Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inti Dakwah Nabi Ibrahim As Bagi Konteks Politik Zaman Sekarang Adalah Perubahan Sistem

Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Tahapan dakwah Nabi Ibrahim As sangat mempesona bagi generasi umat pada akhir zaman. Beliau bukan sekedar Nabi tetapi juga seorang revolusioner sejati.

Nabi Ibrahim As hidup dan dibesarkan diantara pelaku kemusyrikan. Beliau tinggal di kerajaan yang anti Tauhid, kerajaan penyembah berhala.

Beliau berani mendakwahi masyarakatnya, termasuk Ayah kandungnya yang bekerja sebagai pengrajin "tuhan" (pembuat berhala).

Beliau berani menentang sistem saat itu meski harus berhadapan dengan rezim musyrik Namrud. Namrud memang bukan Fir'aun yang mengaku diri Tuhan namun Namrud punya segala kekuasaan untuk menindas para Pejuang Tauhid.

Ketika Nabi Ibrahim menghancurkan ratusan berhala kecil, Beliau meletakkan kapak di tangan berhala yang besar. Di sinilah letak kecerdasan Beliau As dan sebagai metode dakwah fikriyah (pemikiran) untuk menyadarkan rezim dan rakyat kala itu.

Namrud dan rakyat marah ketika tuhan mereka dihancurkan. Mereka yakin bahwa itu perbuatan Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim as dipaksa mengaku, Beliau bertanya coba kalian tanyakan dulu ke berhala besar itu. Mungkin dia tersinggung karena merasa disekutukan dengan berhala-berhala kecil.

Sebagai manusia, Namrud dan rakyat sadar bahwa berhala itu tak mungkin bisa bergerak dan menghancurkan berhala lain. Untuk melindungi diri sendiri saja tak mampu.

Namun, karena Namrud dan rakyatnya sudah terbiasa hidup dalam sistem musyrik, pemikiran kufurnya telah lama mendarah daging. Merasa diri sebagai penguasa, Namrud mengeksekusi Nabi Ibrahim as.

Qodarullah, Nabi Ibrahim as selamat. Api raksasa tersebut menjadi dingin dan tak mampu melumat tubuh Beliau. Fakta sejarah membuktikan, kekuasaan Namrud di kemudian hari hilang, sedangkan pengikut Nabi Ibrahim as semakin bertambah banyak.

Keturunannya, Nabi Muhammad SAW, berhasil menyebarkan agama Allah SWT, yakni Islam. Islam dalam bingkai Khilafah mampu menaungi 2/3 dunia dalam kemakmuran dan keadilan hingga 14 abad.

Akan tetapi, ketika Khilafah runtuh, masa jahiliyah terulang kembali. Namrud-namrud modern muncul dengan kecanggihan jahiliyahnya.

Mereka memang tidak menyembah berhala secara fisik namun menyembah banyak berhala non fisik. Berhala itu adalah hawa nafsu akan kekuasaan.

Para namrud modern, tahu bahwa dunia ini hanya sementara dan tahu juga bahwa orang-orang yang mau melakukan perubahan seperti Nabi Ibrahim as juga banyak.

Rezim neo namrud ini tahu bahwa para Pejuang Ideologi Islam itu punya solusi untuk setiap permasalahan kehidupan. Namun rezim-rezim ini sudah terbentuk wataknya oleh demokrasi.

Rezim ini disupport oleh para kapitalis. Merasa kuat karena memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk membungkam dakwah Islam.

Para Pejuang Islam akan dipersekusi. Namun ketika terjadi diskusi, rezim neo Namrud selalu kalah argumen.

Mereka kemudian membangun api raksasa (berupa persekusi, stigma negatif, mau pun UU sekuler). Tapi mereka lupa bahwa para Pejuang ini selalu merasa kuat karena merasa ditemani Allah SWT.

Kelak para penguasa anti Islam ini hanya akan tinggal kenangan. Seperti Namrud yang kekuasaannya hilang di dunia dan di akhirat mendapatkan adzab.

Masih ada kesempatan bagi para Penguasa untuk memilih dakwah Islam. Hidup adalah pilihan. Setiap penguasa bisa meniru langkah pemimpin Yastrib yang memberikan kekuasaannya kepada Islam.

Kekuasaan kepada Rasulullah SAW untuk menerapkan Islam. Belum terlambat. Jika mereka melakukan itu posisi mereka akan dimuliakan di dunia mau pun akhirat.

Sekarang tinggal memilih akan menjadi kekasih Allah SWT atau menjadi Thagut modern. Sebab kebaikan masyarakat dan negeri tergantung kebaikan para penguasanya.

Ketika sistem Islam yang dipilih dan sistem demokrasi ditinggalkan dan dicampakkan, keberkahan akan turun dari langit.

Nabi Ibrahim as dan keturunannya yang mengikuti langkah tauhid dimuliakan Allah SWT dimuliakan hingga hari kiamat. Semoga keberkahan selalu menyertai negeri-negeri Kaum Muslimin dan menjadi pionir kemajuan peradaban dunia seperti era Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah yang pertama. []

Bumi Allah SWT, 1 Agustus 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Inti Dakwah Nabi Ibrahim As Bagi Konteks Politik Zaman Sekarang Adalah Perubahan Sistem"