Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daging Ulama Hanif Itu "Beracun" Meski Dipersekusi Saat Ini

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Sebuah kisah nyata pernah terjadi, salahsatu dari Ulama Besar nan Muchlis dipersekusi oleh gubernur zhalim. Alim itu bernama Sa'id bin Jubair al Asadi al Kufi yang merupakan murid kesayangan dari beberapa orang sahabat Nabi SAW.

Sedangkan gubernur tiran itu bernama Hajjaj bin Yusuf. Untuk kisah lengkapnya silahkan lihat kitab "Shuwaru min hayati Tabi'in, Thibaqat Ibnu Sa'ad".

Ulama itu dipersekusi dam dibunuh karena keteguhannya dalam menyampaikan kebenaran sesuai ajaran Islam meski di depan penguasa yang zhalim. Beliau tak pernah gentar dan merasa takut walaupun yang di depannya memiliki semua akses kekuasaan.

Sang alim ingin meluruskan penguasa agar sejalan dengan Syariat Islam. Sebab itu tabiat para ulama yaitu berdakwah meski ke kalangan penguasa.

Orang yang berilmu tentu menyadari bahwa rusaknya masyarakat karena rusaknya penguasa. Sedangkan rusaknya penguasa karena rusaknya ulama.

Maka meski Hajjaj bin Yusuf merasa bahwa ia paling berkuasa dan memegang nyawa para Ulama tak menggentarkan Al Alim Sa'id bin Jubair.

Beliau hanya takut kepada Allah SWT dan tidak kepada Hajjaj bin Yusuf. Singkat kata, Sa'id bin Jubair dibunuh oleh penguasa tetapi doanya makbul.

Hajjaj bin Yusuf mengalami demam yang semakin tinggi 15 hari setelah syahidnya Sa'id bin Jubair. Hajjaj silih berganti antar pingsan dan siuman.

Ia meninggal dalam keadaan tak bisa tidur nyenyak, menggigau dan mengalami ketakutan. Kekuasaannya tidak lagi menolong dirinya.

Setelah kematian Hajjaj bin Yusuf, seorang kawannya bermimpi, dalam mimpinya ia bertanya kepada Hajjaj, "Apa yang Allah perbuat kepadamu setelah engkau membunuh orang-orang itu wahai Hajjaj?". Hajjaj menjawab, "aku disiksa dengan siksaan yang setimpal atas tiap orang tersebut, namun untuk kematian Sa'id bin Jubair aku disiksa 70 kali lipat". Hajjaj semasa hidupnya telah membunuh 120.000 orang belum termasuk 80.000 yang dipenjara.

Kisah ini terjadi pada masa Kekhilafahan Islam. Tetapi bukan berarti Khilafah itu kejam. Sebab kasus ini hanya fragmen kecil penyelewengan kekuasaan. Kemakmuran dan kesejahteraan dalam sistem Islam jauh lebih besar dan lebih lama.

Jika mau dibandingkan dengan demokrasi dan kapitalisme. Jumlah korban nyawa dan harta jauh melebihi. Jutaan orang dan banyak Ulama terbunuh di Palestina dan negeri Muslim lainnya.

Di daerah lainnya banyak Ulamanya dipersekusi karena tidak sejalan dengan penguasa. Jika ketika syariat Islam diterapkan secara Kaffah, Penguasa yang zhalim mendapatkan adzab yang berat.

Apalagi pada zaman ketika hukum Islam ditinggalkan. Penguasa yang zhalim akan diadzab kalau bukan di dunia bisa ditangguhkan di akhirat.

Penguasa yang zhalim tinggal menunggu waktu dan bisa jadi diadzab karena pelanggaran hukum Allah SWT secara berlapis. Seperti menolak hukum Islam, menerapkan hukum sekuler, mengabaikan kemashlahatan umat dan mempersekusi Ulama. Jika Penguasa itu tidak segera bertaubat dan menyerahkan kekuasaannya kepada Islam niscaya siksa Allah SWT sangat pedih.

Tetapi bisa juga doa Ulama bisa segera makbul karena asbab dipersekusi itu Allah SWT menyegerakan nasrullahnya (pertolongan-Nya). Yaitu dengan mewujudkan Khilafah Alaa Minhajin Nubuwwah. []

Bumi Allah SWT, 30 Agustus 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

banyak Ulamanya dipersekusi karena tidak sejalan dengan penguasa

Post a Comment for "Daging Ulama Hanif Itu "Beracun" Meski Dipersekusi Saat Ini"