejak Khilafah Di Nusantara

[Catatan Seruan Untuk Nonton Bareng Film Jejak Khilafah Di Nusantara]

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H. | Aktivis, Advokat Pejuang Khilafah

InsyaAllah Besok, Kamis 1 Muharam 1442 H atau bertepatan dengan 20 Agustus 2020, akan dilakukan pemutaran film secara kolosal melalui sarana sosial media, serempak ditonton oleh jutaan mata diseluruh penjuru Dunia. Film ini berjudul "JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA".

Sebuah Film Dokumenter yang digali dari sumber periwayatan, buku sejarah, penuturan ahli, dan peninggalan fisik dari sejarah dimasa lampau, akan membelalakkan jutaan pasang mata atas besarnya jasa Islam dan Khilafah dibumi Nusantara. Khilafah sebagai institusi penerap syariah yang diantara visinya selain menerapkan Islam juga mengemban risalah Islam keseluruh penjuru alam.

Visi mengemban risalah Islam keseluruh penjuru alam dengan dakwah inilah, akhirnya membawa Islam yang berasal jauh dari timur tengah, meluas ke Turki Utsmani, hingga akhirnya sampai di Bumi Nusantara. Tanpa adanya dakwah yang diemban Khilafah, mustahil agama Islam sampai di Nusantara dan tanpa dakwah mustahil masyarakat Nusantara memeluk akidah Islam secara sadar dan sukarela.

Melalui program Khilafah, yakni mengemban risalah Islam keseluruh penjuru alam, Khilafah Turki Utsmani mengirimkan sejumlah da'i ke sejumlah wilayah, termasuk ke wilayah Nusantara. Walisongo, sejatinya adalah ulama dan da'i yang diutus Khilafah untuk menyebarkan Islam ke Bumi Nusantara, demikian tulis Ibnu Batutah.

Khilafah Turki Utsmani juga berperan aktif dalam membantu perlawanan kaum muslimin di Nusantara, melancarkan jihad fi Sabilillah untuk melawan penjajah Belanda maupun Portugis, dengan dasar iman dan atas dorongan akidah Islam. Khilafah dan Islam, memiliki hubungan erat dengan Nusantara, hubungan yang membebaskan masyarakat Nusantara dari kesyirikan dan kekufuran, hubungan karib yang menolak setiap tirani dan penjajahan.

Sementara Demokrasi adalah sistem pemerintahan warisan penjajah. Demokrasi adalah sistem yang diterapkan di Negara Inggris, Belanda, dan Portugis. Demokrasi adalah warisan penjajahan, pasca Belanda hengkang dari Nusantara.

Selain mewariskan demokrasi, penjajah juga membawa agama kristen ke bumi Nusantara. Sejak penjajah masuk, mulailah penduduk Nusantara yang awalnya muslim dan dibawah kekuasaan kesultanan Islam, diambil alih kekuasaanya oleh penjajah, dirusak akidahnya dari penyembahan dan peng-esa-an Allah SWT dengan Agama yang memfitnah Allah SWT berputra.

Jadi, bukti hubungan antara Nusantara dan demokrasi adalah adanya penjajahan. Sementara bukti adanya hubungan erat antara Nusantara dan Khilafah, adalah dipeluknya akidah Islam oleh mayoritas penduduk bumi Nusantara.

Rincian hubungan, keterkaitan, interaksi Nusantara dengan Khilafah, dakwah dan Islam di Nusantara, akan semakin jelas dan terang benderang, dipaparkan dalam film berjudul "JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA". Karena itu, saya mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk hadir dan turut menyaksikan film tersebut. []

Post a Comment for "JEJAK KHILAFAH MELAWAN PENJAJAH, JEJAK DEMOKRASI WARISAN PENJAJAH"